Latest Post

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New

Laporan Keuangan Perusahaan Jasa - Seberapa pentingkah laporan keuangan itu? Laporan keuangan dikatakan penting karena laporan keuangan merupakan dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan. Informasi mengenai posisi keuangan yang terbaca dalam laporan keuangan ini, berkhasiat bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengambil keputusan.

Apakah fungsi laporan keuangan ini? Laporan keuangan pada dasarnya yaitu hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau kegiatan suatu perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau kegiatan perusahaan tersebut.

Pada umumnya, laporan keuangan terdiri atas neraca, laporan laba/ rugi, dan laporan perubahan modal. Laporan laba/rugi merupakan laporan yang menggambarkan hasilhasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta beban yang terjadi selama periode tertentu. Laporan perubahan modal merupakan laporan yang menyampaikan sumber dan penggunaan modal perusahaan. Neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan/ menggambarkan jumlah aktiva, utang, dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu.

Namun, dalam praktiknya selain ketiga laporan tersebut sering disusun juga laporan lain yang sifatnya membantu untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut.


 Seberapa pentingkah laporan keuangan itu Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Misalnya, laporan perubahan modal kerja, laporan perubahan laba kotor, laporan biaya produksi, dan laporan arus kas. Berkaitan dengan hal tersebut, pada episode ini dibahas mengenai laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, neraca, dan laporan arus kas.


Laporan Laba rugi (income statement)

Laporan laba/rugi merupakan laporan yang bertujuan untuk menyajikan pendapatan beban-beban dan laba/rugi perusahaan untuk suatu periode tertentu. Dari laporan laba/rugi dapat diketahui kinerja keuangan perusahaan. Berikut laporan laba/rugi bentuk single step untuk kasus Eva Salon.


 Seberapa pentingkah laporan keuangan itu Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Pada laporan laba rugi perusahaan jasa Eva Salon tersebut terlihat bahwa perusahaan bisa mengelola operasional perusahaan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perolehan laba bersih sebesar Rp1.680.000,00.

Catatan:
Data keuangan terdiri atas beberapa pendapatan dan beban. Laporan laba/ rugi dapat disusun dengan bentuk multiple step, yaitu dengan memisahkan pendapatan dan beban operasional dan pendapatan dan beban non operasional.


Lapora perubahan modal / akuitas

Mengapa perusahaan memerlukan laporan perubahan modal? Laporan perubahan modal diharapkan untuk mengetahui maju mundurnya perusahaan tersebut. Jika modal perusahaan bertambah pada simpulan tahun berarti terdapat kemajuan, begitu juga sebaliknya. Jika modal awal lebih besar daripada modal simpulan maka hal ini menyampaikan perusahaan mengalami kemunduran. Jadi, laporan perubahan modal ini menceritakan perubahan yang terjadi pada modal (ekuitas) pemilik perusahaan. Mengapa? Modal dapat mengalami perubahan bertambah atau berkurang, perubahan ini disebabkan oleh hasil operasi perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Laporan perubahan modal untuk kasus Eva Salon disajikan sebagai berikut:


 Seberapa pentingkah laporan keuangan itu Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Laporan perubahan modal pada perusahaan jasa Eva Salon di atas terjadi karena adanya pengambilan prive oleh pemilik dan bertambahnya modal dari perolehan laba. Oleh karena itu, pada tanggal 31 Desember 2006 laporan keuangan menyampaikan bahwa modal bertambah dari Rp22.300.000,00 menjadi Rp23.780.000,00.


Balance sheet / neraca

Setelah mempelajari laporan laba rugi dan laporan perubahan modal, sebaiknya Anda pelajari pula cara membuat neraca. Untuk mengingat kembali, apakah neraca itu? Neraca yaitu laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Neraca dapat disajikan dalam bentuk scontro maupun staffel. Marilah kita coba membuat neraca untuk kasus perusahaan jasa Eva Salon.

a. Neraca bentuk scontro

 Seberapa pentingkah laporan keuangan itu Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Pada neraca, modal pemilik diambil dari laporan perubahan modal. Sedangkan laporan perubahan modal dibuat berdasarkan laporan laba/rugi. Jadi, sebelum membuat neraca, Anda harus membuat laporan laba/rugi dan laporan perubahan moda terlebih dahulu.

b. Neraca bentuk staffel
Dengan data yang sama pada perusahaan jasa Eva Salon, perhatikan neraca bentuk staffel berikut ini!

 Seberapa pentingkah laporan keuangan itu Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Apa yang dapat Anda simpulkan setelah mengetahui hasil simpulan neraca bentuk staffel? Samakah jumlah aktiva dan pasiva pada neraca bentuk scontro? Mana yang menurutmu lebih mudah?


