Articles by "Pelaporan Korporate"

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New
Showing posts with label Pelaporan Korporate. Show all posts


PERBEDAAN DI ANTARA CONCEPTUAL FRAMEWORK

Perbandingan Rerangka Konseptual FASB dan Rerangka Konseptual IASC
Rerangka Konseptual FASB
Dewan penyusun standar akuntansi di Amerika Serikat dibentuk pada tahun 1936 dengan nama Committee on AccountingProcedure (CAP). Dewan ini  bekerja hingga tahun 1959  dan  berganti  nama  menjadi  Accounting Princilpes  Booard (APB). APB bekerja hingga dengan tahun 1973, kemudian digantikan  oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) hingga sekarang ini. Setelah  mengalami beberapa titik waktu (Juncture) dalam merumuskan prinsip-prinsip  akuntansi (Zeff 1984), FASB kesannya berhasil membuat sebuah model rerangka  konseptual yang mapan disebut, Statement of Financial Accounting Concepts  (SFAC). Rerangka ini merupakan dasar teoritis bagi FASB dalam  mengembangkan Standard Akuntansi Keuangan di Amerika Serikat. Standar-standar tersebut berkenaan dengan pengukuran acara ekonomi, penentuan  waktu kapan pengukuran dan pencatatan harus dilakukan, ketentuan pengungkapan mengenai acara tersebut, penyiapan dan penyajian ringkasan acara ekonomi tersebut dalam bentuk laporan keuangan.

Rerangka Konseptual IASC
Pembentukan IASC terjadi pada tanggal 23 Juni 1973 di Inggris yang diwakili oleh organisasi profesi akuntansi dari sembilan negara (Nobes dan  Parker 1995 :  9 ; dan Solomons, 1986 : 60). Tujuan pembentukan IASC ialah memformulasi standar dan mendorong keberterimaan dan ditaatinya IFRS secara  luas di dunia. (Solomons 1986 : 60). Sampai ketika ini IASC beranggotakan sekitar 150 organisasi atau tubuh penyusun standard akuntansi dari 113 negara (media akuntansi, 2000), dan telah berhasil merumuskan model teoritis yang juga mengadopsi meta teori dengan menempatkan tujuan sebagai top level. Model ini disebut Framework for the Preparation andPresentation of Financial Statements (FPPFS) (naskah asli terdapat di IAI, SAK, Oktober 2004).

Perbedaan  GAAP  dan  IFRS
Kerangka konseptual pelaporan keuangan yang kita kenal selama ini sebagaimana yang diadopsi dalam buku asuh di kampus-kampus ialah kerangka konseptual berdasarkan US GAAP. Sejalan dengan konvergensi International Financial Reporting Standar (IFRS) kedalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), mau tidak mau kita harus merubah mindset kita mengikuti kerangka konseptual IFRS tersebut. Karena proyek-proyek konvergensi sedang berlangsung, perbedaan spesifik menyusut antara IFRS dan US GAAP. Namun perbedaan yang signifikan yang tetap ada, sebagai pola :
-                 IFRS tidak mengizinkan Last In First Out (LIFO) sebagai metode persediaan biaya.
-                 IFRS memungkinkan penilaian kembali aktiva dalam keadaan tertentu.
-                 IFRS menggunakan metode langkah tunggal untuk penurunan write-downs daripada metode dua langkah yang digunakan dalam US GAAP, membuat write-downs lebih mungkin.
-                 IFRS membutuhkan kapitalisasi biaya pengembangan, ketika kriteria tertentu terpenuhi.

Perbedaan SAK ETAP  vs  PSAK - IFRS
-                 Materi SAK ETAP lebih sederhana sedangkan PSAK – IFRS complicated dan rumit.
-                 SAK ETAP cenderung menggunakan basis stewardship sebagai pertanggungjawaban pengelola kepada stakeholder sehingga cenderung menggunakan prinsip reliability, sedangkan PSAK – IFRS telah bergeser untuk pemenuhan user dalam pengambilan keputusan sehingga cenderung menggunakan prinsip relevan.


Pelaporan Keuangan Nirlaba
Laporan keuangan entitas nirlaba meliputi laporan posisi keuangan (neraca) pada final periode laporan, laporan kegiatan serta laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan, dan catatan atas laporan keuangan.

