Latest Post

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New

 divisi akunting mempunyai peranan yang begitu penting alasannya yaitu menghandle segala kepentingan Jobdesk Accounts Assistant, Tugas dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Account Assistant

Di dalam perusahaan apapun, divisi akunting mempunyai peranan yang begitu penting alasannya yaitu menghandle segala kepentingan perusahaan yang berkaitan dengan penghitungan yang masiv dan mendetail. Karenanya jangan heran kalau lalu membutuhkan seorang Account Assistant supaya pekerjaan divisi accounting ini menjadi lebih efektif dan efisien serta tidak terjadi kesalahan dalam pengitungannya. Sebelum kita membahas eksklusif mengenai Jobdeks Account Assistant ini sendiri dan kiprah tugasnya, apakah anda sudah tahu apa itu Account Assistant? 

Account assistant ini sendiri berasal dari bahasa Inggris dimana Account mewakili bab akunting sedangkan Assistant ini sendiri berarti pembantu atau membantu. Secara harfiah, Account Assistant bisa diartikan Seorang atau bab yang mempunyai kiprah untuk membantu segala pekerjaan divisi akunting supaya lebih cepat dan tepat. Karena itu kiprah dari seorang accounting assistant ini sama persis dengan seorang akunting. 

B. Tugas Account Assistant

Dalam proses pekerjaannya, seorang account assistant mempunyai kiprah tugas sebagai berikut

1. Membantu departemen akunting dalam menangani pembayaran dan penagihan

Dalam hal ini, seorang account assistant akan berafiliasi dengan bab Account payable (divisi pembayaran) dan account receivable (divisi penagihan) untuk menangani segala hal yang berkaitan dengan utang utang perusahaan yang harus dibayarkan dan piutang perusahaan yang harus segera ditagih. 

2. Melakukan update terhadap data data akunting di sistem

Tugas kedua dari seorang account assistant yaitu memastikan kalau data data yang ada di sistem akuntansi terupdate dengan baik sesuai kinerja yang sudah dilakukan. Mengenai update data ini sendiri berbeda beda di tiap tiap perusahaan. Biasanya setiap perusahaan mempunyai aplikasi khusus tersendiri disamping memakai aplikasi yang umum dipakai menyerupai contohnya Ms. Excel. Ada perusahaan yang memakai ERP, Accelera, dan banyak aplikasi lain. Anda mungkin akan diajari cara memakai aplikasi menyerupai ini terlebih dahulu.

3. Membantu melaksanakan pembukuan dan pengerjaan manajemen akunting lainnya

Kalau sudah memahami dengan baik bagaimana cara memakai sebuah software yang dipakai oleh perusahaan kawasan ia bekerja, bukan hal yang mustahil kalau lalu seorang account assistant akan ditugaskan dan dilibatkan dalam proses penanganan buku besar dan pembukuan lain terkait dengan pengerjaan manajemen akunting lainnya.

4. Mempersiapkan laporan pajak bulanan

Selanjutnya seorang account assistant juga akan dibebani kiprah untuk mempersiapkan laporan pajak bulanan yang biasanya dilakukan oleh tax officer di bab akuntansi. Akan tetapi hal ini sangat jarang terjadi, biasanya kondisi menyerupai ini dilakukan apabila divisi terkait sedang benar benar sibuk dan tidak bisa menghandle seluruh pekerjaannya menyerupai contohnya kalau sedang terjadi audit atau opname.

5. Menangani PO, DO, Invoice, Tax Invoice, Dll

Kalau anda bekerja di perusahaan yang melaksanakan pembelian dan pengiriman produk, sudah bisa dipastikan kalau anda sebagai seorang account assistant juga akan dilibatkan dalam proses penanganan PO (Purchase Order), DO ( Delivery Order), Invoice, Tax Invoice dan banyak sekali dokumen lain yang berkaitan dengan bab akunting.

6. Membantu dalam menghandle laporan kehadiran, perjalanan dinas, booking hotel dan lain lain

Jangan kaget juga kalau anda diminta untuk melaksanakan reservasi hotel dan kendaraan serta hal hal lain yang berkaitan dengan perjalanan dinas yang dijadwalkan oleh perusahaan kawasan anda bekerja. Anda harus memperhatikan dengan detail mengenai efisiensi pengeluaran dan aspek lainnya dikala anda dihadapkan pada kiprah menyerupai ini.

7. Administrasi BPJS TK, BPJS Kesehatan dan Asuransi lainnya

Tidak jarang juga kalau seorang account assistant juga diberikan kiprah untuk menangani manajemen yang berkaitan dengan pengurusan BPJS Tenaga Kerja dan  asuransi lainnya. 