Laporan arus kas (cash flow statment)
Laporan arus kas merupakan laporan yang menyampaikan perubahan kas selama satu periode akuntansi. Apa saja yang dimuat dalam laporan kas ini? Laporan kas memuat sumber perolehan kas dan pos-pos pengeluaran kas. Jadi, berdasarkan laporan arus kas dapat diketahui sumber dan penggunaan kas.

Salah satu komponen pokok laporan keuangan yaitu laporan perubahan posisi keuangan; disebut juga dengan istilah laporan sumber dan penggunaan dana. Laporan perubahan posisi keuangan dapat disajikan dalam bentuk laporan arus (laporan sumber dan penggunaan kas) atau dalam bentuk laporan sumber dan penggunaan modal kerja. Dalam buku ini, hanya dibahas mengenai laporan arus kas.

Dalam persamaan dasar akuntansi di muka, tampak bahwa setiap terjadi transaksi menimbulkan perubahan pada pos-pos persamaan akuntansi. Pospos persamaan akuntansi pada dasarnya yaitu pos-pos neraca. Dengan kata lain, setiap transaksi yang terjadi pada perusahaan menimbulkan perubahan pada pos-pos neraca. Perubahan pada suatu pos neraca yang diimbangi dengan penambahan kas maka perubahannya menyampaikan sumber kas. Misalnya, penerimaan piutang (karena pembayaran piutang) dari debitur menimbulkan pengurangan pada piutang dan penambahan pada kas. Oleh karena itu, berkurangnya piutang menyampaikan sumber kas, perubahan pada pos bersangkutan menyampaikan penggunaan kas. Coba Anda cari contohnya!

Perubahan pada setiap pos jawaban transaksi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi, masing-masing tampak dalam neraca simpulan periode yang bersangkutan. Oleh karena itu, data sumber dan penggunaan kas dalam suatu periode dapat diketahui dengan cara membandingkan masing-masing pos neraca simpulan suatu periode dengan neraca simpulan periode yang lalu. Atau, antara neraca awal dan neraca simpulan suatu periode. Perubahan pada tiap pos neraca menyampaikan sumber kas atau penggunaan kas.

Laba bersih yang diperoleh perusahaan merupakan sumber dana pada perusahaan perseorangan diperlakukan sebagai penambah modal pemilik. Sementara, pengambilan prive pemilik diperlakukan sebagai pengurang modal. Dengan demikian perubahan besarnya modal yang tampak dalam neraca yaitu jawaban adanya laba atau rugi dan pengambilan prive pemilik, sehingga harus diinformasikan menjadi sumber kas yang berasal dari laba bersih dan penggunaan kas untuk kerugian dan pengambilan prive.

Perubahan yang menyampaikan sumber kas yaitu sebagai berikut:
1. Berkurangnya aktiva lancar selain kas
2. Berkurangnya harga perolehan aktiva tetap (aktiva tetap bruto)
3. Akumulasi penyusutan aktiva tetap
4. Bertambahnya utang
5. Penambahan ekuitas

Sementara, perbedaan besarnya masing-masing pos dalam dua neraca yang menyampaikan penggunaan kas, yaitu sebagai berikut.
1. Bertambahnya aktiva selain kas
2. Berkurangnya utang
3. Berkurangnya ekuitas

Berdasarkan keterangan di atas, langkah-langkah yang diharapkan dalam penyusunan laporan arus kas, yaitu sebagai berikut.
1. Menyusun daftar perubahan pos-pos neraca dengan membandingkan neraca awal dan simpulan suatu periode. Atau antara neraca simpulan suatu periode dengan simpulan periode yang lalu.
2. Mengelompokkan perubahan-perubahan hasil langkah pertama di atas menjadi kelompok yang mengkibatkan kas bertambah (sumber dana) dan kelompok yang mengkibatkan kas berkurang (penggunaan dana).
3. Mengelompokkan perubahan pada pos modal menjadi kelompok yang menjadi sumber dana dan kelompok yang menyampaikan penggunaan dana.
4. Menyusun hasil langkah ke-2 dan ke-3 di atas dalam bentuk laporan arus kas.

Laporan arus kas dapat disusun dengan membandingkan neraca dua periode. Perhatikanlah neraca Eva Salon pada tahun 2004 dan 2005 yang diperbandingkan berikut ini.

 Seberapa pentingkah laporan keuangan itu Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Laporan arus kas dapat digunakan oleh para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan untuk memengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam rangka pembiasaan dengan perubahan keadaan dan peluang.

 Seberapa pentingkah laporan keuangan itu Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Berdasarkan neraca perbandingan tersebut dapat disusun laporan arus kas sebagai berikut.

