Articles by "Manajemen Stratejik"

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New
Showing posts with label Manajemen Stratejik. Show all posts


LANDASAN MANAJEMEN STRATEJIK

Sebuah organisasi harus dikendalikan oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya untuk memastikan bahwa tujuan strategisnya dapat tercapai. Dalam proses pengendaliannya akan memaksa manajemen pada seluruh tingkatan untuk memastikan dan mengontrol bahwa orang-orang yang bekerja di dalamnya mengimplemetasikan taktik yang dimaksdu dengan efektif dan efisien. Proses pengendalian mengukur kemajuan kearah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaa sempurna pada waktunya untuk mengambil tindakan perbaikan. Sehubungan dengan pengendalian tersebut, dalam makalah ini dibahas mengenai pengendalian stratejik, dimana dalam pengendalian stratejik terdapat dua pendekatan yaitu, pendekatan tradisional dan pendekatan kontemporer. Dalam pengendalian stratejik terdapat implementasi stratejik yang secara efektif membutuhkan tiga kunci pengendalian stratejik yaitu, budaya, penghargaan, dan batasan.

Pendekatan tradisional didasarkan pada pendekatan umpan balik, dan memiliki arti suatu strategi, sasaran, dan tujuan organisasi hanya sedikit berubah atau bahkan tidak ada perubahan sama sekali sampai batas waktu yang ditentukan. Pendekatan kontemporer menekankan pada pentingnya evaluasi lingkungan (baik internal maupun eksternal) yang berkelanjutan untuk melihat apabila terdapat tren atau kejadian penting yang menunjukkan sinyal terhadap pentingnya melaksanakan modifikasi strategi, sasaran, dan tujuan organisasi. 

Terkait dengan implementasi sistem pengendalian stratejik, terdapat dua hal penting mengapa banyak yang menganjurkan untuk menekankan pada budaya organisasi dan penghargaan : Pertama,lingkungan semakin kompleks dan tidak dapat ditebak sehingga menghendaki perusahaan untuk bisa selalu fleksibel dan merespon dengan cepat setiap tantangan yang muncul. Budaya dan penghargaan sangat diharapkan untuk mampu menyatukan tujuan individu dengan tujuan organisasi.Kedua, kontrak implisit jangka panjang antara organisasi dan para karyawan kuncinya telah berkurang.

Para manajer muda cenderung melihat dirinya sebagai biro yang bebas dan memandang karie sebagai sejumlah tantangan, akhirnya sistem pengendalian dengan menggunakan penghargaan dan budaya organisasi sangat penting untuk membangun loyalitas organisasi. 

Ø  Sistem Pengendalian
Simons (1995) mengklasifikasikan sistem pengendalian administrasi untuk implementasi taktik menjadi empat diantaranya (1) interactive control sistem adalah pengendalian administrasi yang berfokus pada ketidakpastian stratejik dengan menganalisis peluang dan tantangan, (2) diagnostic control sistem adalah pengendalian administrasi yang menjamin pencapaian sasaran/kinerja, (3) boundary control sistems yaitu pengendalian yang fokus untuk mengidentifikasi tindakan dan kesalahan yang harus dihindari, dan (4) beliefs control sistem yaitu pengendalian yang berorientasi mencari core values organisasi.

Menurut Jaworski (1988), sistem pengendalian administrasi dibagi menjadi dua yaitu (1) pendekatan formal yaitu mekanisme pengendalian yang tertulis dan diciptakan manajemen untuk mensugesti karyawan biar berperilaku mendukung tujuan organisasi. Pengendalian output merupakan jenis pengendalian formal; (2) pendekatan informal merupakan pengendalian berbasis proses atau perilaku. Pengendalian input merupakan pengendalian informal. Anthony dan Govindarajan (1998: 6) melihat sistem pengendalian administrasi merupakan struktur dan proses dimana manajer mensugesti anggota organisasi yang lain untuk mengimplementasikan strategi. Proses pengendalian administrasi meliputi tahapan penentuan perencanaan stratejik, aktivitas dan penganggaran.