8. Tugas kiprah lain yang mungkin dibebankan oleh manajemen kepada anda

Karena anda berposisi sebagai assistant di dalam divisi accounting, jangan heran kalau lalu anda akan mendapatkan job yang berbeda beda setiap harinya. Biasanya job job yang anda tangani ini akan diubahsuaikan dengan kepentingan dan kebutuhan dari manajemen perusahaan. 

C. Tanggung Jawab Account Assistant

Berdasarkan eksplanasi kiprah yang kami paparkan di atas, bisa disimpulkan bahwa seorang account assistant mempunyai tanggung jawab sebagai berikut ;

1. Memastikan proses penagihan dan pembayaran perusahaan terealisasi sebagaimana mestinya
2. Memastikan kalau data data yang ada di sistem akuntansi sudah diupdate dengan baik.
3. Memastikan kalau proses pembukuan dan manajemen akunting lainnya terealisasi dengan baik.
4. Memastikan laporan pajak bulanan dari perusahaan tersedia dan ditandatangani oleh manajer dengan sempurna waktu supaya tidak menjadikan denda.
5. Memastikan segala hal yang berkaitan dengan DO, PO, Invoice dan Tax bisa dialokasikan dengan baik.
6. Memastikan segala kepentingan internal perusahaan yang berkaitan dengan divisi akuntansi terealisasi dengan baik
7. Memastikan kalau segala hal yang berkaitan dengan manajemen BPJS TK, BPJS Kesehatan dan Asuransi lainnya terealisasi dengan baik.
8. Memastikan kalau kiprah tugas lain yang mungkin dibebankan oleh manajemen kepada anda terealisasi dengan baik.

D. Kualifikasi Account Assistant

Jika anda berencana untuk melamar atau mengisi posisi sebagai seorang account assistant di dala sebuah perusahaan, ada beberapa kriteria yang mungkin harus anda ketahui.

1. Sekolah Menengan Atas (pengalaman)/Diploma Akuntansi/S1 Akuntansi
2. Berpengalaman lebih diutamakan
3. Kemampuan personal dan interpersonal yang baik
4. Kemampuan bahasa inggris
5. Familiar dengan Ms. Office dan Aplikasi Akunting lainnya
6. Kemampuan menangani pajak, akunting dan pembukuan
7. Memiliki loyalitas yang tinggi dan bersedia lembur kalau diperlukan

Itulah sedikit klarifikasi yang bisa kam sampaikan terkait Jobdesk, kiprah dan tanggung jawab seorang Account Assistant. Pastikan anda bekerja sesuai dengan passion anda supaya anda bisa memaksimalkan kinerja dan bantuan anda terhadap perusahaan.


Manajemen Hubungan Pelanggan (Customer Relationship Management/CRM)

Tujuan dari CRM ialah menghasilkan ekuitas pelanggan yang tinggi. Ekuitas pelanggan ialah total nilai masa hidup pelanggan terdiskonto dari seluruh pelanggan perusahaan. Sudah jelas, semakin setia para pelanggan, semakin tinggi ekuitas pelanggan. Rust, Zeithaml, dann Lemon membuktikan tiga pendorong ekuitas pelanggan: ekuitas nilai, ekutas merek, dan ekuitas hubungan.

Berapa banyak yang harus diinvestasikan oleh perusahaan dalam membangun loyalitas sehingga biayanya tidak melampui keuntungan yang diperoleh? Kami perlu membuktikan lima tingkatan investasi untuk membangun hubungan dengan pelanggan.

1) Pemasaran dasar. Tenaga penjual menjual produk
2) Pemasaran reaktif. Tenaga penjual menjual produk dan mendorong pelanggan untuk menghubungi jikalau ia memiliki pertanyaan, komentar, atau keluhan.
3) Pemasaran bertanggung jawab. Tenaga penjual menghubungi pelanggan untuk memeriksa
apakah produk memenuhi harapan. Penjual juga meminta saran perbaikan produk atau layanan dari pelanggan jikalau ada kekecewaan yang timbul.
4) Pemasaran proaktif. Tenaga penjual menghubungi pelanggan dari waktu ke waktu dengan
saran mengenai penggunaan pelengkap produk atau produk baru.
5) Pemasaran kemitraan. Perusahaan bekerja secara terus-menerus dengan pelnggan besar
untuk membantu menngkatkan kinerja.