 Seberapa pentingkah laporan keuangan itu Laporan Keuangan Perusahaan Jasa


Analisis :
Jika jumlah penerimaan lebih besar daripada jumlah pengeluaran maka perusahaan akan mendapatkan arus kas masuk bersih (net cash inflow). Jika jumlah pengeluaran lebih besar daripada jumlah penerimaan, maka perusahaan akan mendapatkan arus kas keluar bersih (net cash out flow). Proses penyusunan laporan keuangan tersebut dilakukan berdasarkan korelasi data yang ada pada setiap laporan keuangan. Data laba bersih pada laporan laba/rugi akan menjadi komponen pada laporan perubahan modal. Selanjutnya, data modal simpulan menjadi komponen pada neraca sehingga tampak bahwa ketiga laporan tersebut menghasilkan data yang saling berhubungan. Sedangkan data mengenai transaksi kas menjadi komponen penyusunan laporan arus kas.

Dengan selesainya pembuatan laporan arus kas maka siklus kegiatan perusahaan jasa telah selesai. Untuk mengetahui siklus kegiatan perusahaan dagang dapat mempelajarinya di kelas XII!

Biaya Tenaga Kerja - Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu: 
(1) gaji dan upah reguler yaitu jumlah gaji dan upah bruto dikurangi dengan potongan-potongan ibarat pajak penghasilan karyawan dan biaya asuransi hari bau tanah ; 
(2) premi lembur 
(3) biaya-biaya yang berafiliasi dengan tenaga kerja (labor related costs). 



1 Gaji dan Upah 
Ada banyak sekali macam cara perhitungan upah karyawan dalam perusahaan. Salah satu cara yaitu dengan mengalikan tarif upah dengan jam kerja karyawan. Dengan demikian untuk menentukan upah seorang karyawan perlu dikumpulkan data jumlah jam kerjanya selama periode waktu tertentu. 
Dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan, dokumen pokok untuk mengumpulkan waktu kerja karyawan yaitu kartu hadir (clock card) dan kartu jam kerja (job time ticket). Kartu hadir yaitu suatu catatan yang digunakan un mencatat jam kehadiran karyawan, yaitu jangka waktu antara jam hadir dan jam meninggalkan perusahaan. Jika jam kerja perusahaan dimulai jam 08.00 hingga den jam 16-00, maka kartu hadir karyawan akan berisi jam kedatangan di perusahaan jam pergi dari perusahaan setiap hari kerja. Jika seorang karyawan hadir di perusahaan dari jam 08.00 hingga dengan jam 16.00, maka ia hadir di perusahaan selama 8 jam yang merupakan jam kerja reguler perusahaan. Jika karyawan tersebut bekerja lebih dari 8 jam sehari, kelebihan jam kerja di atas jam kerja reguler tersebut dinamakan jam lembur.
Pada setiap selesai minggu, kartu hadir tiap karyawan dikirim ke bab pembuat daftar gaji dan upah untuk dipakai sebagai dasar perhitungan gaji dan upah karyawan per minggu, Di samping kartu hadir, perusahaan menggunakan kartu jam kerja untuk mencatat pemakaian waktu hadir karyawan pabrik, dalam mengerjakan banyak sekali pekerjaan atau, produk. Kartu jam kerja ini biasanya hanya digunakan untuk mencatat pemakaian waktu hadir tenaga kerja pribadi di pabrik.
Kartu jam kerja untuk setiap karyawan kemudian diubahsuaikan dengan waktu yang tercantum dalam kartu jam hadir dan dikirim ke Bagian Biaya untuk keperluan distribusi gaji dan upah (labor cost distribution) tenaga kerja langsung. Kartu jam kerja sangat penting dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok pesanan dalam perhitungan harga pokok produknya. Dalam perusahaan yang menggunakan metode harga pokok proses, kartu jam kerja tersebut tidak diperlukan, alasannya yaitu karyawan melaksanakan pekerjaan atau membuat produk yang sama dalam departemen tertentu dari hari ke hari, sehingga distribusi biaya tenaga kerja tidak diperlukan.

Sebelumnya mengenai Penggolongan Biaya Tenaga Kerja ini mungkin dapat membantu

biaya gaji dan upah dilakukan dalam empat tahap pencatatan berikut ini:
a. Tahap pertama, berdasarkan kartu hadir karyawan (baik karyawan produksi, pemasaran maupun manajemen dan umum), bab pembuatan daftar gaji dan upah kemudian membuat daftar gaji dan upah Karyawan. Dari daftar gaji dan upah tersebut kemudian dibuat rekapitulasi gaji dan upah untuk mengelompokkan gaji dan upah tersebut menjadi: gaji dan upah karyawan pabrik, gaji dan upah karyawan manajemen dan umum, serta dan upah karyawan pemasaran. Gaji dan upah karyawan pabrik dirinci lagi ke dalam upah karyawan pribadi dan karyawan tak pribadi dalam hubungannya dengan produk Atas dasar rekapitulasi gaji dan upah tersebut, Jurnalnya yaitu sebagai berikut : 

 Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu  Biaya Tenaga Kerja



b. Tahap kedua, atas dasar daftar gaji dan upah tersebut Bagian Keuangan membuat bukti kas keluar dan cek untuk pengambilan uang dari bank. Atas dasar bukti kas keluar tersebut, Jurnalnya yaitu sebagai berikut : 


 Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu  Biaya Tenaga Kerja



c Tahap ketiga, Setelah cek diuangkan di bank, uang gaji dan upah kemudian dimasukkan ke dalam amplop gaji dan upah tiap karyawan. Uang gaji dan upah karyawan kemudian dibayarkan oleh juru bayar kepada tiap karyawan yang berhak. Tiap karyawan menandatangani daftar gaji dan upah sebagai bukti telah diterimanya gaji dan upah mereka setelah tiap karyawan mengambil gaji dan upahnya, atas dasar daftar gaji dan upah yang telah ditandatangani karyawan, Jurnalnya yaitu sebagai berikut : 


 Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu  Biaya Tenaga Kerja



d. Tahap keempat, penyetoran pajak penghasilan (PPh) karyawan ke Kas Negara. Jurnalnya yaitu sebagai berikut : 

 Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu  Biaya Tenaga Kerja


Dalam hubungannya dengan gaji dan upah, perusahaan menunjukkan insentif kepada karyawan supaya dapat bekerja lebih baik. Insentif dapat didasarkan atas waktu kerja, hasil yang diproduksi atau kombinasi di antara keduanya. 

Terdapat a beberapa cara dalam pinjaman insentif yaitu : 
a. Insentif satuan dengan jam minimum (Straight Piecework with a Guarantee Hourly Minimum Plan) 
Karyawan dibayar atas dasar tarif perjam untuk menghasilkan jumlah satuan output standar. Untuk hasil produksi yang melebihi jumlah standar tersebut, karyawan mendapatkan jumlah upah pelengkap sebesar jumlah kelebihan satuan keluaran di atas standar kali tarif upah per satuan. Tarif upah per satuan dihitung dengan cara membagi upah standar per jam dengan satuan keluaran standar per jam. Seperti pada ilustrasi berikut dimana menurut sebuah time study dibutuhkan waktu 5 menit untuk menghasilkan 1 satuan produk, maka jumlah keluaran standar per-jam yaitu 12 satuan. Jika upah pokok sebesar Rp600 per jam, maka tarif upah per satuan yaitu Rp50. Karyawan yang tidak dapat menghasilkan jumlah standar per jam, tetap dijamin mendapatkan upah Rp600 per jam. Tetapi bila ia dapat menghasilkan 14 satuan per jam (ada kelebihan 2 satuan dari jumlah satuan standar per jam) maka upahnya dihitung sebagai berikut :

 Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu  Biaya Tenaga Kerja



b. Taylor differential piece rate plan 
Cara pinjaman insentif ini yaitu semacam straight piece rate plan yang menggunakan tarif tiap potong untuk jumlah keluaran rendah per jam dan tarif tiap potong yang lain untuk jumlah keluaran tinggi per jam. Untuk memudahakan pemahaman dapat diilustrasikan sebagai berikut karyawan dapat mendapatkan upah Rp 4.200 per hari (7 jam kerja). Misalkan rata-rata seorang karyawan dapat menghasilkan 12 satuan per jam, sehingga upahnya per satuan Rp50 {upah per hari dibagi dengan jumlah yang dihasilkan per hari Rp 4.200. Dalam Taylor plan ini, misalnya ditetapkan tarif upah Rp 45 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 14 satuan atau kurang per jam dan Rp 65 per satuan untuk karyawan yang menghasilkan 16 satuan per jam, maka upah per jam karyawan dihitung sebagai berikut: Rp 65 x 16 =Rp l.040 per jam. Sedang bila karyawan hanya menghasilkan 12 satuan per jam, maka upah per jam dihitung sebagai berikut: Rp45 x 12 = Rp540 



2 Premi Lembur 
Dalam perusahaan, jikalau karyawan bekerja lebih dari 40 jam satu minggu, maka mereka berhak mendapatkan uang lembur dan premi lembur. Misalnya dalam satu ahad seorang karyawan bekerja selama 44 jam dengan tarif upah (dalam jam kerja biasa maupun lembur) Rp600 per jam. Premi lembur dihitung sebesar 50% dari tarif upah. Upah karyawan tersebut dihitung sebagai berikut:

 Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu  Biaya Tenaga Kerja


Perlakuan terhadap premi lembur tergantung atas alasan-alasan terjadinya lembur tersebut Premi lembur dapat ditambahkan pada upah tenaga kerja pribadi dan dibebankan pada pekerjaan atau departemen kawasan terjadinya lembur tersebut. Perlakuan ini dibenarkan bila pabrik telah bekerja pada kapasitas penuh dan pelangganan mau mendapatkan beban pelengkap alasannya yaitu lembur tersebut. 
Premi lembur dapat diperlakukan sebagai unsur biaya overhead pabrik atau dikeluarkan sama sekali dari harga pokok produk dan dianggap sebagai biaya periode (period expenses). Perlakuan yang terakhir ini hanya dapat dibenarkan jikalau lembur tersebut terjadi alasannya yaitu ketidakefisienan atau pemborosan waktu kerja. 



