Latest Post

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New


                  Posisi  persaingan  di industri

Menurut Thompson (2015), pemetaan kelompok strategis yaitu alat yang berharga untuk memahami kesamaan, perbedaan, kekuatan, dan kelemahan yang melekat dalam posisi pasar perusahaan saingan. Saingan dalam kelompok strategis yang sama atau di sekitarnya yaitu pesaing dekat, sedangkan perusahaan di kelompok strategis yang jauh biasanya mengakibatkan sedikit atau tidak ada bahaya langsung. Pelajaran dari pemetaan kelompok strategis yaitu bahwa beberapa posisi di peta yang lebih menguntungkan daripada yang lain. Potensi keuntungan dari kelompok strategis yang berbeda mungkin tidak sama alasannya yaitu kekuatan mengendalikan industri dan kekuatan kompetitif cenderung memiliki efek yang berbeda-beda pada kelompok strategis yang berbeda industri.

Dalam sebuah industri, umumnya perusahaan banyak mengalami persaingan maupun bahaya dari pada kompetitornya. Perusahaan dapat melaksanakan beberapa analisis untuk mengetahui seberapa besar kekuatan para kompetitornya dalam industri yang sama, contohnya dengan melalui skema / diagram five force analysis dari Michael E. Porter.

Michael E. Porter mengidentifikasi lima komponen yang dapat menentukan daya pikat sebuah jenis industri atau segmen pasar apakah masih menarik atau tidak untuk dimasuki beserta ancamannya dari masing – masing komponen tersebut. Ancaman – bahaya tersebut datang dari :
(1)          Threat of intense segment rivalry
Apabila pemain atau kompetitornya sudah banyak, berpengaruh dan agresif, maka segmen pasar tersebut sudah tidak menarik lagi untuk dimasuki. Terlebih lagi kalau posisinya sudah dalam posisi stabil dan menurun.
Ø   Persaingan secara umum lebih berpengaruh dikala :
§    Para pesaing aktif dalam membuat gerakan – gerakan segar untuk meningkatkan posisi mereka di dalam pasar dan performa bisnis.
§    Permintaan pembeli tumbuh perlahan.
§    Permintaan pembeli menurun dan penjual kelebihan kapasitas dan inventory (persediaan)
§    Jumlah persaingan meningkat dan pesaing memiliki ukuran dan kemampuan kompetitif yang sama.
§    Produk pesaing yang berupa komoditi atau yang lain sulit dibedakan.
§    Biaya yang dikeluarkan oleh pembeli untuk mengganti merek yaitu rendah.
§    Satu atau lebih peaing tidak puas dengan posisi dan market share mereka sekarang dan membuat gerakan bergairah untuk menarik lebih banyak konsumen.
§    Pesaing memiliki seni administrasi dan objektif yang berbeda dan berlokasi di beberapa negara.
§    Orang luar yang mengakuisisi pesaing yang lemah dan mencoba merubah menjadi peaing utama.
§    Satu atau dua pesaing memiliki seni administrasi yang berpengaruh dan pesaing lainnya berebut untuk tetap tinggal dalam permainan.

Ø   Persaingan secara umum lebih lemah dikala :
§    Anggota industri bergerak hanya dalam waktu yang jarang atau dalam cara yang tidak bergairah untuk menggambarkan penjualan dan market share yang menjauh dari pesaing.
§    Permintaan pembeli bertumbuh dengan cepat.
§    Produk pesaing sangat berbeda dan loyalitas konsumen sangat tinggi.
§    Biaya yang dikeluarkan oleh pembeli untuk mengganti merek yaitu lebih besar.
§    Hanya ada kurang dari lima penjual atau lainnya begitu banyak pesaing sehingga tindakan dari suatu perusahaan memiliki dampak pribadi yang kecil terhadap bisnis pesaingnya.

Ø   Senjata khas untuk melawan pesaing dan menarik pembeli, yaitu :
§    Harga yang lebih rendah.
§    Fitur yang lebih banyak atau berbeda.
§    Perform produk yang berbeda.
§    Kualitas yang lebih tinggi.
§    Gambaran merek dan pendekatan yang lebih kuat.
§    Pemilihan model dan gaya yang lebih luas.
§    Jaringan penyalur yang lebih besar / baik.
§    Pembiayaan dengan tingkat bunga rendah.
§    Iklan yang lebih tinggi tingkatannya.
§    Kemampuan inovasi produk lebih kuat.
§    Kemampuan pelayanan kepada konsumen yang lebih baik.
§    Kemampuan yang lebih berpengaruh untuk menyediakan pembeli dengan adanya produk custom made.

(2)          Threats of new entrants
Daya pikat sebuah segmen bervariasi berdasarkan tinggi rendahnya hambatan untuk masuk dan keluar (entry and exit barriers). Segmen yang paling menarik yaitu dimana hambatan untuk masuk industri tinggi dan hambatan untuk keluar rendah. Beberapa perusahaan dapat memasuki industri tersebut dan perusahaan yang berforma buruk dapat keluar dengan mudah. Sebuah perusahaan hendaknya berhati – hati tidak hanya kepada pemain lama dalam industri tersebut, tetapi juga kepada pemain gres yang potensial untuk memasuki industri tersebut.

Ø   Ancaman pendatang gres lebih berpengaruh dikala :
§    Kemampuan kandidat pendatang gres berjumlah besar dan beberapa dari kandidat tersebut memiliki sumber daya yang dapat membuat mereka menjadi pesaing yang andal di pasar.
§    Hambatan untuk masuk rendah atau dapat segera dilompati oleh kandidat pendatang gres tersebut.
§    Ketika anggota industri yang sudah ada mencoba untuk memperluas capaian pasar mereka dengan memasuki segmen produk atau area geografis dimana sebelumnya mereka tidak memiliki eksistensi dalam segmen atau area tersebut.

Ø   Ancaman pendatang gres lebih lemah dikala :
§    Kumpulan kandidat pendatang gres berjumlah kecil.
§    Hambatan untuk masuk tinggi.
§    Kompetitor yang sudah ada berjuang untuk memperoleh profit / keuntungan yang sehat.
§    Pandnagan ihwal industri tersebut beresiko atau tidak pasti.
§    Permintaan pembeli bertumbuh pelan atau dalam kondisi stagnant.
§    Anggota industri akan berpengaruh menguji dari pendatang gres untuk meraih kedudukan di dalam pasar.

Pada Laporan Keuangan Konsolidasi-1, sudah dijelaskan dabagaimana membuat Laporan Keuangan Konsolidasi jikalau nilai wajar (fair value) asset dan liabilities perusahaan investee SAMA DENGAN book value (nilai bukun)-nya. Di posting ini saya akan bahas bagaimana membuat Laporan Keuangan Konsolidasi jikalau "Asset & Liabilities fair value" perusahaan investee TIDAK SAMA dengan nilai buku-nya.