Laporan Posisi Keuangan
Tujuan Laporan Posisi Keuangan. Tujuan laporan posisi keuangan yakni untuk menyediakan gosip mengenai aset, liabilitas, serta aset neto dan gosip mengenai kekerabatan di antara unsurunsur tersebut pada waktu tertentu. Informasi dalam laporan posisi keuangan yang digunakan bersama pengungkapan, dan gosip dalam laporan keuangan lainnya dapat membantu para penyumbang, anggota entitas nirlaba, kreditor, dan pihakpihak lain untuk menilai :
(a)           Kemampuan entitas nirlaba untuk menunjukkan jasa secara berkelanjutan; dan
(b)          Likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi kewajibannya, dan kebutuhan pendanaan eksternal.

Laporan posisi keuangan mencakup entitas nirlaba secara keseluruhan dan menyajikan total aset, liabilitas, dan aset neto.

Laporan Aktivitas
Tujuan Laporan Aktivitas. Tujuan utama laporan kegiatan yakni menyediakan gosip mengenai  (a) pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang  mengubah jumlah dan sifat aset neto, (b) kekerabatan antar transaksi, dan peristiwa lain, dan (c)  bagaimana penggunaan sumber daya  dalam pelaksanaan berbagai  program atau jasa. Informasi dalam laporan aktivitas, yang digunakan bersama dengan pengungkapan gosip dalam laporan keuangan lainnya, dapat membantu para penyumbang, anggota entitas nirlaba, kreditur dan pihak lainnya untuk (a) mengevaluasi kinerja dalam suatu periode, (b) menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan entitas nirlaba dan menunjukkan jasa, dan (c)  menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer.
Laporan kegiatan mencakup entitas nirlaba secara keseluruhan dan menyajikan perubahan jumlah aset neto selama suatu periode. Perubahan aset neto dalam laporan kegiatan tercermin pada aset neto atau ekuitas dalam posisi keuangan.

Laporan Arus Kas
Tujuan Laporan Arus Kas. Tujuan utama laporan arus kas yakni menyajikan gosip mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode.

Klasifikasi Penerimaan dan Pengeluaran Kas
Laporan arus kas disajikan sesuai PSAK 2 (revisi 2009) : Laporan Arus Kas dengan komplemen berikut ini :
(a)           Aktivitas  pendanaan:
(i)            Penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang.
(ii)          Penerimaan kas dari pemberian dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk pemerolehan, pembangunan dan pemeliharaan aset tetap, atau peningkatan dana abadi.
(iii)        Bunga dan dividen yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang.
(b)          Pengungkapan gosip mengenai kegiatan investasi dan pendanaan nonkas: pemberian berupa bangunan atau aset investasi.


LETAK PERBEDAAN Standar Akuntansi untuk ETAP dengan IFRS

Tujuan laporan keuangan SAK-ETAP ialah menyediakan isu keuangan, kinerja keuangan, dan laporan arus kas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapa pun yang tidak dalam posisi dapat meminta khusus untuk memenuhi kebutuhan isu tertentu. Sedangkan tujuan laporan keuangan IFRS menawarkan isu perihal posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang memiliki kegunaan untuk banyak sekali penhhuna dalam membuat keputusan ekonomi.

Dalam beberapa hal SAK ETAP menawarkan banyak akomodasi untuk suatu entitas dibandingkan dengan IFRS (SAK UMUM) dengan ketentuan pelaporan yang lebih kompleks (IAI, 2010).

Untuk lebih terang dipahami letak perbedaan antara Standar Akuntansi untuk ETAP dengan IFRS, dapat diuraikan dalam beberapa adegan berikut ini :
a.              Materi SAK ETAP lebih sederhana sedangkan PSAK – IFRS complicated dan rumit.
b.             SAK ETAP cenderung menggunakan basis stewardship sebagai pertanggungjawaban pengelola kepada stakeholder sehingga cenderung menggunakan prinsip reliability, sedangkan PSAK – IFRS telah bergeser untuk pemenuhan user dalam pengambilan keputusan sehingga cenderung menggunakan prinsip relevan.
c.              SAK ETAP tidak mengatur pajak tangguhan
d.             SAK ETAP hanya menggunakan metode tidak pribadi untuk laporan arus kas.
e.              SAK ETAP menggunakan cost model untuk investasi ke asosiasi dan menggunakan metode ekuitas untuk anak perusahaan.
f.              SAK ETAP tidak secara penuh menggunakan PSAK 50/55.
g.             SAK ETAP hanya menggunakan model cost untuk aset tetap, aset tidak berwujud dan properti investasi.  PSAK-IFRS boleh memilih cost model atau model reavaluasi.