3 Biaya-Biaya Yang Berhubungan Dengan Tenaga Kerja (Labor Related Costs) 
Seringkali terjadi sebuah pabrik memerlukan waktu dan sejumlah biaya untuk memulai produksi. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memulai produksi disebut biaya pemula produksi (set up costs). Biaya awal produksi diharapkan pada waktu pabrik atau proses mulai dijalankan atau dibuka kembali atau pada waktu produk gres diperkenalkan. Biaya awal produksi meliputi pengeluaran-pengeluaran untuk pembuatan rancang bangunan penyusunan mesin dan peralatan, latihan bagi karyawan dan kerugian-kerugian yang timbul akhir belum adanya pengalaman 

Ada tiga cara perlakuan terhadap biaya awal produksi: 
1. Dimasukkan ke dalam kelompok biaya tenaga kerja langsung. Bila biaya awal produksi dapat diidentifikasikan pada pesanan tertentu, maka biaya ini seringkali dimasukkan dalam kelompok biaya tenaga kerja pribadi dan dibebankan pribadi ke rekening Barang Dalam Proses. 
2. Dimasukkan sebagai unsur biaya overhead pabrik. Biaya awal produksi dapat diperlakukan sebagai unsur biaya overhead pabrik. Jurnal untuk mencatat biaya pemula produksi yaitu sebagai berikut: 

 Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu  Biaya Tenaga Kerja


3. Dibebankan kepada pesanan yang bersangkutan. Biaya awal produksi dapat dibebankan kepada pesanan tertentu, dalam kelompok biaya tersendiri, yang terpisah dari biaya materi baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

Dalam mengolah produk, seringkali terjadi hambatan-hambatan, kerusakan mesin atau kekurangan pekerjaan. Hal ini menjadikan waktu menganggur bagi karyawan (Idle Time). Biaya-biaya yang dikeluarkan selama waktu menganggur ini diperlakukan sebagai unsur biaya overhead pabrik. Untuk memudahkan pemahaman dapat dilustrasikan sebagai berikut seorang karyawan harus bekerja 40 jam per minggu. Upahnya Rp 600 per jam. Dari 40 jam kerja tersebut misalnya 10 jam merupakan waktu menganggur dan sisanya digunakan untuk mengerjakan pesanan tertentu. Jurnal untuk mencatat biaya tenaga kerja tersebut yaitu :

 Pada umumnya biaya tenaga kerja dapat dibagi ke dalam tiga golongan besar yaitu  Biaya Tenaga Kerja


Sekian mengenai Biaya Tenaga Kerja, semoga ini dapat membantu semua yang membutuhkan.

Siklus Biaya - dalam perusahaan dipengaruhi oleh siklus acara usaha perusahaan tersebut. Pada perusahaan dagang siklus acara dimulai dengan pembelian barang dagangan kemudian tanpa melalui pengolahan lebih lanjut dan diakhiri dengan penjualan kembali barang dagangan tersebut. Dalam perusahaan dagang siklus akuntansi biaya dimulai dengan pencatatan harga pokok barang dagangan yang dibeli dan berakhir dengan penyajian harga pokok barang dagangan yang dijual. Tujuan akuntansi biaya dalam perusahaan dagang yaitu untuk menyajikan isu harga pokok barang dagangan yang dijual, biaya manajemen dan umum, serta biaya pemasaran. 
Pada perusahaan jasa siklus acara dimulai dengan persiapan penyerahan jasa dan berakhir dengan penyerahan jasa kepada pemakainya. Dalam perusahaan jasa siklus akuntansi biaya dimulai dengan pencatatan biaya persiapan penyerahan jasa dan berakhir dengan disajikannya harga pokok jasa yang diserahkan. biaya dalam perusahaan jasa bertujuan untuk menyajikan isu harga pokok per satuan jasa yang diserahkan kepada pemakai jasa. 