Dalam kasus akuisisi aktiva bersih, tentunya perusahaan investee akan menawarkan laporan keuangan dengan nilai asset yang sesuai dengan nilai buku-nya, tanpa memperhitungkan apakah nailai bukunya sesuai dengan harga pasar atau belum. Akan tetapi pihak investor pastinya tidak akan percaya begitu. Disinilah perlunya menggunakan jasa appraisal independent untuk melaksanakan penilaian (re-valuation), guna memperoleh nilai yang wajar (fair value). Nilai wajar yang dimaksudkan disini ialah sesuai dengan harga pasarnya. Itulah sebabnya mengapa nilai wajar (fair value) kadang juga disebut dengan “Nilai Pasar (Market Value)”. Walaupun re-valuation telah dilakukan oleh appraisal independent, tetap saja nilai wajar yang dihasilkan masih berupa estimasi.
Regardless apakah hasil revaluasi sudah mencerminkan fair value atau belum, balasannya yang menjadi penentu deal atau tidaknya transaksi masih berpulang kepada calon investor yang akan melaksanakan final judgement & decision. Kenyataan-nya, dari begitu banyaknya kasus akuisi yang telah terjadi, tidak sedikit acquirer (investor) yang bersedia membayar lebih dari fair value.


Kuncinya:

Dalam kasus akuisisi aktiva bersih, jikalau fair value aktiva bersih perusahaan investee (terakuisisi) TIDAK SAMA dengan nilai bukunya, maka aktiva dan kewajiban perusahaan investee yang dapat diidentifikasi di catat sebesar fair value-nya. Selisih antara fair value aktiva bersih dengan harga beli (yang dibayarkan) di akui sebagai GOODWILL.


Contoh:

Masih memakai kasus yang saya pakai di Konsolidasi 1, untuk itu saya hadirkan kembali Balance Sheet kedua perusahaan sebelum proses akuisisi terjadi, ibarat dibawah ini:

 sudah dijelaskan dabagaimana membuat Laporan Keuangan Konsolidasi jikalau nilai wajar  LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Part2


Hanya saja, saya akan tambahkan :

Fair ValueInventory-nya ialah $ 120,000
Fair Value “Equipment (net)”-nya ialah $ 400,000

Jika saya masukkan ke dalam spreadsheet, perkiraan nilai wajarnya ibarat dibawah in

 sudah dijelaskan dabagaimana membuat Laporan Keuangan Konsolidasi jikalau nilai wajar  LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Part2


Dari spreadsheet di atas mampu kita lihat bahwa nilai wajar aktiva bersih PT. Sherrine (S) ialah $ 620,000 (diperoleh dengan cara: Total Asset Fair Value–Libilities Fair Value = $720,000–100,000 = $620,000).

Seperti biasanya, kita buatkan Elimination & Adjustment Journal, dan jurnalnya ialah ibarat dibawah ini:

 sudah dijelaskan dabagaimana membuat Laporan Keuangan Konsolidasi jikalau nilai wajar  LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Part2Catatan:

Set jurnal di atas terdiri dari:

[-]. Elimination Journal: Investasi pada company S di eliminasi dengan cara meng-offset-kannya equity perusahaan subsidiary (Comp S), nilainya tetap ibarat sebelumnya, yiatu $500,000

[-]. Adjustment Journal: yang di adjust ialah : Selisih fair value dengan book value dan Goodwill ($20,000+$100,000+$80,000) di-offset-kan dengan Investasi Pada Company S ($200,000).

Jika jurnal eliminasi & adjustment di atas kita masukkan ke dalam kertas kertas kerja konsolidasi, maka hasilnya akan ibarat di bawah ini:


 sudah dijelaskan dabagaimana membuat Laporan Keuangan Konsolidasi jikalau nilai wajar  LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI - Part2
Up Coming post dari serie Laporan Keuangan Konsolidasi ini adalah: Laporan Keuangan Konsolidasi-3, yang akan berfocus pada akuisi yang didanai dengan cara mengeluarkan saham (tidak dengan cash).

PPh Pasal 21 perhitungan dan perlakuan akuntansinya, tetapi tidak ada salahnya jikalau me-reference ke daerah lain juga.

Karena banyaknya kasus homogen (masalah Pajak dan status ketenaga kerjaan orang asing) yang saya terima, maka saya menganggap perlu untuk sedikit berbicara mengenai bentuk tubuh usaha, status ke-tenaga kerja-an dan pajak honor atas tenaga kerja asing, sebelum eksklusif menjawab pertanyaan Ms. Ci.


Bentuk/Status Usaha dan Pajak atas honor Tenaga Kerja Asing.

Perhitungan PPh Pasal 21/26 tidak terpengaruh oleh bentuk maupun status perusahaan. Entah itu UD, Fa, CV, PT, PT (PMDN), BUT maupun PT (PMA). Tetapi tenaga kerja orang absurd ada kaitannya dengan bentuk usaha. Untuk menyederhanakan penjelasan, saya mulai dengan pertanyaan:

Siapa (pihak mana) saja yang boleh mempekerjakan orang asing?

Yang boleh mempekerjakan orang absurd hanya tubuh perjuangan yang berbentuk: BUT, PT (PMA) dan PT lokal PMDN or NON-PMDN) menengah dan besar.


Lalu pertanyaan berikutnya:

Apa criteria ukuran sekala perusahaan (kecil, menengah dan besar)?

Yang menjadi ukuran resmi ialah “Modal”:

[-]. Modal lebih kecil dari Rp 100 juta: PT. Kecil
[-]. Modal antara Rp 100 juta s/d 600 juta : PT. Menengah (Sedang)
[-]. Modal lebih besar dari Rp 600 juta: PT. Besar

Jika anda pegang SIUP dan TDP, cobalah periksa, disana akan disebutkan apakah SIUP kecil, menengah atau, besar.

Tips:

Bagi rekan-rekan yang berencana akan mempekerjakan orang absurd atau mengeluarkan sponsorship untuk tenaga kerja asing, sebaiknya dari awal sudah memperhitungkan (mencocok-kan) planning penggunaan tenaga kerja absurd nya dengan besaran modal perusahaan, semoga tidak bermasalah ditengah jalan.

Jika somehow, tenaga kerja asing-nya sudah berada di Indonesia tetapi perjuangan yang rencananya akan memperlihatkan sponsorship tergolong PT Kecil, bagaimana?.

Jika itu yang terjadi, maka status calon tenaga kerja asing-nya belum boleh dipekerjakan dan masih akan berstatus sebagai tourist. Akan tetapi seharusnya itu dihentikan terjadi, dan termasuk tindakan illegal. Warga negara absurd yang visa-nya visa tourist atau VOA (Visa On Arrival lainnya) seharusnya dihentikan bekerja di Indonesia, alasannya memang purpose awalnya tiba ke Indonesia bukan untuk bekerja.