Membentuk Ikatan yang besar lengan berkuasa dengan Pelanggan
Perusahaan yang ingin membentuk ikatan yang besar lengan berkuasa dengan pelanggan perlu menjalankan dasar-dasar berikut ini.
• Dapatkan partisipasi lintas departemen dalam proses perencanaan dan pengelolaan kepuasan dan mempertahankan pelanggan.
• Mengintegrasikan bunyi pelanggan ke dalam semua keputusan bisnis.
• Menciptakan produk , layanan dan pengalaman yang lebih unggul bagi pasar sasaran.
• Menyusun dan memudahkan saluran bagi pangkalan data berita mengenai kebutuhan, kesenangan, kontak, frekuensi, pembelian, dan kepuasan pelanggan.
• Memudahkan pelanggan untuk menghubungi personil peusahaan yang dibutuhkannya untuk
menyampaikan kebutuhan, persepsi, dan keluhan.
• Menjalankan kegiatan penghargaan untuk menawarkan pengesahan bagi karyawan yang menonjol.
  
Ada tiga pendekatan yang umum untuk membangun kesetiaan pelanggan:
• Menambahkan manfaat financial
Dua manfaat financial yang bisa ditawarkan perusahaan ialah kegiatan frekuensi dan kegiatan klub pemasaran.

• Menambahkan manfaat social
Perusahaan berusaha meningkatkan ketertarikan sosial pelanggan dengan cara melaksanakan individualisasi dan personalisasi hubungan dengan pelanggan. Intisarinya, perusahan berusaha mengubah pelanggan menjadi klien.

• Menambahkan Ikatan Struktural
Berikut ini ialah saran-saran Wunderman untuk menciptakan ikatan structural dengan pelanggan:
1) Susunlah kontak jangka panjang
2) Tetapkan harga yang lebih rendah bagi konsumen yang membeli dalam jumlah lebih besar
3) Ubahlah produk menjadi layanan jangka panjang

Manajemen Customer Value
Marc J Epstein, Michael Friedl, Kristi Yuthas dalam jurnalnya Dec 2008 menuliskan daur pengelolaan customer value yang disebut The customer value management cycle. Dalam tulisannya tersebut mereka membuat lima tahapan dalam customer value managemen cycle, yaitu:

STEP 1 : MANAGE CUSTOMER SEGMENTATION
Customer segmentation membuktikan proses pembagian pelanggan dalam kelompok-kelompok untuk tujuan pembuatan keputusan. Segmentasi menawarkan perusahaan kemampuan untuk membagi atau membuat iklan yang berbeda pada setiap segmen atau proposisi-proposisi (usulan-usulan) nilai untuk kelompok-kelompok customer yag berbeda. Segmentasi sering ditentukan pada basis kesamaan pada pelanggan, menyerupai karakteristik pelanggan, kesukaan atau kebiasaan. Secara ideal, segmentasi berkorelasi dengan kebiasaan-kebiasaan customer yang mendrive ke customer prifitability

STEP 2: MEASURE CUSTOMER SEGMENT MARGINS
Pada tingkatan yang paling minim, perusahaan-perusahaan harus mengukur pendapatan dan gross profit untuk setiap kelompok customer. Mengalokasikan biaya penjualan, marketing, dan pelayanan membawa analisis ini pada level berikutnya. Biaya penjualan di beberapa perusahaan sangat signifikan antara customer dan customer yang telah tersegmentasi.

STEP 3: MEASURE CUSTOMER LIFETIME VALUE (CLV)
CRV memperkenalkan sebuah dimensi gres untuk memahami nilai dari pemeliharaan pelanggan. Margin berdasarkan kalkulasi fokus pada profit yang dihasilakan pada periode sekarang sama karenanya dengan pembelian-pembelian oleh customer pada periode berikutnya. CRV memiliki pendekatan yang berbeda. CRV memperlakukan customer sebagai aset perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang menggunakan CRV mengakui bahwa biaya-biaya untuk menarik customer dikala ini dianggap sebagai investasi untuk jangka panjang. Perusahaan-perusahaan tersebut juga mengakui bahwa investasi tersebut bisa diekspektasikan untuk menghasilkan pendapatan pelengkap di masa depan dalam jangka panjang. Lifetime value of the customer merefleksikan net present value dari semua ekpektasi cash flow perusahaan yang diasosiasikan dengan customer.