Sebelumnya mengenai Biaya Tenaga Kerja ini mungkin dapat membantu

Pada perusahaan manufaktur siklus acara dimulai dengan pengolahan materi baku di bab produksi dan berakhir dengan penyerahan produk jadi ke bab gudang. Dalam perusahaan manufaktur siklus akuntansi biaya dimulai dengan pencatatan harga pokok materi baku yang dimasukkan dalam proses produksi, dilanjutkan dengan pencatatan biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang dikonsumsi untuk produksi, serta berakhir dengan disajikannya harga pokok produk jadi yang diserahkan oleh Bagian Produksi ke Bagian Gudang. biaya dalam perusahaan manufaktur bertujuan untuk menyajikan isu harga pokok produksi per satuan produk jadi yang diserahkan ke Bagian Gudang. 
Pada prosesnya akuntansi biaya akan tampak pada siklus di perusahaan manufaktur . Oleh alasannya yaitu itu pembahasan metode harga pokok pesanan akan menitik beratkan pada proses di perusahaan manufaktur saja. Siklus akuntansi biaya dalam perusahaan manufaktur digunakan untuk mengikuti proses pengolahan produk, semenjak dari dimasukkannya materi baku ke dalam proses produksi hingga dengan dihasilkannya produk jadi dari proses produksi tersebut. (Gambar 4.1)

 dalam perusahaan dipengaruhi oleh siklus acara usaha perusahaan tersebut Siklus  Biaya


Selanjutnya siklus akuntansi biaya juga dapat digambarkan melalui korelasi rekening-rekening buku besar, menyerupai tampak pada penjelasan penampungan biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan materi baku menjadi produk jadi berikut ini : 

Barang Dalam Proses 
Digunakan untuk mencatat biaya materi baku, biaya tenaga kerja eksklusif dan biaya overhead pabrik (debit), dan harga pokok produk jadi yang ditransfer ke Bagian Gudang (kredit).
Persediaan Bahan Baku 
Digunakan untuk mencatat harga pokok materi baku yang dibeli (debit), dan harga pokok materi baku yang dipakai dalam produksi (kredit). 

Gaji dan Upah 
Rekening ini merupakan rekening antara (clearing account) yang digunakan untuk mencatat utang gaji dan upah (debit) dan upah eksklusif yang digunakan untuk mengolah produk (kredit). 

Biaya Overhead Pabrik yang dibebankan 
Digunakan untuk mencatat biaya overhead pabrik yang dibebankan kepada produk berdasarkan tarif yang ditentukan di muka (kredit). 

Biaya Overhead Pabrik sesungguhnya 
Digunakan untuk mencatat biaya overhead pabrik yang bersama-sama terjadi (debit). 

Persediaan Produk Jadi 
Digunakan untuk mencatat harga pokok produk jadi yang ditransfer dan bab produksi ke bab gudang (debit), dan harga pokok produk jadi yang dijual (kredit). 

Persediaan Produk dalam Proses 
Digunakan untuk mencatat harga pokok produk yang pada selesai periode masih dalam proses (debit). 


Sekian mengenai materi Siklus Biaya, biar ini mampu membantu kalian semua yang membutuhkan.


- Pajak Penghasilan -
Berikut ini yaitu pengertian istilah yang digunakan dalam pernyataan ini:
 Pajak sebagai iuran wajib kepada kas negara merupakan hal yang harus dijunjung tinggi keberlangsungannya, baik ketaatan masyarakat dalam menyetor pajak, ataupun keakuratan perhitungan pajak itu sendiri.
 Pajak Penghasilan yaitu pajak yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan pajak ini dikenakan atas penghasilan kena pajak perusahaan.
 Pajak Penghasilan Final yaitu pajak penghasilan yang bersifat final, yaitu bahwa setelah pelunasannya, kewajiban pajak telah selesai dan penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan selesai tidak digabungkan dengan jenis penghasilan lain yang terkena pajak penghasilan yang bersifat tidak final. Pajak jenis ini dapat dikenakan terhadap jenis penghasilan, transaksi, atau usaha tertentu.
 Laba akuntansi yaitu laba atau rugi bersih selama satu periode sebelum dikurangi beban pajak.
 Penghasilan kena pajak atau laba fiskal (taxable profit) atau rugi pajak (tax loss) yaitu laba atau rugi selama satu periode yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan dan yang menjadi dasar penghitungan pajak penghasilan.

Pembayaran pajak di Indonesia masuk dalam kas negara sekitar 75% dari jumlah kas yang ada. Sehingga pajak lebih banyak didominasi kuat terhadap penyusunan anggaran belanja negara. Tetapi masih banyak masyarakat di lapisan bumi pertiwi ini yang tidak sadar akan pajak dan bahkan memanfaatkan uang pajak untuk memperkaya diri sendiri, kelompok, dll.
Untuk menentukan laba atau pajak kena penghasilan dalam pelaporan akuntansi, wajib pajak sering mengalami permasalahan akhir perbedaan peraturan perpajakan dengan pernyataan standar keuangan akuntansi. Perbedaan tersebut terdiri dari perbedaan sementara (temporary different) dan perbedaan tetap (permanent different). Perbedaan tetap tidak boleh dimasukkan ke dalam laporan laba rugi alasannya yaitu berdasar aturan perpajakan bukan merupakan penghasilan. Sedangkan perbedaan sementara boleh diakui, sehingga harus dilakukan rekonsiliasi fiskal untuk mengetahui laba fiskal perusahan.