Dalam kasus di atas, tenaga kerja absurd (pegawai BUT-nya) menggunakan visa on arrival, alasannya masih menunggu work permit (ijin kerja) selama tiga bulan. Apakah itu boleh (legal)?

Jawabannya: boleh, dengan catatan sebelum work permit keluar yang bersangkutan belum occupied (dipekerjakan).

Bagaimana jikalau terlanjur sudah dipekerjakan, apakah itu masalah?

 Penting bagi mereka yang mempunyai tenaga kerja absurd PPh Pasal 21/26 Tenaga Kerja Asing - KasusPPh Pasal 21/26 TKA - Gaji Diperkecil.

Setelah kita bahas Teori konsolidasi, kini saatnya untuk bahas tehnik konsolidasi, bagaimana menciptakan laporan keuangan konsolidasi. Untuk memastikan topic ini dapat dipahami dengan mudah, saya akan mencoba menawarkan klarifikasi dari teori dan pola yang paling sederhana dahulu. Nanti semakin ke belakang akan semakin di kembangkan dengan pola masalah yang lebih rumit, seiring dengan berkembangnya pemahaman.

Untuk mempersingkat waktu, kita eksklusif ke duduk masalah konsolidasi.



Laporan Keuangan Konsolidasi ketika akuisi.

Contoh: Pengambil-alihan aktiva bersih

Putra Inc (P) mengambil alih net asset (aktiva bersih) PT. Sherrine (S) dengan cash $500,000. Asumsi: Nilai Buku sama dengan nilai wajarnya/Harga pasarnya (Fair/Market Value). Neraca kedua perusahan sebelum proses akuisi nampak ibarat dibawah ini:



 kini saatnya untuk bahas tehnik konsolidasi LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI – 1Laporan Keuangan Konsolidasi - Part2.


                  Langkah  stratejik  yang  akan dilakukan oleh pesaing

Menurut Thompson (2015), kepanduan pesaing cukup baik untuk mengantisipasi tindakan mereka yang dapat membantu perusahaan menyiapkan tindakan efektif (bahkan mungkin mengalahkan tentangan untuk kekuatan) dan memungkinkan manajer untuk mengambil tindakan tentangan yang kemungkinan memperhitungkan dalam merancang saja perusahaan mereka sendiri sesuai tindakan terbaik.
\
Menurut Michael E. Porter “Strategi bersaing ialah meliputi penentuan posisi atau positioning suatu usaha untuk memaksimalkan nilai kemampuan yang membedakannya dari pesaing”. Strategi bersaing yang efektif meliputi tindakan – tindakan yang ofensif maupun defensif guna menciptakan posisi yang aman (defendable position) terhadap kelima kekuatan persaingan. Kelima kekuatan itu ialah kekuatan yang mensugesti persaingan industri yaitu masuknya pendatang baru, bahaya produk pengganti, kekuatan tawar menawar pembeli, kekuatan tawar – menawar pemasok, serta persaingan diantara pesaing yang ada.

Tujuan dari taktik bersaing perusahaan ialah biar perusahaan dapat bersaing lebih efektif dan memperkuat posisi pasarnya dalam industri tersebut. Strategi bersaing yang efektif memiliki beberapa pendekatan, antara lain : 

·               Penempatan posisi
Menempatkan perusahaan dalam suatu posisi sehingga perusahaan dapat memperlihatkan pertahanan yang terbaik untuk menghadapi kekuatan persaingan yang ada.
·               Mempengaruhi keseimbangan
Mempengaruhi keseimbangan kekuatan melalui gerakan strategis. Inovasi dapat meningkatkan identifikasi atau kalau tidak mendiferensiasikan produk. Keseimbangan kekuatan dipengaruhi oleh faktor – faktor eksternal dan internal.
·               Memanfaatkan perubahan
Mengantisipasi pergeseran pada faktor – faktor yang menjadi penyebab kekuatan persaingan, sehingga perusahaan dapat memanfaatkan perubahan dengan memilih taktik yang cocok dengan keseimbangan persaingan yang gres sebelum pesaing menyadarinya.

Sebelum membahas Accounting, Corporate Financial Controller, anda wajib tahu mengenai ini. Jika ada yang belum tahu, jangan khawatir, kita akan biacarakan mengenai itu sebentar lagi.

Untuk memperoleh gambaran yang terperinci mengenai semua itu, saya akan bicarakan semenjak awal sekali.....


Shareholders


Sejak periode ke-17, para pelaku usaha mulai memperkenalkan yang namanya LLC (=Limited Liability Company) yang di Indonesia dikenal dengan Perseoran Terbatas (PT), dimana tanggung jawab (kewajiban) pelaku usaha di dalam acara usahanya hanya sebatas jumlah modal (yang diwujudkan dalam bentuk saham) yang ditanamkan saja. Tidak lebih.

Pemilik usaha (read:shareholders) menunjuk seorang director (terkadang beberapa director) untuk mengelola usahanya. Direktur lah yang kemudian mengangkat manager untuk membantunya me-manage usaha yang dikelolanya. Mulai dari membuat perencanaan opersional, pemasaran, sumber daya manusia, accounting dan keuangan, dan meng-execute rencana yang telah dibuat, sampai mengevaluasinya.

Shareholder berkuasa penuh untuk memilih (menentukan) director, menunjuk auditor independent dalam Rapat Umum Pemegang Saham, dan berhak atas laporan tahunan yang berisi kinerja keuangan perusahaan, yang kita kenal dengan Laporan Keuangan.

Okay, terkait dengan accounting & financial market ada 2 macam, yaitu:
[1]. Capital Market
[2]. Product/Services Market

Selanjutnya kita bahas, satu persatu apa itu capital market dan apa itu product/services market. Di final pembahasan nanti kita akan memperoleh gambaran kekerabatan antara capital market dan product market, terkait dengan duduk perkara keuangan.


Capital Market

Capital Market (Pasar Modal) ialah pasar dimana para investor (shareholders) memperjual-belikan saham yang kemudian kita kenal dengan “Stock Exchange (Bursa Saham)”. Di Indonesia so far gres ada 2, yaitu Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.

Perusahaan biasanya memperoleh dana (baik initial maupun tambahan) dari shareholders memalui penerbitan saham (equity), terkadang juga dari institusi keuangan yaitu berupa sumbangan (debt). Atas dana yang diperoleh tentu menjadikan cost. Cost yang timbul akhir penggunaan dana dalam menjalankan usaha (business) ini lah yang disebut dengan Cost of Capital (Beban atas Modal).

Cost of Capital terdiri dari:

[-]. Cost Of Equity, berupa: Dividen dan Capital Growth, yaitu bab keuntungan yang dibayarkan (read:dikembalikan) kepada shareholders.

[-]. Cost Of Debt, berupa: interest (bunga), yaitu jumlah tertentu (read:price) yang dikenakan oleh pemberi sumbangan (institusi keuangan/financier).