STEP 4: MEASURE CUSTOMER IMPACT
Komponen terakhir dari nilai yang diperoleh dari customer ialah customer impact (dampak atau pengaruh). Activity-based costing dan customer lifetime value memungkinkan perusahaan-perusahaan bisa membuat kemajuan-kemajuan besar dalam memahami profit yang dibutuhkan dari customer-customer yang mereka miliki. Perusahan-perusahan tersebut dapat melengkapi estimasi-estimasi yang baik dari nilai yang ada pada masing-masing customer dan segmen untuk perusahaan melalui pemakaian dan pembelian normal.
Tetapi mendekatan ini sering gagal untuk menangkap beberapa sumberdaya yang potensial. Jadi, profit dihasilkan dari penjualan sekarang maupun di masa depan untuk customer-customer yang memiliki nilai sumber daya yang sangat besar untuk beberapa kelompok customer. Tetapi nilai dapat diciptakan (atau dihancurkan) oleh customer dan kelompok pelanggan dalam banyak cara diluar jangkauan CLV

STEP 5: MANAGE CUSTOMER PROBABILITY
Dalam tahap ini bisa diistilahkan menyerupai pribahasa kerikil ketemu jalan. Semua berita berasal dari ukuran customer value yang dianalisa, dan bisa dilakukan. Hal ini berjalan jauh diluar laporan yang sederhana dari masing-masing kelompok pelanggan yang mempunyai profit yang lebih besar atau tidak mempunyai sama sekali. Pengelompokan yang inovativ dan pembagian terstruktur mengenai dari hasil analisa customer bisa tidak melingkupi wilayah dimana perbaikan-perbaikan kecil bisa menghasilkan perbaikan-perbaikan besar pada nilai itu sendiri.

 namanya utang dan piutang ialah salah satu siklus yang selalu ada dan wajib dilaksanakan Jobdesk Account Receivable & Collection, Tugas dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Account Payable & Collection

Dalam segala perusahaan, namanya utang dan piutang ialah salah satu siklus yang selalu ada dan wajib dilaksanakan oleh bab Finance dan Accounting. Adapun staff yang menangani hal ini ialah Staff Account Receivable dan Staff Account Payable dimana keduanya bertugas menangani utang dan piutang perusahaan. Perlu anda tahu, seringkali setiap perusahaan menamakannya dalam istilah yang berbeda menyerupai contohnya staff Account Receivable & Collection yang akan kita bahas ini.

Sebelum kita eksklusif melaksanakan pembahasan mengenai kiprah dan tanggung jawab dari account receivable & Collection ini, ada baiknya bila anda memahami apa pengertian dari Account Payable itu sendiri. Account disini berasal dari bahas Inggris yang mewakili akun sedangkan receivable berasal dari kata Receive dan able itu berarti mampu. Account receivable bisa diartikan seseorang atau bab yang menangani segala aset yang seharusnya dimiliki perusahaan. Hal ini bisa dikaitkan dengan hutang perusahaan lain terhadap perusahaan anda baik itu berupa uang, jasa, serta material lain sesuai perjanjian sebelumnya.

B. Tugas Account Receivable & Collection

Sebagaimana kiprah Account Receivable, seorang account receivable & collection juga bertugas dalam melaksanakan segala hal yang berkaitan dengan pengolahan isu dan penagihan secara eksklusif terhadap perusahaan lain yang mempunyai utang kepada perusahaan daerah ia bekerja. Secara spesifik bisa dipaparkan menyerupai ini.

1. Memeriksa keseluruhan invoice klien yang akan jatuh tempo atau mungkin sudah jatuh tempo dari tanggal yang ditentukan dalam perjanjian bersama.

Seorang account receivable & collection mempunyai kiprah penting dalam melaksanakan pengecekan invoice yang sudah diberikan kepada klien dan melaksanakan penagihan dengan hukum yang sudah ditetapkan bila memang klien tersebut telat dalam melaksanakan pembayaran. Biasanya ada estimasi waktu tertentu yang menjadi kebijakan setiap perusahaan terkait keterlambatan pembayaran invoice ini.

2. Menyiapkan data piutang yang sudah dibayar klien

Selanjutnya seorang account receivable & Collection juga diharuskan melaksanakan update data di komputer dengan mengacu pada data pituang yang sudah dibayarkan oleh klien. Kemudian seorang account receivable & collection juga diharuskan menciptakan laporan pemotongan piutang tersebut supaya data data tetap menjadi balance dan tidak salah.

3. Melakukan penagihan kepada klien yang menunggak pembayaran

Tidak hanya itu saja, seorang account receivable & collection juga mempunyai kiprah untuk melaksanakan penagihan kepada klien yang memang mempunyai tunggakan dan sudah melebihi batas jatuh tempo. Biasanya akan ada standar penagihan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Anda harus mengikuti standar ini supaya tidak terjadi persoalan tata krama kedepannya. Seorang penagih yang baik selalu mengutamakan sopan santun dibanding kesuksesan penagihannya. 