PSAK 46 mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan dalam:
 Mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan periode mendatang untuk hal-hal sebagai berikut: (a) Pemulihan nilai tercatat aktiva dan pelunasan nilai tercatat kewajiban yang disajikan di dalam neraca, (b) Transaksi atau kejadian lain dalam periode berjalan yang diakui dan disajikan didalam laporan komersial perusahaan.
 Pengakuan aktiva pajak tangguhan yang berasal dari sisa kerugian yang belum dikompesasikan, penyajian pajak penghasilan di dalam laporan keuangan komersial dan pengungkapan info yang bekerjasama dengan pajak penghasilan Prinsip Dasar Akunansi Pajak Penghasilan.

Prinsip Dasar Akuntansi Pajak Penghasilan
Akuntansi pajak penghasilan ibarat diatur dalam PSAK 46 menggunakan dasar akrual, yang mengharuskan untuk diakuinya pajak penghasilan yang kurang dibayar atau terutang dan pajak yang lebih bayar dalam tahun berjalan.

Prinsip dasar:
Tujuan PSAK 46 yaitu untuk mengatur akuntansi pajak penghasilan. Dalam mempertanggungjawabkan konsekuensi pajak pada periode berjalan dan mendatang yaitu pemulihan (penyelesaian) jumlah tercatat aset (liabilitas) di masa depan yang diakui pada laporan posisi keuangan entitas. Transaksi-transaksi lain pada periode kini yang diakui pada laporan keuangan entitas. Pernyataan ini juga mengatur aset pajak tangguhan yang berasal dari rugi yang dapat dikompensasi ke tahun berikut.

Ruang Lingkup PSAK 46 yaitu, PSAK ini diterapkan untuk akuntansi pajak penghasilan termasuk semua pajak luar negeri yang didasarkan pada laba kena pajak. Pajak penghasilan termasuk pemotongan pajak yang terutang oleh entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama atas distribusi kepada entitas pelapor. Pajak penghasilan tidak berlaku pada hibah pemerintah, tetapi berlaku atas perbedaan temporer yang dapat ditimbulkan dari hibah tersebut atau kredit pajak investasi.

Dalam PSAK 46 dikenal istilah-istilah mengenai beban pajak (penghasilan pajak), laba akuntansi, laba kena pajak, pajak penghasilan, pajak penghasilan final, pajak kini, perbedaan temporer.
Dasar pengenaan pajak aset yaitu jumlah yang dapat dikurangkan. Dasar pengenaan pajak liabilitas yaitu jumlah tercatat liabilitas dikurangi dengan setiap jumlah yang dapat dikurangkan untuk tujuan pajak berkenaan denganliabilitas tersebut pada periode masa depan.

Dalam laporan keuangan konsolidasi, perbedaan temporer ditentukan dengan membandingkan nilai tercatat aset liabilitas pada laporan keuangan konsolidasi.

Entitas menentukan dasar pengenaan pajak merujuk pada SPT masing-masing entitas, bila entitas tidak diizinkan oleh peraturan yang berlaku untuk membuat SPT konsolidasi. Jumlah pajak yang telah dibayar untuk periode sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang, maka selisihnya diakui sebagai aset.

Semua perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tanggugan, kecuali bila timbul perbedaan temporer kena pajak berasal dari pengukuhan awal goodwill atau pada ketika pengukuhan awal aset atau liabilitas dari suatu transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis dan tidak menghipnotis laba akuntansi dan laba kena pajak. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban pada laporan laba rugi, kecuali bila penghasilan berasal dari kombinasi bisnis dan transaski yang diakui periode yang sama atau berbeda di luar laporan laba rugi.

Jumlah pelengkap pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) harus dibebankan sebagai pendapatan atau beban lain-lain pada Laporan Laba Rugi periode berjalan, kecuali apabila diajukan keberatan dan atau banding. Jumlah pelengkap pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengukuhan aset. Apabila terdapat kesalahan maka perlakuan akuntansinya mengacu pada PSAK 25. Jumlah pelengkap pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (SKP) harus dibebankan sebagai pendapatan atau beban lain-lain pada Laporan Laba Rugi periode berjalan, kecuali apabila diajukan keberatan dan atau banding.

Atas perbedaan antara nilai tercatat menurut akuntansi dan DPP menurut pajak atas aset dan liabilitas yang dikenai pajak final, tidak dilakukan pengukuhan aset atau liabilitas pajak tangguhan. Selisih antara jumlah PPh selesai yang terutang dengan jumlah yang dibebankan sebagai pajak kini pada perhitungan laba.