Fisher (1998: 53) menambahkan bahwa pengendalian administrasi meliputi: (1) pengendalian operasional yang baku (standard operating procedure) yang imanifestasikan dalam bentuk struktur organisasi, budaya organisasi, atau kebijakan-kebijakan organisasi misalnya sistem akuntansi manajemen; (2) pengendalian sibernetik yang meliputi sistem penganggaran dan kompensasi insentif.

Ø  Konsep Sistem Pengendalian
Ada beberapa konsep mengenai sistem pengendalian yang dikembangkan beberapa akademisi menyerupai Robert N. Anthony, Vijay Govindarajan, Joseph A. Maciariello, Calvin J. Kirby, Robert Simons, dan Kenneth A. Merchant. Penulisan karya final ini menggunakan konsep Sistem Pengendalian yang dikembangkan oleh Merchant dan Simons.

1.             Sistem Pengendalian Manajemen Merchant
Kerangka Sistem Pengendalian Manajemen lain dikembangkan berdasarkan pendekatan perilaku. Ouchi membuatkan kerangka mekanisme pengendalian dikembangkan oleh Merchant melalui pengendalian objek (object control).

2.             Sistem Pengendalian Simons
Simons membuatkan kerangka Sistem Pengendalian dengan menekankan suatu sistem yang formal, sistem informasi yang dapat memelihara atau mengubah pola kegiatan, yang tidak hanya berorientasi kepada pencapaian sasaran namun juga inovasi. Kerangka tersebut disebut dengan Levers of Control (Simons, 1995).

Simon (2000) menjelaskan bahwa terdapat  empat sistem kontrol  Levers of Control (LOC)  yaitu belief  system,  boundary  system,  diagnostic  control  system,  dan  interactive  control  system yang bekerja sama untuk manfaat perusahaan.

a)             Belief System
Belief  system  merupakan  sistem  formal  yang  digunakan  oleh   manajer  untuk  mendefinisikan, mengkomunikasikan  nilai-nilai  inti  perusahaan  dalam  rangka  untuk  menginspirasi  dan  memotivasi karyawan untuk mencari, mengeksplorasi, membuat, serta mengeluarkan upaya dalam tindakan yang tepat  (Simon, 1994).  Belief system  menjelaskan wacana nilai-nilai inti organisasi,  definisi organisasi, tujuan dan arah organisasi (Simon, 1995, 34). Hal tersebut berupa visi dan misi organisasi (Simon, 1995).  Dalam  Simon  (1994)   contoh  dari  belief  system  yaitu: Pernyataan  tentang  Visi  organisasi, Pernyataan wacana Misi organisasi, Pernyataan wacana Tujuan organisasi  

b)             Boundary System
Boundary  system  merupakan  sistem  formal  yang  digunakan  oleh  top  manajer  untuk mengkomunikasikan batasan dan aturan organisasi untuk dihormati  (Simon, 1994).  Boundary system memberitahukan karyawan apa yang mereka tidak dapat lakukan (Simons, 2000). Tujuannya ialah untuk  memungkinkan  karyawan  memiliki  kebebasan untuk  berinovasi,  menggali,  menciptakan,  dan mencapai  standar  tertentu.  Salah  satu  contoh  dari  boundary  systems  dalam  (Simon,  1994)  yaitu merupakan  sistem  yang  berisi  tentang  aturan,  batasan,  dan  larangan  dalam  :  Kode  etik  organisasi, Sistem perencanaan strategis, Sistem penganggaran

c)             Diagnostic Control System
Dalam  Simon  (1994)  diagnostic  control  system  merupakan  sistem  umpan  balik  formal  yang digunakan untuk memantau manfaat organisasi serta mengkoreksi kesalahan  apakah  sesuai dengan standar kinerja organisasi.  Tujuan dari diagnostic control system ialah memotivasi karyawan untuk melakukan,  menyelaraskan  perilaku  karyawan  dengan  tujuan  organisasi,  dan  untuk  menyediakan mekanisme  pemantauan,  selain  itu  dengan  dengan  adanya  diagnostic  control  system,  karyawan memiliki  kebebasan  dalam  berinovasi,  membuat  serta  mencapai  target  tertentu  dalam  sebuah organisasi   (Widener,  2007).  Dalam  Simon  (1994)  contoh  dari  diagnostic  control  system  yaitu : Rencana  laba  dan  penganggaran,  Sistem  tujuan  organisasi,  Sistem  pemantauan  kegiatan,  Sistem pemantauan pendapatan