Product Market

Setelah memperoleh dana untuk beroperasi, tentunya perusahaan akan menginvestasikan (read:memutar) dana tersebut pada raw material, sumber daya insan serta technology guna dapat melaksanakan jual beli atau serah-terima barang maupun jasa. Inilah yang disebut dengan product market.


Critical Question: So apa kekerabatan antara Capital Market dengan Product Market?

Hubungan Capital Market & Product Market

Focus dari para pemilik usaha (shareholders) didalam mengumpulkan kekayaan-nya adalah: MEMPEROLEH TINGKAT RATE (COST OF DEBT)YANG TER-RENDAH DARI CAPITAL MARKET UNTUK KEMUDIAN DIINVETASIKAN DENGAN MENGEKSPLOITASI KETIDAK SEMPURNAAN PRODUCT MARKET.

Apa yang dimaksudkan dengan ketidak-sempurnaan product market? yaitu kesenjangan antara supply dan demand pada banyak sekali sources (raw material, sumber daya manusia, technology and all its circumatnces). Dari sanalah nantinya diperlukan diperoleh selisih, (selisih surplus tentunya) yang kemudian dikenal dengan LABA (profit), yang pada laporan keuangan nantinya akan terakumulasi pada retained earning, lalu dibagikan (read:dikembalikan) kepada shareholder dalam bentuk dividen.

Jika saya gambarkan dengan bagan, hubungan antara capital market dengan product market ialah ibarat dibawah ini:

Bagimana kekerabatan capital market dan product market Accounting, Corporate Finance & Shareholder


Semua shareholder tentu mengharapkan gain yang tertinggi secara consistent dan continuously baik itu dari equity (berupa dividen) maupun dari peningkatan harga sahamnya di pasar modal dari waktu ke waktu.

Jika perusahaan (dimana dana di invetasikan) berhasil mewujudkan objective (goal) yang ditetapkan oleh shareholder, maka shareholder akan memperoleh gain tertinggi melalui perolehan dividen. Keberhasilan shareholder memperoleh dividen yang tinggi serta kenaikan nilai saham (harga saham) dari waktu ke waktu itulah Pengelolaan kekerabatan antara perusahaan dengan Capital Market inilah dikenal dengan FINANCIAL MANAGEMENT atau CORPORATE FINANCE. Dan semenjak tahun 1990-an accounting roles mengambil peranan yang semakin dominant di dalam menyediakan tools-tools bagi para manager untuk mengambil keputusan-keputusan guna mengahasilkan profit (return) yang tinggi, serta tools dan isu keuangan yang akurat bagi corporate finance untuk melaksanakan pengelolaan keuangan (financial management) guna dapat menawarkan sharareholder value added (SVA) tertinggi.



Peranan Accounting didalam menyediakan tools bagi pengaturan strategy keuangan dan business guna mencapai maximum shareholder value added sangat penting. Up-coming post ialah mengenai Shareholder Value Added, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan: Apa itu Shareholder Value Added? Mengapa Shareholder Value Added ialah crucial? Bagimana Shareholder Value Added diukur? Apa saja yang mendrive shareholder value added?. Talk to you on the next post!

tanggal pentingnya biar tidak hingga ketinggalan USAP/CPA EXAM 2008 SOAL & JAWABANUSAP/CPA Indonesia Exam Periode I 2008 akan segera dilaksanakan. Bagi yang berencana untuk ikut CPA EXAM (USAP=Ujian Sertifikasi Akuntan Publik) ada baiknya mengetahui tanggal-tanggal pentingnya biar tidak hingga ketinggalan. Saya juga akan posting Soal-soal CPA International Exam beserta balasan dan pembahasannya. Baca detailnya.

Siapa tahu di antara rekan-rekan member maupun pengunjung blog ini ada yang sudah berencana atau tertarik untuk ikut Ujian Sertifikasi Akuntan Publik (CPA EXAM).

Berikut ialah hal-hal penting yang perlu diketahui untuk mengikuti USAP.



Syarat Peserta

Ujian hanya sanggup diikuti oleh mereka yang mempunyai gelar atau sebutan akuntan yang dibuktikan dengan Nomor Register Akuntan sesuai dengan peraturan/ketentuan perundang-undangan yangberlaku.


Jadwal Pendaftaran dan Ujian


tanggal pentingnya biar tidak hingga ketinggalan USAP/CPA EXAM 2008 SOAL & JAWABAN Tanggal-tanggal Penting


tanggal pentingnya biar tidak hingga ketinggalan USAP/CPA EXAM 2008 SOAL & JAWABAN

Mata Ujian dan Waktunya

USAP akan dilakukan selama dua hari pada setiap periode. Untuk tahun 2008 USAP Periode I akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 Juli 2008 dengan jadwal sebagai berikut:

Hari Pertama

1. Pelaporan dan Akuntansi Keuangan...... (08.00-12.00 WIB)
Istirahat........................................... (12.00-13.00 WIB)
2. Auditing dan Jasa Atestasi Lainnya
(Assurance services)............................ (13.00-17.00 WIB)

Hari Kedua

1. Perpajakan dan Hukum Komersial......... (08.00-11.30 WIB)
Istirahat............................................. (11.30-12.30 WIB)
2 Akuntansi Manajemen dan -
Manajemen Keuangan............................ (12.30-14.30 WIB)
Istirahat............................................. (14.30-15.00 WIB)
3. Sistem Informasi Akuntansi.................. (15.00-17.30 WIB)


Pengumuman Hasil Ujian dan Sertifikasi

1. Pengumuman mengenai kelulusan akan dikirimkan melalui surat 2 (dua) bulan sesudah ujian berakhir.

2. Apabila sesudah 3 (tiga) bulan semenjak tanggal ujian berakhir, penerima belum mendapatkan surat mengenai kelulusannya, maka yang bersangkutan sanggup menanyakan pribadi kepada Sekretariat IAI-USAP.

3. Hasil ujian bersifat final dan tidak sanggup diganggu gugat.

4. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) akan menawarkan Sertifikat Akuntan Publik untuk mereka yang telah lulus seluruh mata Ujian Sertifikasi Akuntan Publik.

5. Peserta USAP yang telah lulus Ujian Sertifikasi Akuntan Publik sanggup mengambil pribadi akta tersebut pada Sekretariat IAI-USAP, atau dengan menulis surat kepada Sekretariat IAI-USAP dengan terlebih dahulu memperlihatkan surat pengumuman mengenai kelulusannya dan menyerahkan kembali Kartu Ujian ke Sekretariat IAI USAP.


Buku Pedoman Peserta USAP 2008

Panduan detail mengenai USAP (Jadwal, Materi Ujian, Tata Tertib, dll) sanggup dibaca di Buku Pedoman Peserta USAP 2008. Untuk memperoleh buku anutan silahkan hubungi IAI(Ikatan Akuntan Indonesia) atau paniati penyelenggara USAP 2008. Bagi yang malas meminta buku panduan ke IAI, kebetulan saya punya, so boleh meminta copy-nya ke saya (PDF File 197 Kb).