Tugas menyusun taktik perusahaan perusahaan yang terdiversifikasi secara keseluruhan jatuh sempurna di pangkuan administrator tingkat atas dan melibatkan empat aspek yang berbeda :

1) Memilih industri gres untuk masuk dan memutuskan cara masuk. Keputusan untuk melaksanakan diversifikasi bisnis mengharuskan administrasi menentukan industri-industri gres untuk masuk dan apakah masuk dengan memulai bisnis gres dari bawah ke atas, mengakuisisi perusahaan yang sudah dalam industri sasaran, atau membentuk usaha patungan atau aliansi strategis dengan perusahaan lain.

2) Peluang untuk meningkatkan korelasi rantai nilai lintas bisnis dan strategis cocok menjadi keunggulan kompetitif. Tugas di sini yakni untuk menentukan apakah ada peluang untuk memperkuat bisnis perusahaan yang terdiversifikasi ini dengan cara menyerupai mentransfer sumber daya kompetitif yang berharga dan kemampuan dari satu bisnis yang lain, menggabungkan aktivitas rantai nilai yang terkait bisnis yang berbeda untuk mencapai biaya yang lebih rendah, membuatkan penggunaan nama yang besar lengan berkuasa dan dihormati merek di beberapa bisnis, dan membuatkan pengetahuan mendorong dan aktivitas kolaboratif antara bisnis.

3) Menetapkan prioritas investasi dan kemudian sumber daya perusahaan ke dalam unit bisnis yang paling menarik. Biasanya, ini diterjemahkan ke dalam mengejar taktik pertumbuhan yang cepat dalam bisnis yang paling menjanjikan, memulai peningkatan laba atau taktik turnaround dalam bisnis lemah berkinerja dengan potensi, dan divestasi bisnis yang tidak lagi menarik atau yang tidak sesuai dengan rencana jangka panjang manajemen.

4) Tindakan memulai untuk meningkatkan kinerja gabungan dari perusahaan bisnis. Pilihan strategis untuk meningkatkan kinerja keseluruhan perusahaan meliputi (a) menempel dekat dengan lineup bisnis yang ada dan mengejar peluang yang disajikan oleh bisnis ini, (b) memperluas lingkup diversifikasi dengan memasukkan industri tambahan, (c) divestasi beberapa bisnis dan retrenching ke koleksi sempit usaha diversifikasi dengan prospek kinerja yang lebih baik secara keseluruhan, dan (d) restrukturisasi seluruh perusahaan dengan melepas beberapa bisnis dan memperoleh lain sehingga dapat menempatkan wajah gres di jajaran bisnis perusahaan.

Analyzing transactions and recording them as journal entries is the first step in the accounting cycle. It begins at the start of the accounting period and continues during the whole period. Transaction analysis is the process of determining whether a particular business event will effect the assets, liabilities or equity of the business and the magnitude of its effect (i.e. its currency value). When analyzing transactions, accountants also classify them appropriately and record them according to the debit-credit rules. Business transactions are those events which cause change in the value of its assets, liabilities or equities.
The following example illustrates how to record journal entries:
To illustrate the total accounting process we extracted some transaction of a company and step by step procedures are described.
Company A was incorporated on January 1, 2010 with an initial capital of 5,000 shares of $20 par value common stock. During the first month of its operations, the company engaged in following transactions:

Date
Transaction
Jan 2
An amount of $36,000 was paid as advance rent for three months.
Jan 3
Paid $60,000 cash on the purchase of equipment costing $80,000. The remaining amount was recognized as a one year note payable with interest rate of 9%.
Jan 4
Purchased office supplies costing $17,600 on account.
Jan 13
Provided services to its customers and received $28,500 in cash.
Jan 13
Paid the accounts payable on the office supplies purchased on January 4.
Jan 14
Paid salaries to its employees for first two weeks of January, aggregating $19,100.
Jan 18
Provided $54,100 worth of services to its customers. They paid $32,900 and promised to pay the remaining amount.
Jan 23
Received $15,300 from customers for the services provided on January 18.
Jan 25
Received $4,000 as an advance payment from customers.
Jan 26
Purchased office supplies costing $5,200 on account.
Jan 28
Paid salaries to its employees for the third and fourth week of January: $19,100.
Jan 31
Paid $5,000 as dividends.
Jan 31
Received electricity bill of $2,470.
Jan 31
Received telephone bill of $1,494.
Jan 31
Miscellaneous expenses paid during the month totaled $3,470

The first step of accounting process is identification of transactions. As all of this events selected here are measurable in terms of money so these should be recorded and in the next step of accounting process are maintained for these.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.