d)            Interactive Control System
Interactive  control  system  merupakan  sistem  pengendalian  dimana  manajer  secara  teratur  dan aktif  melibatkan  diri  ke  dalam  pengambilan  keputusan  dan  aktifitas  karyawan  (Simon,  1994). Interactive  control  system  merupakan  proses  komunikasi  dua  arah   yaitu  antara  manajer  dengan karyawan bawahan pada banyak sekali tingkat organisasi (Abernethy & Lillis, 1995; Speklé, 2001). Dalam Simon (1994) manajer dapat menggunakan interactive control system dari :  System mengenai aktivitas penting organisasi dan mendiskusikannya  dengan bawahan,  Fokusnya perhatian rutin administrasi di seluruh  operasi  organisasi,  Partisipasi  dalam  diskusi  yang  berhadapan  langsung  dengan  bawahan, Melakukan debat secara berkelanjutan mengenai data, asumsi dan tindakan perencanaan.


EVALUASI KINERJA DAN INISIASI PENYESUAIAN KOREKTIF

Mengevaluasi Kinerja Dan Memulai Penyesuaian Hasil
Komponen kelima administrasi taktik dalam proses pemantauan perkembangan eksternal baru, mengevaluasi kemajuan perusahaan, dan membuat adjustments korektif yaitu titik pemicu untuk memutuskan apakah akan melanjutkan atau mengubah visi dan misi, tujuan, taktik perusahaan, dan / atau metode taktik eksekusi (Thompson et.al., 2012).

Corporate Governance : Peran Dewan Direksi Dalam Proses Pelaksana Strategi
Menurut Thompson et.al (2012), ada lima tugas yang dilakukan oleh manajemen strategis dengan cara yang ada di kepentingan pemegang saham terbaik dan pemangku kepentingan lainnya, seorang administrator perusahaan memiliki empat kewajiban penting untuk dipenuhi, yaitu :
1.             Mengawasi perusahaan dalam bidan akuntansi keuangan dan praktik pelaporan keuangan. 
2.             Kritis menilai arah perusahaan, strategi, dan pendekatan bisnis.
3.             Evaluasi keterampilan kepemimpinan strategis eksekutif senior.
4.             Lembaga rencana kompensasi untuk eksekutif puncak yang menunjukkan penghargaan kepada mereka atas tindakan dan hasil yang menyajikan kepentingan pemegang saham. 

Poin Utama
Proses administrasi strategis terdiri dari lima peran yang saling terkait (Thompson et.al., 2012) :
1.             Mengembangkan visi strategis dari masa depan perusahaan, sebuah pernyataan misi yang mendefinisikan tujuan perusahaan ketika ini, dan satu set nilai-nilai inti untuk memandu mengejar visi dan misi. Tugas manajerial ini dalam menunjukkan isyarat bagi perusahaan, menginspirasi karyawan perusahaan, panduan tindakan seluruh organisasi, dan berkomunikasi dengan stakeholder administrasi aspirasi untuk masa depan perusahaan.
2.             Menetapkan tujuan untuk mengubah visi dan misi ke dalam target kinerja dan menggunakan hasil yang ditargetkan sebagai tolok ukur untuk mengukur kinerja perusahaan. 
3.             Menyusun strategi untuk mencapai tujuan dan memindahkan perusahaan sepanjang proses strategis. Strategi datang dari jago yang melaksanakan hal-hal berbeda dari pesaing itu penting yang menjadi lebih berdayaguna, menjadi lebih imajinatif dan menyesuaikan diri lebih cepat. Dalam perusahaan diversifikasi besar, hirarki taktik pembuatan terdiri dari empat tingkat, yang masing-masing melibatkan tingkat yang sesuai administrasi : taktik perusahaan, taktik bisnis (strategi bisnis individu yang bersaing dalam industri tunggal), fungsional taktik dalam setiap bisnis (misalnya, pemasaran, R & D, logistik), dan operasi strategi. Dengan demikian, pembuatan taktik yaitu acara kolaboratif inklusif yang melibatkan tidak hanya eksekutif senior perusahaan tetapi juga kepala divisi bisnis utama, manajer fungsional daerah, dan manajer operasi utama. Semakin besar dan lebih beragam operasi suatu perusahaan, semakin banyak poin dari inisiatif strategis yang telah dan semakin tingkat administrasi yang memainkan membuat peran taktik menjadi lebih penting.
4.             Pelaksana taktik yang dipilih dan mengubah rencana strategis ke dalam tindakan. Mengelola pelaksanaan taktik merupakan acara operasi yang berorientasi membentuk kinerja acara bisnis inti mendukung secara strategi. Manajemen penanganan dari proses implementasi taktik dapat dianggap berhasil kalau ada yang cukup lancar bahwa perusahaan memenuhi atau mengalahkan sasaran strategis dan keuangan kinerja dan menunjukkan kemajuan yang baik dalam mencapai administrasi visi strategis. 
5.             Pemantauan perkembangan, evaluasi kinerja, dan memulai menyesuaikan dalam pengalaman nyata, perubahan kondisi, ide-ide gres dan peluang baru. Ini peran dari proses administrasi taktik yaitu titik pemicu untuk memutuskan apakah akan melanjutkan atau mengubah visi perusahaan dan metode misi, tujuan, strategi, dan / atau pelaksanaan strategi.