Selain SAK-ETAP dengan IFRS memiliki beberapa letak perbedaan yang telah disebutkan di atas, SAK-ETAP dengan IFRS ini juga memiliki persamaan yaitu sama-sama bertujuan untuk menyediakan / memberikan isu bagi pengguna yang nantinya digunakan untuk membuat keputusan ekonomi.


Aset Keuangan

Aset keuangan harus diklasifikasikan ke dalam salah satu kategori berikut :
a.              Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu aset keuangan yang memenuhi salah satu kondisi berikut ini ;
·                Diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, yaitu kalau diperoleh atau dimiliki terutama  untuk  tujuan  dijual  atau  dibeli  kembali  dalam  waktu  dekat,  merupakan bagian  dari  portofolio  instrumen  keuangan  tertentu  yang  dikelola  bersama  dan terdapat bukti mengenai contoh ambil untung dalam jangka pendek yang terkini, atau merupakan derivatif.
·                Pada ketika pengukuhan awal telah ditetapkan oleh Emiten atau  Perusahaan Publik untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Setelah pengukuhan awal, Emiten atau Perusahaan Publik mengukur aset tersebut pada nilai  wajarnya,  tanpa  harus  dikurangi  biaya  transaksi  yang  mungkin  timbul  saat penjualan, atau pelepasan lain.

b.             Investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo.
Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu aset keuangan non derivatif  dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah  ditetapkan, serta Emiten atau Perusahaan Publik mempunyai intensi positif  dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.
Setelah pengukuhan awal, Emiten atau Perusahaan Publik mengukur aset tersebut pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

c.              Pinjaman yang diberikan atau piutang
Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu aset keuangan non derivatif  dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. 
Aset keuangan tersebut dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi  menggunakan metode tingkat bunga efektif. Laba atau rugi diakui dalam laporan laba rugi konsolidasi pada ketika sumbangan dan piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, serta melalui proses amortisasi.
Setelah pengukuhan awal, Emiten atau Perusahaan Publik mengukur aset tersebut pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

d.             Aset keuangan yang tersedia untuk dijual.
·                Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu aset keuangan non  derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual atau yang tidak  diklasifikasikan sebagai sumbangan yang diberikan atau piutang,  investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok dimiliki hingga jatuh  tempo, atau aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
·                Setelah pengukuhan awal, Emiten atau Perusahaan Publik mengukur  aset tersebut pada nilai wajarnya, tanpa harus dikurangi biaya  transaksi yang mungkin timbul ketika penjualan, atau pelepasan lain.
·                Untuk investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi  harga di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, serta derivatif yang terkait dengan dan diselesaikan melalui  penyerahan instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif tersebut, maka diukur pada biaya perolehan.
·                Jika terjadi penjualan atau reklasifikasi dalam waktu maksimal 2  (dua) tahun terakhir atas investasi dalam kelompok dimiliki hingga  jatuh tempo dalam  jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak  signifikan dan tidak memenuhi kriteria yang diatur oleh SAK, maka  sisa investasi dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo harus  direklasifikasi menjadi investasi dalam kelompok tersedia untuk  dijual (tainting rule).
·                Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan tersedia untuk dijual dapat diklasifikasi ke sumbangan yang diberikan dan  piutang kalau memenuhi ketentuan sebagai sumbangan dan piutang dan  terdapat intensi dan kemampuan untuk memiliki untuk masa mendatang yang dapat diperkirakan atau hingga jatuh tempo.
·                Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya  disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan jika, dan hanya jika,  terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melaksanakan saling hapus  atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas  keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan  menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
·                Pada setiap tanggal periode pelaporan, Emiten atau Perusahaan  Publik mengevaluasi apakah terdapat bukti yang obyektif bahwa aset  keuangan atau kelompok aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi, biaya perolehan atau tersedia untuk dijual, mengalami penurunan nilai. Jumlah kerugian sesuai metode yang diatur dalam SAK diakui dalam laporan laba rugi.
Untuk setiap kategori aset keuangan, pembelian dan penjualan aset  keuangan  secara reguler dicatat pada tanggal transaksi.


