3 Strategi Pemasaran Produk untuk MENDONGKRAK Penjualan
Bagaimana strategi pemasaran produk dengan manajemen waktu yang dapat meningkatkan omset penjualan bisnis? Adakah contoh strategi pemasaran yang tepat untuk meledakkan penjualan?
“Banyak gagasan yang gagal bukan karena gagasan tersebut tidak baik, atau karena pelaksanaannya tidak baik, melainkan karena penentuan waktunya yang tidak tepat.”
Banyak penjual yang terlalu cepat meninggalkan suatu gagasan baik, hanya karena penentuan waktunya tidak tepat.
Jika seseorang menolak suatu proyek atau gagasan, hal itu bukanlah disebabkan karena dia tidak menyukai gagasan atau proyek itu.
Mungkin hanya karena alas an ekonomi atau alasan intern lain yang tidak diketahui sehingga gagasan itu tidak cocok untuk orang tertentu pada waktu tertentu pula.
Namun beberapa minggu, bulan, ataupun tahun kemudian anda akan mendengar bahwa ‘dia tidak menyukai proyek itu’, ‘perusahaanya sudah menolaknya’ atau ‘mereka sudah menolaknya’.
Bila anda percaya pada sebuah gagasan dan anda yakin bahwa gagasan itu masuk akal untuk pelanggan tertentu, KEMBALILAH LAGI.
Perjalanan waktu bisa mengubah dinamika situasi penjualan dan kesediaan pembeli untuk menerima secara total.
Ada sebuah contoh, sebuah perusahaan periklanan yang menawarkan jasanya, oleh pimpinan perusahaan calon pelanggannya dijanjikan untuk kembali lagi lima tahun kemudian.
Dan tepat setelah lima tahun, perusahaan periklanan itu kembali lagi dengan komitmen kerjasama yang saling menguntungkan.
3 Contoh Strategi Pemasaran Produk Melalui Manajemen Waktu
Sebagaimana telah kita pahami bahwa waktu akan bisa mengubah segalanya, termasuk penjualan.
Kombinasi apik antara strategi pemasaran yang baik dengan manajemen waktu yang tepat akan menghasilkan tingkat konversi penjualan tinggi.
Terdapat pelbagai manajemen waktu untuk menentukan waktu yang tepat dalam penjualan. Penentuan waktu dapat mengatur semuanya.
Dari jangka waktu harus dilakukannya penjualan sampai dengan saat mengatakan sesuatu dalam pembicaraan, dan bila melakukan sesuatu dalam keadaan-keadaan tertentu.
Penentuan waktu tidaklah pragmatis. Manajemen waktu berkaitan dengan penentuan waktu bukan merupakan aturan atau serangkaian peraturan yang harus diikuti.
Tapi suatu tanggapan isyarat indera yang diterima otak dan kemudian diterapkan dalam situasi penjualan.
Bila anda menghubungkan sifat perseptoris waktu dengan segala hal yang tidak nyata dari penentuan waktu mengenai berapa lama suatu ide harus dilahirkan, kapan berkomunikasi, dan seterusnya.
Maka penentuan waktu yang tepat hampir selalu merupakan soal kata putus.
Hal ini berarti bahwa orang-orang yang tampaknya telah dikaruniai dengan suatu kepekaan rasa untuk bisa menentukan waktu yang baik adalah orang-orang yang paling peka terhadap diri mereka sendiri, kepada pelanggan mereka dan terhadap situasi penjualan itu sendiri.
Hampir semua transaksi penjualan baik yang sederhana maupun serangkaian strategi yang kompleks yang menghabiskan waktu beberapa tahun, menunjukkan isyarat-isyarat indera tertentu yang unik yang dapat dimanfaatkan setiap orang.
Dan inilah 3 contoh strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan produk anda melalui strategi manajeman waktu:
Contoh Strategi Pemasaran #1. Mendengarkan/menggunakan akal sehat
Informasi tertentu yang diperoleh dari proses penjualan, dapat memberitahu anda mengenai hal-hal yang ingin anda ketahui tentang penentuan waktu.
Terapkan informasi yang anda peroleh itu dengan menggunakan akal sehat.
Lakukan hal-hal yang sudah jelas harus anda lakukan dan jangan lakukan hal-hal yang sebaiknya tidak boleh dilakukan.
Jika calon pelanggan anda tidak mengenal anda dan perusahaan anda, maka jelaslah bahwa penjualan akan memerlukan waktu yang lama, dari pada calon pelanggan tersebut telah mengenal anda.
Jika pembeli sama sekali tidak terpengaruh oleh kehadiran anda, jelaslah bahwa anda sebaiknya menyediakan waktu untuk bertukar gagasan sebelum mengemukakan lagi.
Jika anda mengetahui bahwa proses menjual kepada pembeli akan memakan waktu beberapa bulan, jangan paksakan komitmen dalam waktu beberapa minggu.
Sebuah aturan umum menentukan waktu yang menggunakan akal sehat adalah jangan menceritakan semuanya.
Tunggu sebentar untuk mempertimbangkan apakah situasi itu menghendaki strategi manajemen waktu dengan menentukan waktu tertentu atau apakah anda dapat memanfaatkan penentuan waktu bagi keuntungan anda.