KOMPONEN STRATEJIK YANG RELEVAN TERHADAP LINGKUNGAN MAKRO PERUSAHAAN

Menurut Arthur A. Thompson (Crafting and Excuting Strategy : 2012) digambarkan bahwa terdapat lingkungan makro dari sebuah perusahaan di luar dari industri perusahaan itu. Gambar ini memperlihatkan faktor apa saja yang dapat mensugesti bisnis dari sebuah perusahaan dalam mencapai tujuannya, yang terdapat beberapa komponen yang termasuk di dalam lingkungan makro  atau lingkungan eksternal perusahaan.

Lingkungan makro menggambarkan suatu situasi diluar perusahaan yang dapat mensugesti kinerja perusahaan. Perusahaan mengamati lingkungan makro dengan melaksanakan penelitian dalam mengantisipasi lingkungan yang mudah berubah, harus memperhatikan enam komponen yang dapat mensugesti perusahaan dalam berusaha. Komponen – komponen tersebut meliputi faktor demografi, ekonomi, lingkungan alam, teknologi, politik, dan hukum serta lingkungan sosial budaya. Setiap komponen dalam lingkungan makro dapat mensugesti perusahaan dalam menghadapi iklim persaingan dinamis.


Sumber : Thompson A., Peteraf, M., Gamble, J., & Strickland, L. (2012, p47). Crafting and Excuting Strategy 18th edition. New York : McGraw - Hill
·                Faktor Politik dan Hukum
Tindakan pemerintah juga akan mensugesti taktik yang dapat menawarkan peluang maupun hambatan usaha. Keuntungan ekonomi merupakan salah satu alasan pemerintah memberi perlindungan kepada perusahaan, karena alasan keamanan dan tenaga kerja serta alasan lainnya. Bantuan tersebut dapat berupa subsidi, proteksi, pembelian dalam jumlah besar untuk barang dan jasa yang dihasilkan serta perubahan kecerdikan yang mengarah pada perkembangan perusahaan (Bloom dan Boone, 2006:45).

·                Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi spesifik yang umum dianalisis dalam lingkungan pemasaran ialah tahap siklus bisnis, gejala inflasi, kebijakan keuangan, kebijakan fiskal dan neraca pembayaran (TH. Goh dan Kheng – Hor, 2003:47).

·                Faktor Sosial Budaya
Masyarakatlah yang membentuk keyakinan dan nilai dasar pada diri kita, bentuk standar yang memerintahkan bagaimana kita berafiliasi dan berinteraksi dengan orang lain. Setiap tempat memiliki nilai dasar yang berbeda mengenai, kebebasan, kepribadian, kepraktisan, pencapaian, peningkatan, perikemanusiaan, kenyamanan dan kesehatan merupakan hal yang penting untuk mengadaptasi produk ddengan nilai dasar budaya yang dipegang oleh para konsumen (Bloom dan Boone, 2006:44).