Ventura Bersama

Ventura bersama merupakan suatu perjanjian kontraktual dimana dua atau  lebih pihak menjalankan kegiatan ekonomi yang tunduk pada pengendalian bersama. Pada umumnya, terdapat tiga jenis ventura bersama, ialah pengendalian  bersama operasi, pengendalian bersama aset, dan pengendalian bersama entitas.

Emiten atau Perusahaan Publik yang menjadi venturer dalam ventura  bersama berupa pengendalian bersama operasi mengakui bab partisipasi dalam laporan keuangannya :
a)             Aset yang dikendalikan dan liabilitas yang ditanggung.
b)             Beban yang ditanggung dan bab pendapatan yang diperoleh dari  penjualan barang dan jasa ventura bersama.

Emiten atau Perusahaan Publik yang menjadi venturer dalam ventura  bersama berupa pengendalian bersama aset mengakui bab partisipasi dalam laporan keuangannya :
a)             Bagiannya atas pengendalian bersama aset, yang diklasifikasikan sesuai  dengan sifat aset.
b)             Setiap liabilitas yang terjadi.
c)             Bagiannya atas liabilitas yang terjadi bersama dengan venturer lain yang  berkaitan dengan ventura bersama.
d)            Setiap penghasilan dari penjualan atau penggunaan bagiannya atas output  ventura bersama, bersama dengan bagiannya atas beban yang terjadi pada ventura bersama.
e)             Setiap beban yang telah terjadi sehubungan dengan bab partsipasinya dalam ventura bersama.

Emiten atau Perusahaan Publik yang menjadi venturer dalam ventura  bersama, berupa pengendalian bersama entitas mengakui bab partisipasi dalam  laporan keuangannya dengan menggunakan metode ekuitas atau, sebagai alternatif, konsolidasi proporsional.

Penerapan konsolidasi proporsional berarti laporan keuangan venturer  memasukkan bagiannya atas aset yang dikendalikan bersama dan liabilitas yang  ditanggung bersama. Laporan laba rugi komprehensif venturer mencakup bagiannya atas penghasilan dan beban dari pengendalian bersama entitas.


KOMBINASI BISNIS


Definisi Kombinasi Bisnis
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.22 revisi tahun 2010 lampiran A. Kombinasi bisnis yaitu suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Transaksi yang kadangkala disebut sebagai “penggabungan bekerjsama (true merger)” atau “penggabungan setara (merger of equals)” juga merupakan kombinasi bisnis sebagaimana istilah ini dipergunakan dalam pernyataan ini.

Tujuan Kombinasi Bisnis
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.22 revisi tahun 2010, meningkatkan relevansi, keandalan, daya banding info mengenai kombinasi bisnis dan dampaknya ;
·                Mengukur aset teridentifikasi, liabilitas yang diambil alih dan kepentingan non pengendali.
·                Mengakui dan mengukur goodwill atau keuntungan dari pembelian diskon.
·                Menentukan jenis indformasi yang diungkapkan.

Identifikasi Kombinasi Bisnis
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.22 revisi tahun 2010, kombinasi bisnis yaitu suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis.
“Penggabungan bekerjsama (true merger)”
Atau
“Penggabungan setara (merger of equals)”

Untuk setiap kombinasi bisnis, salah satu dari entitas yang bergabung diidentifikasikan sebagai pihak pengakuisisi, diantaranya ;
a.              Entitas yang mengalihkan kas atau aset atau menjadikan liabilitas.
b.             Menerbitkan ekuitas, “Reverse acqusition” penerbit = diakuisisi.
c.              Ukuran relatifnya signifikan lebih besar.
d.             Berinisiatif telah ada sebelum kombinasi.

 Kombinasi Bisnis Tanpa Pengalihan
Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.22, pengendalian dapat diperoleh tanpa adanya pengalihan imbalan, termasuk :
·                Pihak yang yang diakuisisi membeli kembali sahamnya sehingga pengakuisimemperoleh pengendalian.
·                Hilangnya hak veto yang sebelunnya menghalangi pengakuisisi untuk mengendalikan.
·                Pengakuisisi dan yang diakuisisi sepakat untuk mengkombinasikan bisnisnya dengan kontrak semata.
Contoh penggbungan dua bisnis bersama – sama dalam satu akad gabungan (stapling arrangement) atau pembentukan perusahaan yang tercatat di dua bursa (dual listed corporation).
Pengakuan sesuai PSAK ini, memunculkan kepentingan non pengendali yang lebih banyak didominasi atau seluruhnya.