Isinya kurang lebih menyerupai dibawah ini:

A. Pendahuluan
B. Tujuan USAP
C. Sebutan dan Sertifikasi
D. Syarat Peserta USAP
E. Mata Ujian
F. Kriteria Kelulusan
G. Waktu Penyelenggaraan
H. Tempat Penyelenggaraan
I. Tatacara Pendaftaran
J. Biaya Ujian
K. Potongan Harga
L. Kesempatan dan Batas Waktu Mengikuti Ujian
M. Pengumuman Hasil Ujian dan Sertifikasi
N. Tata Tertib
O. Sanksi atas Pelanggaran Tata Tertib

LAMPIRAN 1: DESKRIPSI DAN SILABUS MATA UJIAN

Daftar Silabus: Ujian Sertifikasi Akuntan Publik

A. Pelaporan dan Akuntansi Keuangan
B. Auditing dan Jasa Atestasi Lainnya (Assurance Services)
C. Akuntansi Manajemen dan Manajemen Keuangan
D. Sistem Informasi Akuntansi
E. Perpajakan dan Hukum Komersial

LAMPIRAN 2: CONTOH SOAL USAP

A. Pilihan Ganda
B. Essai/Problem


Disclaimer

Blog ini samasekali tidak mempunyai korelasi dengan IAI maupun panitia penyelenggara USAP dalam bentuk apapun. Blog ini tidak pernah mewakili maupun bermaksud mewakili IAI maupun panitia penyelenggara USAP.

Informasi ini ditampilkan (disampaikan) di sini semata-mata hanya alasannya ialah isu ini dianggap perlu atau mungkin di perlukan oleh pengunjung blog ini.


Soal-Soal Ujian International CPA beserta jawabannya.

Saya berpikir, perlukah saya posting ”Soal-Soal Ujian International CPA Beserta Jawabannya” di blog ini?

Jika memang dibutuhkan saya akan tampilkan di sini secara berserie (mungkin 1x seminggu @5 soal multiple choices + 1 Soal Essay), tentunya disertai balasan dan pembahasannya.

Saya akan coba tunggu response-nya selama satu bulan, bila memang response-nya tinggi, saya akan tampilkan. Silahkan isi polling di sidebar (sisi kanan halaman di atas shoutbox/ di atas Interaksi Dengan Author) atau sampaikan pendapatnya dengan menulis komentar.

Akhirnya, mudah-mudahan posting USAP/CPA EXAM 2008 ini bermanfaat, Amin. Dan mungkin planning penampilan Contoh Soal+Jawaban Ujian CPA International ini akan menerima sambutan positif? Sekali lagi silahkan isi polling di sidebar (sisi kanan halaman di atas shoutbox/ di atas Interaksi Dengan Author). Atau sampaikan pendapatnya dengan menulis komentar. Thanks!


                  Faktor  kunci  keberhasilan kompetisi masa depan.

Menurut Thompson (2015), faktor kunci keberhasilan suatu industri (KSFs) ialah elemen taktik tertentu, atribut produk, pendekatan operasional, sumber daya, dan kemampuan kompetitif yang semua anggota industri harus memiliki untuk bertahan hidup dan berkembang di Industri. KSFs dengan sifatnya sangat penting untuk keberhasilan kompetitif bahwa semua perusahaan dalam industri harus memperhatikan secara akrab dengan mereka atau risiko yang diusir dari industri. Untuk industri apapun, bagaimanapun, mereka dapat disimpulkan dengan menjawab tiga pertanyaan dasar: Atas dasar apa pembeli produk industri memilih antara merek bersaing penjual, (2) apa yang sumber daya dan kemampuan kompetitif harus perusahaan harus kompetitif sukses, dan (3) apa kekurangan yang hampir pasti menempatkan perusahaan pada kerugian kompetitif yang signifikan?

Posting ini akan membahas bagaimana mendeterminasi COST Vs EXPENSE, anda juga mampu mendapat sebuah free tool, yaitu: EFFECIENCY CALCULATOR melalui sebuah contest terkait dengan topic ini. Yang akan saya bicarakan bukanlah mengenai penggunaan istilah "cost" atau "kos" atau "biaya" atau "beban". Itu sudah dibahas oleh senior kita Pak Suwarjono. Saya tidak bermaksud menyaingi beliau. Saya yakin anda juga sudah membacanya.

Yang akan saya bahas yaitu sisi penerapannya, yaitu: Bagaimana mendeterminasi (menentukan) apakah suatu pengeluaran termasuk "Cost" atau "Expense" (bahasa international), regardless apakah dalam bahasa ibu kita disebut "kos" atau "Kos-kos-an", "Akuntansi Biaya" atau "Akuntansi Biayakan" (bahasa jawa ala Pak Suwarjono). Beyond pro's-con's tersebut.

Ini juga bukan sebuah "kajian empiric" yang biasanya memakai judul "Blah Blah Blah... at a Glance", itulah sebabnya mengapa saya tidak memakai judul "Cost and Expense Determination at a Glance". Itu terlalu sakral buat saya. Yang ringan-ringan dan kalem saja (kalau mampu sesederhana mungkin, mudah dipahami tapi mampu di aplikasikan secara nyata).

Di blog ini anda banyak menjumpai penggunaan istilah asing. Mungkin bagi sebagian orang itu "sok keren" atau "kurang nasionalis", boleh-boleh saja dipandang begitu. Yang penting maksud saya bukanlah demikian. Tetapi jujur saja, saya merasa lebih nyaman memakainya. Bagi rekan-rekan yang terkadang malah menjadi sulit memahami karena istilah-istilah absurd yang dipakai, saya mohon maaf, dan saya yakin kalau dibiasakan akan menjadi biasa.

Benar yang dikatakan oleh Pak Suwarjono, alih bahasa (translation) bahasa akuntansi yang aslinya memang tidak berasal dari rumpun melayu, kemudian ditranslasikan menjadi bahasa melayu, menyebabkan kerancuan yang lumayan serius. Akibatnya, pembelajaran akuntansi menjadi sesuatu yang sulit, hanya karena pemaparan yang bahasanya sangat tingkat tinggi, sangat ilmiah. Saya pribadi (maaf) tidak oke kalau pemahaman di kebelakangkan hanya untuk menjaga agar literature-literature, karya-karya ilmiah, jurnal-jurnal akuntansi tidak "kehilangan pamor (=wibawa?) hanya gara-gara tidak menggunakan gaya bahasa, dan gaya pembahasan karya ilmiah yang baku. Hmmm... buat saya itu "pemikiran konservative" yang rada-rada (maaf) "naif". Come on, we've been on "21th" century now, it is "Lean Accounting Era now"!. Maaf kalau ada yang insulted. I don't meant it.