·                Faktor Teknologi
Faktor teknologi dapat mensugesti acara pemasaran karena teknologi memungkinkan untuk mengubah cara hidup dan contoh konsumsi manusia. Hasil yang optimal akan diperoleh jikalau didukung dengan penggunaan teknologi yang modern misalnya komputer untuk kasir akan mempercepat pembayaran (Kotler, 2004:169).

·                Faktor Lingkungan Alam
Lingkungan alam dapat berkembang menjadi rusak disebabkan ulah manusia. Kerusakan lingkungan menyebabkan penipisan sumber daya alam, dan penipisan ini akan menimbulkan korelasi ekologis antara insan dan alam semakin tidak bersahabat. Tindakan bijaksana diharapkan dalam mengantisipasi kekurangan materi baku, meningkatnya biaya energi, populasi penduduk, dan perubahan tugas pemerintah dalam perlindungan lingkungan hidup (Kotler, 2004:167).

·                Faktor Demografi
Faktor yang merupakan huruf statistik dari pasar yang anda tuju, mencakup skala atau ukuran, distribusi usia, komposisi keluarga, gabungan etnik, mobilitas, serta distribusi strategis dan kesemua variabel yang telah dituliskan menentukan potensi dan daya beli serta perubahan – perubahan yang terjadi dipasar (Bloom dan Boone, 2006:42).
 
Analisa tersebut menggunakan teknik PESTEL yang merupakan singkatan dari Economy, Social, Political dan Technology serta ditambahkan Environment dan Law & Regulations. Kerangka PESTEL digunakan untuk mengidentifikasi faktor – faktor lingkungan makro yang dapat mensugesti taktik bisnis, dan menilai bagaimana faktor tersebut dapat mensugesti kinerja bisnis dikala ini dan masa yang akan datang. Teknik ini dapat membantu dalam melihat secara keseluruhan kondisi lingkungan dari Industri yang akan dituju.

Apa faktor strategis yang relevan di dalam lingkungan makro? Industri berbeda secara signifikan bagaimana mereka dipengaruhi oleh kondisi lingkungan makro yang luas. Mengidentifikasi faktor-faktor ini ialah strategis yang relevan ialah langkah pertama untuk memahami bagaimana sebuah perusahaan terletak di lingkungan eksternal. Analisis PESTEL faktor politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, lingkungan / ekologi, dan hukum / peraturan menyediakan kerangka kerja untuk mendekati problem ini secara sistematis. Mengidentifikasi fitur strategis yang relevan dari lingkungan makro menetapkan tahapan untuk analisis yang akan datang, karena mereka memainkan tugas penting dalam menentukan potensi industri untuk keuntungan yang menarik.


industri  memberi  peluang yang menarik untuk tumbuh

Sebuah industri yang menarik yakni industri yang memperlihatkan potensi keuntungan. Sebaliknya, industri yang tidak menarik yakni industri yang tidak memperlihatkan potensi keuntungan. Jika sebuah perusahaan menggunakan Porter analisis dan menyimpulkan bahwa struktur kompetitif industri memiliki peluang untuk keuntungan tinggi, maka perusahaan dapat memilih untuk masuk ke dalam industri atau pasar tersebut. Selanjutnya, jikalau perusahaan sudah bersaing di dalam industri atau pasar, metode Porter dapat digunakan untuk menentukan posisi yang optimal di dalam pasar.

Menurut analisis lima kekuatan kompetitif industri Michael Porter (1980), industri yang menarik memiliki karakteristik sebagai berikut : bahaya pendatang gres rendah, kekuatan tawar pemasok lemah, kekuatan tawar pembeli lemah, bahaya produk pengganti rendah, intensitas persaingan antara kompetitor industri rendah dan perhiasan produk atau jasa terbatas atau tidak tersedia. Sebaliknya, industri yang tidak menarik memiliki karakteristik yang berlawanan dengan industri yang menarik.


                  Jenis  kekuatan  kompetisi  yang dihadapi oleh industri.


Dalam melihat daya saing tersebut dapat pendekatan Lima Kekuatan Kompetitif (Five Competitive Forces) yang dicetuskan oleh Michael E. Porter dari Harvard Business School (1979). Model Porter dapat  digunakan dalam membuat perencanaan bisnis di masa mendatang  sehingga dapat memahami dimana letak kekuatan perusahaan dalam  industri tersebut. Dalam perencanaan tesebut kita dapat memanfaatkan kekuatan dan membenahi kelemahan yang ada pada industri tersebut. Oleh karena itu, perusahaan dapat menentukan tujuan yang ingin dicapai dalam industri tersebut.