AKUISISI

Tipe-Tipe Akuisisi

Akuisisi sebagai salah satu bentuk kombinasi bisnis dapat dibedakan dalam 2 tipe yakni akuisisi finansial dan akuisisi Strategis. Pemilihan antara kedua tipe akuisisi ini yakni sangat penting sebab dapat menunjukkan gambaran yang terperinci perihal latar belakang dan tujuan akuisisi. Berikut definisi tipe-tipe akuisisi.
a.              Akuisis Finansial (Finansial Acquisition)
Akuisisi finansial merupakan suatu tindakan akuisisi terhadap satu atau beberapa perusahaan tertentu yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mencapai keuntungan finansial. Kecenderungannya yakni usaha membeli perusahaan target dengan harga semurah mungkin untuk menjual kembali dengan harga jual yang lebih tinggi. Motif utama akuisisi ini yakni untuk mengeruk keuntungan finansial sebesar-besarnya.
b.             Akuisisi Strategis (Strategic Acquisition) 
Akuisisi strategis merupakan suatu akuisi yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menciptakan sinergy dengan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan jangka panjang. Sinergy ini tidak hanya berupa sinergy finansial, tetapi juga mencakup sinergy produksi, sinergy distribusi, sinergy pengembangan teknologi dan gabungan dari sinergy-sinergy tersebut.

Karakteristik Transaksi Akuisisi
Akuisisi merupakan suatu fenomena yang sangat kompleks sebab tidak hanya melibatkan para pelaku akuisisi, tetapi juga melibatkan pihak lain menyerupai lembaga keuangan, lembaga perpajakan dan pemegang saham publik. Salah satu wujud dari kompleksitas persoalan akuisisi yakni kompleknya transaksi akuisisi. Suatu jenis transaksi akuisisi tertentu mempunyai karakteristik yang berbeda dengan karakteristik transaksi akuisisi lainnya. Berikut penjelasan tiap karakteristik transaksi akuisisi.
a.              Transaksi Akuisisi Atas Dasar Kas (Cash Based Transaction)
Transaksi akuisisi atas dasar kas ini ditandai dengan pengeluaran sejumlah uang kas oleh pihak akuisitor untuk membayar saham perusahaan target. Sumber dana yang digunakan untuk melunasi transaksi akuisisi ini dapat bersumber dari surplus kas yang dimiliki akuisitor, penjualan harta milik akuisitor, penjualan saham milik akuisitor maupun melalui penerbitan obligasi (bond). Kadangkala sumber pembiayaan untuk transaksi kas ini berasal dari sumber eksternal menyerupai pertolongan bank ataupun kombinasi antara sumber-sumber pembiayaan eksternal dan sumber-sumber pembiayaan internal. 

b.             Transaksi Akuisisi Atas Dasar Saham (Stock Based Transaction)
Transaksi akuisisi atas dasar saham ini ditandai dengan penyerahan sebagian saham milik akuisitor sebesar saham perusahaan target yang dibelinya. Pada umumnya saham yang diserahkan tersebut merupakan saham akuisitor. Namun demikian dapat terjadi bahwa saham yang diserahkan tersebut bukan merupakan saham milik  akuisitor, melainkan berupa saham perusahaan anak milik akuisitor ataupun saham perusahaan lain yang dibeli oleh akuisitor dari bursa saham. Barter saham dengan saham ini dapat terjadi antara dua perusahaan atau lebih yang sering disebut pertukaran saham silang.

c.              Transaksi Akuisisi Atas Dasar Aktiva (Asset Based Transaction)
Transaksi atas dasar aktiva ini ditandai dengan penyerahan aktiva atau harta milik akuisitor kepada perusahaan target untuk melunasi saham yang dibelinya. Aktiva yang diserahkan tidak harus milik akuisitor melainkan dapat berupa aktiva yang dimiliki pihak lain yang dibeli oleh akuisitor untuk diserahkan kepada perusahaan target.