4. Mengumpulkan dan mengelompokkan invoice yang sudah memasuki aktivitas kunjung atau aktivitas tagih

Setiap harinya seorang Account Receivable & Collection juga diharuskan untuk melaksanakan pengolahan data data klien yang akan ditagih dan sudah memasuki jatuh tempo. Klien yang sudah melaksanakan akad pembayaran juga masuk ke dalam kategori ini. Anda harus melaksanakan pengolahan data dengan sangat teliti supaya tidak ada kesalahan dalam penagihan yang bisa merusak gambaran perusahaan daerah anda bekerja.

5. Membuat laporan secara terpola kepada manajemen

Terakhir, seorang account receivable & collection juga diharuskan menciptakan laporan secara terpola kepada administrasi dimana ia bekerja dan memastikan kalau laporan yang ia buat benar benar Up to Date.

C. Tanggung Jawab Account Receivable & Collection

1. Memastikan investigasi invoice klien yang akan jatuh tempo atau sudah jatuh tempo bisa terealisasi dengan baik.
2. Memastikan keberadaan data piutang yang sudah dibayar klien terupdate dengan baik ke sistem
3. Memastikan penagihan dengan sopan kepada klien hingga terjadi pembayaran sesuai perjanjian
4. Memastikan pengumpulan data invoice yang akan ditagih ada dan up to date sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penagihan.
5. Memastikan ketersediaan laporan untuk manajemen.

D. Kualifikasi Account Receivable & Collection

Seorang account receivable biasanya diperlukan mempunyai kriteria sebagai berikut ini ;
1. Memiliki ketelitian yang luar biasa
2. Memiliki kemampuan perundingan yang baik
3. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
4. Mampu bekerja di bawah tekanan
5. Bersedia bekerja dengan target
6. Mampu mengejar Deadline
7. Pendidikan minimal D3 semua jurusan dengan pengalaman di bidang yang berkaitan minimal satu tahun.

Itulah sedikit klarifikasi yang bisa kami sampaikan mengenai apa saja jobdesk, kiprah dan tanggung jawab dari seorang Account Receivable & Collection. Semoga bermanfaat.

Salam

Sebelumnya aku minta maaf sudah 10 hari ini aku tidak posting alasannya padatnya aktivitas offline (urusan kantor) yang harus aku tangani, terutama di pembukaan buku dan persiapan menjelang SPT tahun takwim 2007. Sebagai seruan maaf dari saya, aku akan bagi-bagi PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 Cuma-cuma, lengkap dengan formulanya. Anda tinggal ketik nama karyawan, status karyawan, Gaji Pokok. Sangat memiliki kegunaan untuk mempercepat proses penghitungan PPh Pasal 21 setiap bulannya, dan file-nya dalam format excel (jadi sangat kecil, mampu didownload dengan cepat). Oh iya, sudah ada pemotongan jamsosteknya juga. Dan ini aku bagi-bagikan secara CUMA-CUMA (alias zero cost), tetapi tentu saja ada sedikit aturan mainnya….

Bagaimana cara mendapatkannya ?

Gampang saja :

Masuk ke blog aku WORK LIFE IDEA, lalu subscribe disana, aku akan pribadi kirimkan file-nya ke email anda. Caranya subscribe tentu anda sudah tahu, tinggal ketik e-mail address anda, masukkan arahan validasi di windows yang gres muncul, masuk ke inbox email anda, buka e-mail verifikasi dari WORK LIFE IDEA, selanjutnya tinggal ikuti petunjuk yang ada (khusus pengguna yahoo, hotmail dang mail, kalau tidak ada di inbox, coba buka di bulk folder).

Yang belum pernah masuk ke sana, silahkan lihat-lihat, di explore. Memang isi artikel-artikelnya belum sebanyak yang di sini, akan tetapi isinya aku dedikasikan khusus untuk topic-topic sekitar corporate-hacking (seluk-beluk office ethic & office politic). Silahkan dibaca-baca artikelnya, mungkin anda suka. Jangan lupa berbagi

Supaya tidak panjang lebar, bagi yang berminat silahkan pribadi saja ke WORK LIFE IDEA sekarang.