Cukup mengenai penggunaan bahasa akuntansi, that is not our main focus here.

Dari balasan quiz untuk menerima "Spreadsheet Cash Flow-Free" yang sudah berlangsung kemaren (sekarang soalnya sudah saya ganti), kita sudah melihat pemikiran wacana cost vs expense ternyata beraneka ragam. Lain orang lain pengertian (pemahaman-nya). Padahal mendeterminasi cost dan expense hampir kita lakukan setiap menit di accounting (itu artinya critical). Terdorong oleh hal tersebutlah maka saya membahas topic ini.

Okay, kita pribadi ke persoalan: Bagaimana mendeterminasi "Cost" dan "Expense". Agar mudah dipahami, saya akan memakai gambar-gambar dan denah sederhana, mudah-mudahan mampu mempermudah.


Gambar dan Bagan-1:
Cost of Goods Sold atau dialokasikan melalui Penyusutan (depreciation) atau amortisasi.

[2]. Suatu expenditure (pengaluaran) disebut "Expense" apabila kebalikan dari yang diatas, artinya pengeluaran tersebut dilakukan untuk memperoleh sesuatu yang tidak berpotensi menghasilkan cash kembali (alias keluar begitu saja, pergi selamanya tanpa pesan :P ).

Sesederhana itu? Ya, it's not a high rocket science.... :)

Accounting Contest-1

From now on, tentu anda sudah mampu mendeterminasi Cost dan Expense dengan mudah, tidak akan pernah ragu/bimbang lagi, bukan?

Jika iya, sekarang saya tantang anda; masih mendeterminasi "Cost" atau "Expense".

Apa tantangannya? CONTEST!, ya.. Accounting Contest.

Aturan contest
Contest artinya, anda dan rekan-rekan yang lain (siapa saja) bersaing untuk memenangkan contest dengan melaksanakan tantangan yang akan saya berikan. Tantangannya sederhana saja, yaitu menjawab sebuah pertanyaan dan memperlihatkan penjelasan (atau analisa) yang sebagus mungkin. Jawaban saya tunggu sampai hari senen (1-Jun-2008, pukul 13:00 WIB).

Saya akan memilih 15 contestant yang akan memperlihatkan balasan terbaik. Hasil penilian saya umumkan pukul 15:00 WIB di hari penutupan.

Hadiah Contest

Pemenangnya akan memperoleh; "EFFICIENCY CALCULATOR"

"Efficiency Calculator" yaitu spreadsheet yang saya rancang khusus untuk menghitung effisiensi atas suatu pengeluaran (pengeluaran apapun itu), akan sangat membantu dalam menghitung effisiensi (pengiritan) yang telah/akan anda lakukan. Baik itu untuk pengeluaran pribadi maupun pengeluaran perusahaan.

Contoh pengukuran effsiensi pengeluaran pribadi:

Anda menyukai (naksir) 2 orang gadis, yang sama-sama cantik, dan pintar. Let's say yang satu namanya "Jenny" yang satunya lagi namanya "Melinda". Anda bingung menentukan mana calon terbaik buat bakal istri. Sebagai orang accounting, mungkin (sekali lagi mungkin), effsiensi yaitu criteria utama dalam melaksanakan penilaian. Jenny suka makan Breadtalk™ yang menghabiskan rata-rata Rp 150,000/minggu, sedangkan Melinda suka makan sushi yang menghabiskan rata-rata Rp 200,000/minggu. Hmmm effisiensi-nya hanya Rp 50,000/minggu. Not significant, am I right?. Nah jika anda menikah dengan Jenny di usia 28 tahun, kemudian anda merencanakan pensiun di usia 60 tahun, berapa effisiensi-nya kalau anda menikah dengan jenny dibandingkan kalau anda menikah dengan Melinda? Calculator ini akan membantu menghitungkannya untuk anda dalam beberapa detik saja!, SUDAH MEMPERHITUNGKAN "NET PRESENT VALUE" DAN "NET FUTURE VALUE" UANG! Bisa anda bayangkan seberapa powerful calculator ini untuk mengukur effisiensi atas pengeluaran tertentu di kantor.

Bukan hanya itu, pemenang juga akan pribadi saya ikutkan (tanpa seleksi awal) di contest putaran berikutnya, untuk memenangkan sebuah grand price, yaitu sebuah "FLASHDISK 1 GIGABYTE", berisi freeware-freeware yang berkhasiat untuk keperluan kantor maupun pribadi anda, bukan CD, tetapi "flashdisk 1 gigabyte berisi freeware!", sehingga mampu anda hapus dan isi lagi sesuai keperluan anda. Contest putaran berikutnya akan disponsori oleh perusahaan tertentu yang sudah confirm untuk memperlihatkan sponsor.
Wah, saya pikir grand price-nya Mobil Mercy Compressor.... yah cuma flashdik 1GB.....
Memangnya ini Bank/Perusahaan Tbk? heheheeheh... ini cuma for fun, yet, sekalian sambil berguru kan?.

Tantangan Accounting Contest-1

 melalui sebuah contest terkait dengan topic ini DETERMINASI COST & EXPENSE - Terapan
Perhatikan gambar di atas:

Ada young lady, dia yaitu seorang professional marketer.

Pertanyaan-nya: Jika dia bekerja untuk perusahaan anda, atas pengeluaran yang akan dibayarkan untuk dia, apakah anda akan akui sebagai cost atau expense? jelaskan mengapa!.

Tulis balasan dengan analisa (penjelasan sebaik mungkin menurut anda) di komentar, dan jangan lupa sertakan email address anda.

Ingat, Accounting Contest-1 saya buka mulai posting ini dipublish, dan ditutup pada hari senen 01 June 2008 pukul 13:00 WIB.

Happy Contest!

 ini akan membahas mengenai perkembangan  PENGENALAN “ACCOUNTING ROLES” BAGI MANAGERPengenalan Accounting Roles Bagi Manager ini akan membahas mengenai perkembangan “accounting roles” dari awal hingga perkembangan terkini, bagaimana accounting balasannya mempengaruhi “non-financial manager’s roles” terkait dengan penggunaan warta keuangan. Pembahasan nanti akan mencakup: Accounting, accountability dan Account, Sejarah singkat accounting, The role of management accounting, Perkembangan Terkini Management Accounting.

Posting topic ini saya anggap penting, terutama bagi rekan-rekan yang tidak berasal dari background akuntansi/keuangan. Dengan posting ini, saya berharap rekan-rekan sanggup mempunyai perspective dan menempatkan accounting dan keuangan dengan semestinya tanpa di-drive oleh fatwa (read:penilian) yang hiperbola mengenai accounting (neither under-estimates nor over-estimates).