d.             Transaksi Akuisisi Kombinasi (Cash, Asset, And Stock Based Transaction)
Transaksi akuisisi cara kombinasi ini ditandai dengan kombinasi antara transaksi kas dan transaksi saham maupun kombinasi antara transaksi kas, transaksi saham dan transaksi aktiva  perusahaan. Karakteristik transaksi akuisisi ini dimungkinkan sebab adanya tuntutan fleksibilitas dalam proses pelaksanaan transaksi akuisisi. Oleh sebab seringkali suatu transaksi akuisisi melibatkan jumlah uang yang relatif besar sehingga cenderung diharapkan lebih dari satu sumber dana untuk melunasi transaksi akuisisi bersangkutan. 

e.              Transaksi Akuisisi Bertahap Ganda (Multi Stage Transaction)
Dalam transaksi akuisisi bertahap  ganda ini, penyelesaian transaksi akuisisi yakni secara bertahap dalam periode yang relatif panjang. Pada tahap awal pihak akuisitor hanya menyalurkan sebagian dana kepada perusahaan target. Setelah itu sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak, apabila perusahaan target berhasil meningkatkan kinerja usahanya maka pihak akuisitor berhak membeli dan menambah sejumlah dana lagi. Penyetoran pemanis dana segar ini terus berlangsung sampai mencapai jumlah optimal saham yang dibeli, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

f.              Transaksi Akuisisi Dengan Cara LBO (Leverage Buy Out)
LBO merupakan cara menciptakan keuntungan melalui cara pengambilalihan seluruh saham (buy-out) perusahaan target, yang dilunasi dengan surplus cash flow atau pun dengan cara mengumpulkan dana dari hasil penjualan aktiva, yang seringkali bersumber dari perusahaan target. 
  
2.1.3   Tujuan Akuisisi
Menurut Hartono (2003) secara umum, perusahaan melaksanakan akuisisi dengan tujuan sebagai berikut :
a.              Economies of scale. Perusahaan berusaha mencapai skala operasi dengan biaya rata-rata rendah. Skala ekonomis bukan hanya dalam artian proses produksi saja melainkan juga dalam bidang pemasaran, keuangan, personalia, dan administrasi.

b.             Memperbaiki manajemen. Kurangnya motivasi untuk mencapai laba yang tinggi serta kurangnya keberanian untuk mengambil resiko sering menyebabkan perusahaan kalah dalam persaingan usaha yang semakin ketat. Dengan akuisisi perusahaan dapat mempertahankan karyawan yang benar-benar dapat dipercaya untuk meningkatkan kemakmuran pemegang saham.

c.              Penghematan pajak. Penggabungan perusahaan yang tidak pernah memperoleh laba dengan perusahaan yang  profitable  dapat menyebabkan pajak yang dibayarkan lebih kecil.

d.             Diversifikasi. Melalui akuisisi sinergi pemberagaman bisnis (diversifikasi) dapat dilakukan. Diversifikasi dimaksudkan untuk mendukung acara bisnis dan operasi perusahaan untuk mengamankan posisi perusahaan dalam bersaing dengan perusahaan lain.

e.              Meningkatkan  corporate growth rate. Hal ini dimungkinkan sebab penguasaan jaringan pemasaran yang luas, manajemen yang lebih baik dan efisiensi yang lebih tinggi.

Manfaat Akuisisi
Pada umumnya perusahaan melaksanakan akuisisi sebab ingin menerima manfaat dari peristiwa tersebut. Gie (1992) mencatat beberapa manfaat akuisisi
berikut ini :
a.              Komplementaritas
Penggabungan dua perusahaan sejenis  atau lebih secara horizontal dapat menimbulkan sinergi dalam banyak sekali bentuk, misalnya : perluasan produk, transfer teknologi, sumber daya insan yang tangguh, dan sebagainya.
b.             Pooling kekuatan
Perusahaan-perusahaan yang terlampau kecil untuk mempunyai fungsi-fungsi penting untuk perusahaan, misalnya fungsi  research and development, akan lebih efektif kalau bergabung dengan perusahaan lain yang telah memiliki fungsi tersebut.
c.              Mengurangi persaingan
Penggabungan usaha diantara perusahaan sejenis akan menyebabkan adanya pemusatan pengendalian, sehingga dapat mengurangi pesaing.
d.             Menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan
Bagi perusahaan yang kesulitan likuiditas dan terdesak oleh kreditur, keputusan akuisisi dengan perusahaan yang berpengaruh akan menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.