PS : Mengingat keterbatasan access bandwidth ke dedicated server daerah aku store file-nya, terpaksa aku batasi pembagian ini hanya untuk 300 pengirim e-mail pertama saja (setengah dari total pengunjung blog ini dalam sehari). Makara silahkan….. bagi yang tidak kebagian aku minta maaf.
Selamat bekerja

UPDATE : (bagi rekan-rekan yang sudah subscribe di (Work Life Idea)
Jika anda tidak menemukan gift dari aku di inbox e-mail anda, mohon biar dicoba diperiksa di "bulk" folder, hal ini mampu terjadi alasannya subject di e-mail berisi goresan pena "FREE", webmail sekarang ini akan menduga itu sebagai junk mail atau spam. Ya begitulah technology pin-pin-bo :-) alias cerdik pintar bodoh. Mohon dimaklumi..... Thanks.

Jobdesk Account Receivable Controller Staff Jobdesk Account Receivable Controller Staff, Tugas dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Account Receivable Controller Staff

Dalam divisi finance dan akunting ada berbagai posisi yang dibuat supaya proses akuntansi menjadi lebih lancar dan terealisasi dengan baik. Salah satu posisi yang dibuat ialah Account Receivable Controller Staff. Posisi satu ini memegang peranan yang cukup penting pada perusahaan alasannya bisa menciptakan proses penerimaan uang perusahaan menjadi terkendali dan sesuai perencanaan yang dibuat oleh perusahaan khususnya divisi accounting dan finance. Sebelum kita pribadi melaksanakan pembahasan mengenai jobdesk, kiprah dan tanggung jawab dari posisi satu ini, sudahkah anda memahami apa pengertian dari Account Receivable Controller itu sendiri?

Istilah jabatan satu ini berasal dari bahasa Inggris dan terdiri dari beberapa kata. Account sendiri mewakili akunting atau penghitungan dari kata count. Receivable berasal dari kata receive yang berarti mendapatkan dan able yang berarti bisa atau mampu. Kata yang terakhir, controller berasal dari kata control yang berarti mengontrol atau mengatur dan mengawasi. Jika dipadukan, posisi Account Receivable Controller Staff Bisa diartikan seorang pegawai yang bertugas untuk mengontrol, mengatur dan mengawasi aset atau piutang perusahaan dalam segala bentuk supaya bisa dikalkulasikan dan didapatkan sesuai dengan sasaran yang sudah ditentukan.

B. Tugas Account Receivable Controller Staff

Dalam kesehariannya, seorang Account Receivable Controller Staff mempunyai beberapa kiprah utama diantaranya :

1. Mengecek Tagihan Bulanan Dan Melakukan Analisa Dari Awal Hingga Akhir

Dalam menangani kiprah ini dibutuhkan ketelitian dan kesabaran tingkat tinggi alasannya anda diperlukan bisa menganalisa dengan baik bagaimana proses penagihan dan penerimaan yang dimiliki oleh perusahaan dari awal sampai selesai dan menciptakan kesimpulan dari kinerja serta menunjukkan saran pengembangan untuk kemajuan perusahaan di bidang ini. Dibutuhkan komunikasi dengan pihak dan banyak contoh data untuk melakukannya. Anda harus mengecek semua faktur dan invoice kemudian mengakumulasikan data datanya.

2. Mengecek dan Mengalokasikan Semua Penagihan Untuk Klien

Selain kiprah utama di atas, anda juga mempunyai kiprah untuk menganalisa dan melaksanakan pengecekan terhadap tagihan klien. Apakah sudah terealisasi dengan baik? Apakah klien memahami tanggung jawabnya, dan beberapa aspek lain yang berafiliasi dengan sinerginya proses penagihan dari perusahaan anda terhadap klien.

3. Melakukan Pengecekan atau Rekonsiliasi data AR Balance Bulanan

Selanjutnya ada juga diperlukan bisa menciptakan pembiasaan data (rekonsiliasi) konkret dengan data yang ada di buku besar dan memastikan keseimbangan penagihan perusahaan (AR balance) dalam tempo satu bulan. Dibutuhkan data data pendukung untuk memastikan kelancaran kiprah ini. Karenanya anda harus menyimpan semua data data penagihan dengan terstruktur dan rapi.

4. Menyediakan Daftar Penagihan Untuk Atasan Langsung dan Staff Senior

Untuk klien yang menunggak, anda diperlukan menciptakan daftar nama klien tersebut dan menganalisa mana yang alasan keterlambatannya realistis dan mana yang tidak. Buatlah laporan dan atasan anda akan memutuskan tidakan apa yang harus dilakukan untuk menangani kondisi ibarat ini. Tapi tidak jarang di beberapa perusahaan, account receivable staff yang mempunyai kiprah untuk melaksanakan penagihan secara pribadi terhadap klien yang menunggak tanpa harus berkoordinasi dengan atasan terlebih dahulu dan hanya mengacu pada data saja.