Accounting Untuk Managers, obviously kita akan lebih banyak berbicara (membahas) accounting dari sisi management-nya dibandingkan accounting techniques, akan banyak memakai istilah-istilah management. Akan banyak berbicara mengenai agregate dari entitas. Jika anda berpikir di category ini kita akan banyak berbicara mengenai jurnal-jurnal, perlakuan-perlakuan, itu tidak akan ada di category ini. Instead, disini akan banyak berbicara mengenai: strategy-strategy, analyisis-analysis, dan tactic terkait dengan decision-making yang terimplikasi maupun berimplikasi terhadap keuangan, value-added, profit, performance, goal achievement as a management team.

Apakah ini khusus ditujukan bagi mereka yang berposisi manager saja?

Jawabannya: Jelas tidak. Meskipun di category ini tidak membahasa jurnal-jurnal dan perlakuan-perlakuan, mengetahui (kalau sanggup mendalami) sisi managerialnya tentu sebuah kemajuan. Belajar mengenai tehnik-tehnik analisa, meng-interpretasikan laporan keuangan untuk kemudian dijadikan alat pengambilan keputusan strategis, isn't that a valuebale knowledge? . Well, intinya kalau anda suka belajar, suka improvement, suka progress, tidak mau jalan di tempat, ingin menapaki jalan yang lebih luas dan lapang. Let's go and read on....


Accounting, accountability dan Account.

Businesses exist untuk menyediakan barang (product) maupun jasa (services) ke customers guna memperoleh financial reward (imbal balik/wan-prestasi). Sementara itu, sector public (public-sector) dan organisasi-organisasi nirlaba (non-profit organization) juga menyediakan services, meskipun sumber keuangannya bukan berasal dari customers, melainkan dari pemerintah atau sumbangan dan bentuk charity lainnya.

While this post-series is primarily concerned with profit-oriented businesses, akan tetapi saya percaya most dari principles-principles yang akan dibahas equally applicable untuk sector public maupun non-profit organization.

Saya (mungkin semua orang accounting) menyadari sepenuhnya bahwa “Business is not about accounting”, essensi dari sebuah business bukanlah accounting, definitely not. Business yakni mengenai pasar, orang-orang (suppliers & customers) beserta operasinya (penyerahan barang/jasa).

Akan tetapi, accounting berimplikasi terhadap semua keputusan-keputusan business. Mengapa? Karena accounting yakni representasi dari aktifitas-aktifitas business.

AAA (=American Accounting Association) mendifiniskan accounting di tahun 1966 sebagai:

The process of identifying, measuring and communicating economic information to permit informed judgments and decisions by users of the information”.

Definisi ini yakni penting, karena:

[-]. It recognizes that accounting is a process: that process is concerned with capturing business events, recording their financial effect, summarizing and reporting the result of those effects, and interpreting those results (akan kita bahas di posting-posting selanjutnya).

[-]. It is concerned with economic information: while this is predominantly financial, it also allows for non-financial information (akan kita bahas di posting-posting saya selanjutnya)

[-]. Its purpose is to support "informed judgments and decisions" by users: this emphasizes the decision usefulness of accounting information and the broad spectrum of ‘users’ of that information (akan kita bahas di posting-posting selanjutnya).

While primary concern dari posting-posting saya selanjutnya yakni mengenai penggunaan “accounting information” untuk pengambilan keputusan (decision making), saya juga akan menempatkan perspective stakeholder selaku pengguna warta akuntansi, termasuk juga: semua, mereka-mereka yang tertarik dan concern mengenai kelangsungan hidup, keuntungan dan pertumbuhan dari sebuah business: shareholders, employees, customers, suppliers, financiers, government and society as a whole.

The notion of accounting baik itu dalam scoop yang sempit (shareholders dan financiers) maupun dalam scoop luas (masyarakat), menjadi debat philosophy yang penting yang akan kita bahas di posting-posting saya selanjutnya.

This debate derives from questions of accountability: to whom is the business accountable and for what, and what is the role of accounting in that accountability?

Boland and Schultze (1996) defined accountability as:

the capacity and willingness to give explanations for conduct, stating how one has discharged one’s responsibilities, an explaining of conduct with a credible story of what happened, and a calculation and balancing of competing obligations, including moral ones”.

Hoskin (1996) suggested that accountability is:

more total and insistent . . . [it] ranges more freely over space and time, focusing as much on future potential as past accomplishment”.

Accounting yakni sekumpulan sistem-sistem dan proses-proses untuk: mencatat, melaporkan dan menginterpretasikan transaksi business.

Accounting menyediakan:
Account (rekening)”, yaitu penjelasan-penjelasan dalam format laporan keuangan mengenai transaksi-transaksi dari suatu perusahaan (organisasi).

Adalah memungkinkan (read:bisa) bagi managers untuk menunjukkan kepuasan bagi stakeholders (owners, government, financiers, suppliers, customers, employees etc.), jika para manager bertindak (read: bersikap dan berperilaku) untuk kepentingan stakeholders (bukan untuk kepentingannya sendiri). Ini yakni pemahaman mengenai accountability terhadap pihak lain, sebagai sebuah hasil dari bentuk dedikasi manager kepada pemilik usaha.

Accounting is traditionally memenuhi 3 (tiga) fungsi berikut ini:

[-]. Scorekeeping: perekaman (capturing), pencatatan (recording), peringkasan dan pelaporan (summarizing & reporting) kinerja keuangan.

[-]. Attention-directing: menarik perhatian para manager sekaligus menunjukkan sumbangan (read:panduan) untuk menginterpretasikan: kinerja business particularly dalam membandingkan antara implementasi (pelaksanaan) dengan perencanaan.

[-]. Problem-solving: mengidentifikasikan pilihan terbaik diantara alternative action.

 ini akan membahas mengenai perkembangan  PENGENALAN “ACCOUNTING ROLES” BAGI MANAGER


Melalui fungsi-fungsi inilah nantinya akan banyak berbicara mengenai roles dari scorekeeping, emphasizing, attention directing, dan problem solving terkait dengan 3 area fungsi manager di bawah ini:

a). Planning: establishing goals and strategies to achieve those goals.
b). Decision-making: using financial information to make decisions consistent with those goals and strategies.
c). Controlling: using financial information to maintain performance as close as possible to plan, or using the information to modify the plan itself.

Planning, decision-making dan controlling khususnya relevan dengan perkembangan business yang semakin di-decentralized ke dalam business-business unit.

Para manager memerlukan informasi-informasi financial dan non-financial untuk mendevelop dan meng-implementasi-kan strategy-strategy:

[-]. Perencanaan ke depan (budgeting),
[-]. Pengambilan kepetusuan mengenai products, jasa, harga dan berapa cost yang akan dipergunakan (decision making using cost information)
[-]. Memastikan bahwa rencana-renacan yang dibentuk ter-eksekusi dengan effective sehingga goal perusahaan sanggup tercapai (Controlling)

Fungsi-fungsi ini dikenal dengan Managemenet Accounting (Akuntansi Management).