Sumber : Thompson, A., Peteraf, M., Gamble, J., & Strickland, L. (2012, p50). Crafting and Executing Strategy 18th edition. New York : McGraw-Hill.

Kekuatan persaingan yaitu gabungan dari lima kekuatan, yaitu : (1) tekanan kompetitif yang berafiliasi dengan bahaya pendatang gres ke pasar, (2) tekanan kompetitif yang berasal dari daya tawar pemasok, (3) tekanan kompetitif yang berasal dari daya tawar pembeli, (4) tekanan persaingan yang terkait dengan terobosan pasar yang dibuat oleh produk pengganti, dan (5) tekanan kompetitif yang berasal dari perebutan kompetitif di antara tentangan industri. Ruang lingkup kelima kekuatan bersaing tersebut, antara lain :

(1)          Ancaman pendatang baru, yang dapat ditentukan dengan hambatan masuk ke dalam industri, antara lain, hambatan harga, biaya yang tinggi, pengalaman incumbent dalam industri, keunggulan biaya, differensiasi produk, kanal distribusi dan kebijakan pemerintah.
(2)          Kekuatan tawar-menawar pemasok, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain tingkat konsentrasi pasar, diverifikasi, organisasi pemasok dan pemerintah.
(3)          Kekuatan tawar-menawar pembeli, yang dipengaruhi oleh banyak sekali faktor, antara lain differensiasi, konsentrasi, kepentingan pembeli, tingkat pendapatan, pilihan kualitas produk, kanal informasi, dan switching cost. 
(4)          Ancaman produk subtitusi, yang ditentukan oleh harga produk subtitusi, switching cost, dan kualitas produk.
(5)          Persaingan di dalam industri, yang ditentukan oleh berbagai faktor, yaitu pertumbuhan pasar, struktur biaya, hambatan keluar industri, pengalaman dalam industri, dan perbedaan taktik yang diterapkan.

Tekanan Persaingan Mencakup :
(1)          Ancaman Pendatang Baru, perusahaan yang memasuki industri yang membawa kapasitas gres dan ingin memperolehpangsa pasar yang baik dan laba, akan tetapi semua itu sangat tergantung kepada rintangan atau kendala yang mengitarinya.
(2)          Daya Tawar Menawar Pemasok, pemasok dapat juga menjadi bahaya dalam suatu industri alasannya pemasok dapatmenaikkan harga produk yang dijual atau mengurangi kualitas produk. Jika harga produk pemasok naik maka harga pokokperusahaan juga naik sehingga akan menaikkan harga jual produk. Jika harga jual produk naik maka sesuai dengan hukumpermintaan, ajakan produk akan menurun. Begitu pula jika pemasok menurunkan kualitas produk, maka kualitas produkpenghasil juga akan turun, sehingga akan mengurangi kepuasan konsumen.
(3)          Daya Tawar Menawar Pembeli, pembeli akan selalu berusaha mendapat produk dengan kualitas baik dan dengan hargayang murah. Sikap pembeli semacam ini berlaku universal dan memainkan tugas yang cukup menentukan bagi perusahaan.Jika suatu produk dinilai harganya jauh lebih tinggi dari kualitas (harganya tidak mencerminkan yang sepantasnya) makapembeli (konsumen) tidak akan membeli produk perusahaan.
(4)          Daya Tawar Produk Pengganti, produk pengganti secara fungsional mempunyai manfaat yang serupa dengan produk utama (asli), namun memiliki kualitas produk dan harga yang lebih rendah. Umumnya, produk pengganti disenangi oleh orang yangberpenghasilan rendah akan tetapi ingin tampil dengan status lebih tinggi dari keadaan sebenarnya.
(5)          Persaingan Antar Pesaing, persaingan konvensional selalu berusaha sekeras mungkin merebut pangsa pasar perusahaan lain. Konsumen merupakan objek persaingan dari perusahaan yang sejenis yang bermain di pasar. Siapa yangdapat memikat hati konsumen maka perusahaan akan dapat memenangkan persaingan. Untuk dapat memikat konsumenmaka banyak sekali cara dilakukan mulai dari menyampaikan akomodasi khusus, bantuan kredit dengan syarat ringan, harga murahatau diskon.