5. Mengecek Daftar Tagihan dan Melakukan Penagihan Kepada Klien Yang Menunggak

Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya, jikalau anda menempati posisi account receivable controller anda akan mempunyai kiprah untuk melaksanakan penagihan terhadap klien yang belum melaksanakan pembayaran pada ketika tenggat waktu pebayaran sudah melewati batas kesepakatan.

6. Mengimplementasikan Syarat dan Ketentuan Perjanjian Finansial Dengan Para Klien

Dalam setiap kesepakatan yang didapat dengan klien anda diperlukan bisa menciptakan klien memahami apa saja intisari dan poin poin yang ada di dalam ketentua kerjasama tersebut, terutama yang berkaitan dengan persoalan pembayaran dari klien

7. Mengupdate Perkiraan Cashflow Penerimaan Dan Tunggakan AR

Selain melaksanakan penagihan dan kiprah tugas di atas, anda juga harus memperkirakan cashflow perusahaan dilihat dari keseimbangan antara jumlah penagihan dari klien yang berhasil dan yang menunggak. Mengenai estimasi waktu updatenya, biasanya setiap perusahaan mempunyai kebijakan yang berbeda beda.

8. Mengimplementasikan aspek lain dari permbaruan kebijakan perusahaan.

Jika kemudian terdapat pembaruan di dalam kesepakatan, seoang account receivablio controller diperlukan bisa melaksanakan pembaruan dan berkoordinasi dengan pihak klien untuk segera memahami kebijakan gres perusahaan ini.

C. Tanggung Jawab Account Receivable Cotroller Staff

Kalau semua kiprah tugasnya telah terpenuhi, maka tanggung jawa yang harus diemban oleh seorang Account Receivable ialah sebagai berikut ;

1. Memastikan pengecekan dan analisa tagihan bulanan para debitur terealisasi dengan baik
2. Memastikan alokasi data penagihan bulanan klien tersedia untuk diproses selanjutnya
3. Memastikan data balance AR tersedia dan sudah direkonsiliasi (disamakan) dengan data lapangan.
4. Memastikan keterediaan daftar penagihan
5. Memastikan klien yang masuk daftar tagihan ditagih sesuai perjanjian yang berlaku.
6. Memastikan Syarat dan Ketentuan Perjanjian Finansial Dengan Para Klien diimplementasikan dengan baik
7. Memastikan update asumsi cashflow penerimaan dan tunggakan AR tersedia.

D. Kualifikasi Accounts Receivable Controller

Agar pekerjaannya bisa terealisasi dengan baik, biasanya seorang Account Receivable Controller diharuskan mempunyai kualifikasi sebagai berikut ;
1. Memiliki kemampuan dalam mengolah buku besar atau berpengalaman dalam bidang penagihan.
2. Berpengalaman dengan pekerjaan yang mobile dengan tekanan yang tinggi.
3. Memiliki anutan yang positif, analitik, pintar mencari solusi dan gampang dihubungi.
4. Memiliki kemampuan untuk membangun hubungan
5. Memiliki kemampuan akuntansi yang elok terutama dalam aplikasi Excel dan aplikasi penunjang akuntansi lainnya.
6. Pendidikan Minimal S1 Akuntansi dan atau S1 semua jurusan dengan pengalaman yang relevan di bidang yang sama.

Ituah sedikit pembahasan mengenai apa saja yang berkaitan dengan jobdesk, kiprah dan tanggung jawab dari seorang Account Receivable Controller Staff atau AR-Controller Staff. Jika artikel ini bermanfaat silakan dishare, jikalau terdapat kesalahan atau kekurangan silakan ditambahkan di kolom komentar.

Salam

Dengan memahami alur proses pembuatan laporan pajak  ALUR PROSES PEMBUATAN LAPORAN PAJAKMengapa perlu diketahui ?

Dengan memahami alur proses pembuatan laporan pajak :
1). Akan mempermudah dalam proses pembuatan laporan itu sendiri.

2). Dapat mengenali bahkan menciptakan laporan pajak dengan tingkat kesesuaian (persisi?) yang lebih tepat dan well matched antara satu lembar laporan dengan lembar laporan lain dalam satu jenis laporan pajak.


3). Laporan yang mempunyai tingkat kesesuaian yang tepat akan menciptakan proses pelaporan di kantor pajak menjadi cepat dan lancar.

4). Akan sanggup mengarsipkan dokumen perpajakan dengan lebih sistematis, sehingga akan mempermudah dalam proses pemeriksaan.