Jika tidak, anda masih bisa menghubunginya kembali.
Contoh Strategi Pemasaran #2. Mendengarkan Pembeli
Penjualan menentukan waktu penjualan, tapi dia memanfaatkan isyarat penentuan waktu itu dari pembeli.
Jelas sekali hal ini membuktikan bahwa mendengar lebih penting dari pada berbicara.
Artinya, benar-benar mendengarkan hal-hal yang dikatakan pembeli dan tidak hanya sekedar memberikan ear service untuk sekedar mendengar itu saja.
Hanya dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang tepat, anda dapat memperoleh banyak isyarat penentuan waktu yang baik.
Misalnya, banyak perusahaan, karena alasan penganggaran atau alasan lain lebih bersedia membeli pada waktu-waktu tertentu.
Jenis informasi ini biasanya hanya tersedia dengan hanya bertanya.
Dan jika anda mengenal pembeli dengan baik, bila anda telah menyempatkan waktu untuk menjalin persahabatan.
Maka pembeli akan memberikan isyarat penentuan waktu yang baik, kapan membuka penawaran, kapan menutupnya, siapa yang harus dihubungi dan kapan dalam proses penjualan itu.
Contoh Strategi Pemasaran #3. Mematuhi aturan permainan
Penentuan waktu penjualan sama pentingnya dengan hal-hal yang sebenarnya dikatakan atau hal-hal yang dilakukan bagi tercapainya suatu komitmen.
Apabila seluruh variable penjualan yang menentukan penentuan waktu harus diberi bobot secara terpisah dan dipertimbangkan secara analitis.
Maka jawaban bagi penentuan waktu yang tepat untuk transaksi penjualan yang paling sederhana pun memerlukan alat bantu komputer.
Namun untungnya kita memiliki otak untuk melakukan itu semua. Melalui persepsi sensorial dihitung hal-hal yang tidak pernah dapat dilakukan oleh pemikiran analitis.
Dengan demikian, penentuan waktu berarti mengubah semua persepsi sensorial ini menjadi tindakan-tindakan sadar atau buka, yaitu kapan tidak mengatakan atau melakukan hal-hal tertentu.
Proses seperti ini mudah dilakukan jika anda membayankan kerangka waktu sebagai umur transaksi penjualan tersebut, atau membayangkan pihak ketiga dalam transaksi tersebut sebagai bagian yang terpisah dari transaksi itu sendiri.
Kebanyakan transaksi tampaknya mempunyai kehidupan rahasia yang mengikuti suatu naskah (skrip) yang telah ditetapkan sebelumnya.
Siapapun yang pernah menggagalkan suatu transaksi karena terlalu cepat atau terlalu lambat menutupnya, dengan memperpendek atau memperpanjang umur alamiahnya.
Suatu situasi penjualan dapat menghendaki waktu mulai dari beberapa detik saja sampai bertahun-tahun.
Jelaslah bahwa semakin rumit transaksi dan semakin banyak jumlah tahapnya maka semakin penting anda membayankan naskahnya dalam pikiran anda.
Tujuannya adalah untuk menyesuaikan diri anda dengan kehidupan rahasia transaksi ini.
Penentuan waktu penjualan dari setiap fase, kapan dan berapa lama lamanya, sudah tersusun seperti petunjuk bermain di arena.
Penentuan waktu penjualan secara tepat, pengubahan persepsi sensori menjadi tindakan-tindakan tepat yang dilakukan secara sadar merupakan persoalan melihat naskah tersebut dan mengikutinya.
Banyak orang yang setelah memahami naskah itu dalam pikirannya, mempunyai kebutuhan berlebihan untuk menyimpan dari naskah itu.
Dalam ketergesaan mereka mengadakan transaksi penjualan. Mereka ingin mempercepat waktu untuk langsung memasuki babak ketiga, tanpa melewati babak kedua.
Mereka ingin menulis ulang dialog itu atau menghilangkannya sama sekali. Mereka melihat tanda-tanda untuk penentuan waktu yang tepat, namun meremehkannya dan lupa membentuk situasinya dengan baik.
Dengan menulis kembali naskah tersebut, mereka menutupnya dengan akhir yang tidak menyenangkan.
Hal berikutnya yang perlu kita sadari adalah walaupun kita dapat mempengaruhi orang untuk melakukan apa yang kita inginkan.
Namun kita jarang bisa membuat orang lain melakukan hal itu pada waktu yang kita inginkan.
Orang-orang dan peristiwa-peristiwa bergerak menurut kecepatannya sendiri dan hampir tidak pernah bergerak sesuai dengan jadwal waktu kita.
Baca juga : Sudahkah Anda Memanfaatkan 13 Moment ini untuk Merajut Keuntungan Anda.
Tidak ada aspek lain dari penentuan waktu yang lebih penting daripada kesabaran. Bila penentuan yang tidak baik merupakan penyakit, obatnya adalah kesabaran.
Kesimpulan
Demikian pembahasan tentang 3 contoh strategi pemasaran untuk mendongkrak omset penjualan anda melalui strategi manajemen waktu.
Bagaimana menurut anda, adakah yang akan ditambahkan?
Post a Comment
Post a Comment