Sejarah Singkat Accounting

Saya tahu, bagi kebanyakan orang (termasuk saya), membaca wacana sejarah yakni sesuatu yang membosankan, akan tetapi yakni ironis berbiacara wacana accounting, tetapi samasekali tidak mengetahui dari mana, dan semenjak kapan accounting itu ada (apalagi untuk rekan-rekan yang bekerja di belahan accounting). Tak kenal maka tak suka, untuk itu ada baiknya mengetahui sedikit wacana asal-muasal accounting, topic yang telah dan akan terus kita bicarakan nanti. Tapi saya akan bicarakan tonggak-tonggak pentingnya saja.

Accounting bersama-sama telah ada sejak 3600 BC (cukup kuno) sperti disampaikan oleh Stone (1969):

In ancient Egypt in the pharaoh’s central finance department . . . scribes prepared records of receipts and disbursements of silver, corn and other commodities. One recorded on papyrus the amount brought to the warehouse and another checked the emptying of the containers on the roof as it was poured into the storage building. Audit was performed by a third scribe who compared these two records”.

Akan tetapi accounting yang kita kenal sekarang ini dimulai semenjak abad ke-14 di Italia wilayah Florence, Genoa dan Venice yang didorong oleh pertumbuhan perdagangan maritime dan institusi perbankan.

Bank yang menyediakan akomodasi untuk customer pertama kali dibuka di Venice tahun 1149.

Lombards yakni merchant Italia yang pertama kali membuatkan scheme peminjaman uang di Inggris pada akhir abad ke-12.

Balance Sheet (Neraca) yakni dokumen yang dikenal semenjak sekitar tahun 1400-an, dimana diketahui keluarga “Medicy” telah memakai pembukuan untuk pabrik dan penjualan pakaian jadi.

Treaties on Accounting (perlakuan akuntansi) (meskipun terdapat pada sebuah buku mathematic), yakni hasil karya seorang rahib (pendeta) yang berjulukan “LUCA PACIOLI” di tahun 1494.

Professional Accounting pertama kali diperagakan dan di pergunakan di Venice tahun 1581.


Bahasa Accounting

Banyak bahasa di dalam accounting memakai akar bahasa latin.

Misalnya:

[-]. “Debtor” berasal dari kata “debitum” (latin), yaitu sesuatu yang dimiliki.
[-]. “Assets” berasal dari kata “ad + satis” (latin), yang artinya mencukupi. Misalnya: untuk membayar kewajiban.
[-]. “Liability” berasal dari kata “ligare” (latin) yang artinya mengikat (to bind).
[-]. “Capital” berasal dari kata “caput” (latin) yang artinya pemimpin (head of wealth).
[-]. “Account” berasal dari latin computare “to count
[-]. “Profit” berasal dari kata “prospectus” (latin) yang artinya advance atau progress.

Selebihnya, banyak mengadopsi bahas Italia, misalnya:

[-]. “Sterling and shilling” berasal dari kata “sterlino” dan “scellino
[-]. LSD (pounds, shillings and pence) berasal dari “lire, soldi, denari”.

Kiranya saya tidak perlu untuk membicarakan perkembangan accounting lebih jauh lagi (Accounting pada masa revolusi Industri inggris, jerman dan amerika, vatter, Kaplan hingga Chandler).


Accounting Roles dan Perkembangan Terkini.

Akibat stimualsi kerugian yang relevant atau mungkin konsekwensi dari perubahan dunia business yang begitu cepat, management accounting berkembang dan berpindah dari management tradisional (yang concern pada masalah-masalah sempit saja) ke masalah-masalah yang lebih luas dalam kerangka meningkatkan dan mengefisienkan kinerja.

Management accounting is now implicated, to greater or lesser degrees in different organizations, with:

[-]. Value-based Management
[-]. Non-financial Performance Measurement Systems
[-]. Quality Management Approaches
[-]. Activity-based Management
[-]. Strategic Management Accounting

 ini akan membahas mengenai perkembangan  PENGENALAN “ACCOUNTING ROLES” BAGI MANAGERValue-based Management akan dijelaskan lebih mendalam lagi di posting-posting saya selanjutnya, akan tetapi perlu saya singgung sedikit bahwa Value-Based Management yakni teori yang banyak berfocus mengenai “bagaimana meningkatkan nilai dari sebuah business bagi shareholders-nya". Management accounting berimplikasi dalam hal ini sebagai “fundamental role” dari non-financial managers untuk menciptakan keputusan yang akan menunjukkan bantuan untuk meningkatkan “Business Value”.

Non-financial Performance Measure Systems are a major concern of both accountants and non-financial managers, as they tend to be leading indicators of the financial performance that will be reported at some future time.

Improving the quality of products and services is also a major concern. Disinilah Quality Management Approaches mengambil peranan. Advancement dalam technology produksi dan kebutuhan untuk meningkatkan kinerja dengan mengurangi pemborosan mulai menjadi perhatian, hal ini menggiring dunia business pada management-management tools yang semakin dikembangkan ketika ini, diantaranya:

[-]. Total Quality Management (TQM)
[-]. Just-In-Time (JIT),
[-]. Business Process Re-engineering (BPR)

Yang sangat grass ketika ini yakni “Continuous Improvement Processes", i.e.: “Six Sigma(SS)" dan “Business Excellence Model (BEM)”.

Management accounting has a role to play in these techniques and non-financial managers need to understand the relationships between accounting and new management techniques!

Activity-based Management yakni approach yang menitik-beratkan dasar-dasar “business-process” yang diperlukan untuk mengahasilkan barang atau jasa dan kebutuhan untuk mengidentifikasi penyebab (read:drivers) aktifitas-aktifitas tersebut guna sanggup menciptakan budget dan melaksanakan control dengan lebih effective

Strategic Management Accounting (saya akan bahas lebih detail lagi posting-posting saya selanjutnya) berfocus mengenai pergeseran perspective accountant (dan non-financial managers) dari “pandangan ke dalam” kepada “pandangan ke luar”, menyadari akan kebutuhan untuk melihat rantai luar business (suppliers and customers) dan mencari jalan untuk pencapaian “competitive advantage”.

Pergeseran dari perspective sempit yang dahulu wacana accounting ke partisipasi yang lebih aktif untuk memformulasikan dan meng-implementasi-kan business strategy, diiringi oleh pergeseran penggunaan set laporan dan analysis keuangan (read:tools) yang dahulu hanya diperlukan (read:difungsikan) oleh accountant dan financial manager, kini telah menjadi kebutuhan yang semakin urgent bagi non-financial managers.


Manyadari betapa “Accounting Roles” yakni sangat penting yang di drive oleh pergeseran perspective inilah yang menjadi alasan mengapa non-finacial manager perlu (sangat perlu) membekali diri dengan pemahaman mengenai accounting dan keuangan yang lebih baik. Up-coming post about Accounting for Manager is: Accounting dan Hubungannya dengan Shareholder serta Struktur Business.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.