Sifat dan kekuatan tekanan persaingan harus berlaku dengan kekuatan, dan kekuatan kolektif mereka harus dievaluasi. Satu kekuatan yang kuat, namun, dapat cukup untuk menjaga profitabilitas secara rata di industri yang rendah. Bekerja melalui lima Model kekuatan pembuat taktik membantu dalam menilai bagaimana melindungi perusahaan dari pasukan terkuat, mengidentifikasi arena menarik untuk ekspansi, atau mengubah kondisi kompetitif sehingga mereka memperlihatkan prospek yang lebih menguntungkan untuk profitabilitas.


                 Faktor  yang  mendorong  perubahan industri dan dampaknya.

Menurut Thompson (2015), faktor perubahan dalam industri dan dampaknya akan mereka miliki di intensitas kompetitif dan profitabilitas industri, adalah Industri dan kondisi persaingan berubah sebab kekuatan tertentu bertindak untuk menciptakan insentif atau tekanan untuk perubahan. Kekuatan pendorong yang paling umum termasuk perubahan dalam jangka panjang tingkat pertumbuhan industri, meningkatnya globalisasi, terkait perkembangan Internet, mengubah perilaku pembeli, perubahan teknologi dan inovasi proses manufaktur, produk dan inovasi pemasaran, masuk atau keluar dari perusahaan besar, know-how dari difusi, peningkatan efisiensi di pasar yang berdekatan, pengurangan ketidakpastian dan risiko bisnis, perubahan kebijakan peraturan dan pemerintah, dan mengubah faktor sosial. Setelah perubahan driver sebuah industri telah diidentifikasi, peran analitis menjadi salah menentukan apakah mereka bertindak, secara individu dan kolektif, untuk membuat lingkungan industri lebih atau kurang menarik.


                  Posisi  persaingan  di industri

Menurut Thompson (2015), pemetaan kelompok strategis yaitu alat yang berharga untuk memahami kesamaan, perbedaan, kekuatan, dan kelemahan yang melekat dalam posisi pasar perusahaan saingan. Saingan dalam kelompok strategis yang sama atau di sekitarnya yaitu pesaing dekat, sedangkan perusahaan di kelompok strategis yang jauh biasanya mengakibatkan sedikit atau tidak ada bahaya langsung. Pelajaran dari pemetaan kelompok strategis yaitu bahwa beberapa posisi di peta yang lebih menguntungkan daripada yang lain. Potensi keuntungan dari kelompok strategis yang berbeda mungkin tidak sama alasannya yaitu kekuatan mengendalikan industri dan kekuatan kompetitif cenderung memiliki efek yang berbeda-beda pada kelompok strategis yang berbeda industri.

Dalam sebuah industri, umumnya perusahaan banyak mengalami persaingan maupun bahaya dari pada kompetitornya. Perusahaan dapat melaksanakan beberapa analisis untuk mengetahui seberapa besar kekuatan para kompetitornya dalam industri yang sama, contohnya dengan melalui skema / diagram five force analysis dari Michael E. Porter.

Michael E. Porter mengidentifikasi lima komponen yang dapat menentukan daya pikat sebuah jenis industri atau segmen pasar apakah masih menarik atau tidak untuk dimasuki beserta ancamannya dari masing – masing komponen tersebut. Ancaman – bahaya tersebut datang dari :
(1)          Threat of intense segment rivalry
Apabila pemain atau kompetitornya sudah banyak, berpengaruh dan agresif, maka segmen pasar tersebut sudah tidak menarik lagi untuk dimasuki. Terlebih lagi kalau posisinya sudah dalam posisi stabil dan menurun.
Ø   Persaingan secara umum lebih berpengaruh dikala :
§    Para pesaing aktif dalam membuat gerakan – gerakan segar untuk meningkatkan posisi mereka di dalam pasar dan performa bisnis.
§    Permintaan pembeli tumbuh perlahan.
§    Permintaan pembeli menurun dan penjual kelebihan kapasitas dan inventory (persediaan)
§    Jumlah persaingan meningkat dan pesaing memiliki ukuran dan kemampuan kompetitif yang sama.
§    Produk pesaing yang berupa komoditi atau yang lain sulit dibedakan.
§    Biaya yang dikeluarkan oleh pembeli untuk mengganti merek yaitu rendah.
§    Satu atau lebih peaing tidak puas dengan posisi dan market share mereka sekarang dan membuat gerakan bergairah untuk menarik lebih banyak konsumen.
§    Pesaing memiliki seni administrasi dan objektif yang berbeda dan berlokasi di beberapa negara.
§    Orang luar yang mengakuisisi pesaing yang lemah dan mencoba merubah menjadi peaing utama.
§    Satu atau dua pesaing memiliki seni administrasi yang berpengaruh dan pesaing lainnya berebut untuk tetap tinggal dalam permainan.

Ø   Persaingan secara umum lebih lemah dikala :
§    Anggota industri bergerak hanya dalam waktu yang jarang atau dalam cara yang tidak bergairah untuk menggambarkan penjualan dan market share yang menjauh dari pesaing.
§    Permintaan pembeli bertumbuh dengan cepat.
§    Produk pesaing sangat berbeda dan loyalitas konsumen sangat tinggi.
§    Biaya yang dikeluarkan oleh pembeli untuk mengganti merek yaitu lebih besar.
§    Hanya ada kurang dari lima penjual atau lainnya begitu banyak pesaing sehingga tindakan dari suatu perusahaan memiliki dampak pribadi yang kecil terhadap bisnis pesaingnya.

Ø   Senjata khas untuk melawan pesaing dan menarik pembeli, yaitu :
§    Harga yang lebih rendah.
§    Fitur yang lebih banyak atau berbeda.
§    Perform produk yang berbeda.
§    Kualitas yang lebih tinggi.
§    Gambaran merek dan pendekatan yang lebih kuat.
§    Pemilihan model dan gaya yang lebih luas.
§    Jaringan penyalur yang lebih besar / baik.
§    Pembiayaan dengan tingkat bunga rendah.
§    Iklan yang lebih tinggi tingkatannya.
§    Kemampuan inovasi produk lebih kuat.
§    Kemampuan pelayanan kepada konsumen yang lebih baik.
§    Kemampuan yang lebih berpengaruh untuk menyediakan pembeli dengan adanya produk custom made.

(2)          Threats of new entrants
Daya pikat sebuah segmen bervariasi berdasarkan tinggi rendahnya hambatan untuk masuk dan keluar (entry and exit barriers). Segmen yang paling menarik yaitu dimana hambatan untuk masuk industri tinggi dan hambatan untuk keluar rendah. Beberapa perusahaan dapat memasuki industri tersebut dan perusahaan yang berforma buruk dapat keluar dengan mudah. Sebuah perusahaan hendaknya berhati – hati tidak hanya kepada pemain lama dalam industri tersebut, tetapi juga kepada pemain gres yang potensial untuk memasuki industri tersebut.

Ø   Ancaman pendatang gres lebih berpengaruh dikala :
§    Kemampuan kandidat pendatang gres berjumlah besar dan beberapa dari kandidat tersebut memiliki sumber daya yang dapat membuat mereka menjadi pesaing yang andal di pasar.
§    Hambatan untuk masuk rendah atau dapat segera dilompati oleh kandidat pendatang gres tersebut.
§    Ketika anggota industri yang sudah ada mencoba untuk memperluas capaian pasar mereka dengan memasuki segmen produk atau area geografis dimana sebelumnya mereka tidak memiliki eksistensi dalam segmen atau area tersebut.

Ø   Ancaman pendatang gres lebih lemah dikala :
§    Kumpulan kandidat pendatang gres berjumlah kecil.
§    Hambatan untuk masuk tinggi.
§    Kompetitor yang sudah ada berjuang untuk memperoleh profit / keuntungan yang sehat.
§    Pandnagan ihwal industri tersebut beresiko atau tidak pasti.
§    Permintaan pembeli bertumbuh pelan atau dalam kondisi stagnant.
§    Anggota industri akan berpengaruh menguji dari pendatang gres untuk meraih kedudukan di dalam pasar.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.