Navigasi Laporan Pajak

Pada masing-masing satu jenis laporan pajak, misalnya…. SPM PPn, jikalau kita perhatikan satu set blanko kosong yang diterima dari DJP, maka susunan isinya akan sebagai berikut :

Laporan Utama : akan selalu berada di halaman paling muka. Semakin kebelakang jenis laporannya akan semakin spesifik. Membutuhkan data-data yang semakin terperinci pula. Dan di halaman-halaman selesai laporan disertai oleh lampiran-lampiran khusus.


Alur Proses Pembuatan Laporan

Deangan melihat navigasi laporan pajak diatas, obviously alur proses pembuatan laporan pajak :
Dimulai dari menyiapkan laporan-laporan pendukung yang paling rinci.

Misalnya :

PPh Pasal 21 : Daftar Gaji dan perhitungan pph-nya, Bukti-bukti pemotongan
PPh Pasal23: Dattar pembagian deviden, deposito, atau persewaan-nya, bukti pemotongannya
PPn : Daftar (Buku) Penjualan dan Faktur Pajak Keluarannya, Daftar (buku) Pembelian dan Faktur Pajak Masukannya, PPn Import dan bukti pemotongan dari Ditjen Bea Cukai.
Dan lain sebagainya……

Jumlah (“Total Nilai”) dari masing-masing daftar, buku, dan bukti-bukti potong diatas, dipindahkan ke blanko- blanko (forms) yang ada di lembar-lembar terakhir pada set laporan.

Selanjutnya, Total Nilai dari masing-masing halaman laporan (pada halaman-halaman terakhir), dipindahkan ke halaman yang lebih di depannya, tentu saja tidak selalu ke halaman yang persis di didepannya, sanggup jadi jumping ke halaman paling depan (halaman utama). Ada petunjuk-petunjuk kecil yang menginstruksikan nilai tersebut harus dibawa ke nlanko halaman berapa, baris ke berapa, kolom ke berapa.

Demikian seterusnya hingga hingga kelaporan utama.
Secara singkat, laporan pajak itu di mulai dari halaman yang paling belakang, trus semakin ke depan, hingga ke halaman utama. Dengan mengikuti alur ini, asalkan dikerjakan dengan hati-hati, aku yakin anda akan sanggup menghasilkan laporan pajak yang mempunyai tingkat perisi dan kesesuDengan memahami alur proses pembuatan laporan pajak  ALUR PROSES PEMBUATAN LAPORAN PAJAKaian yang sempurna.
Laporan yang mempunyai tingkat kesesuaian (well matched) antar halaman laporan pajak yakni penting untuk menghindari penolakan dari pihak kantor pajak ketika pelaporan, akan menciptakan laporan menjadi lolos masuk tanpa revisi-revisi yang bolak balik.

Alur Proses Pembuatan Laporan dan Pengarsipan

Walaupun topik ini bukan membahas mengenai cara mengarispkan laporan pajak, tidak ada salahnya untuk diketahuai, bahwa cara pengarsipan yang benar susunan-nya seharusnya terurut dari paling depan (atas) hingga ke lembar yang paling dibelakang (bawah) sebagai berikut :

1). Bukti penerimaan laporan (kertas kecil yang ujungnya kuning-kuning :P )


2). Surat Setoran Pajak (SSP) lembar ke-1, yang merupakan bukti pembayaran atas : uang muka pajak, surat tagihan pajak (STP) yang sudah divalidasi oleh Bank Pembayar atau Kantor Post.


3). Slip setoran ke bank (Kantor Pajak) atas pembayaran pajak yang sesuai


4). Laporan Pajak (SPM PPn, SPT PPh 21 Masa, SPT PPh Pasal 29, SPT PPh Pasal 23, SPT PPh Pasal 4 (2), dan lain sebagainya).


5). Bukti Pemotongan ( Untuk jenis pajak yang bertype with holding : PPh Pasal 21, 23, 26, PPn).


6). Daftar-Daftar atau buku pembantu (Daftar aktiva & penyusutannya, daftar Piutang Dagang, daftar Utang Dagang, Daftar Uang Muka ).


7). Laporan Keuangan atau laporan acara tertentu dari perusahaan sehubungan dengan pajak yang dilaporkan.


Bonus :

Konsultan Pajak dan…..Eghhhzzz... (silahkan dibaca saja)
Apakah anda menggunakan konsultan untuk mengurusi perpajakan?

Rutin mendapatkan laporan dari konsultannya untuk diarsipkan ?

Pernah kah anda memperhatikan susunan laporannya ?. Apakah in order menyerupai yang aku sebutkan diatas ?. atau diacak (tidak tersusun menyerupai yang aku sebutkan) ?.
Kalau tidak pernah terurut, cobalah urutkan sendiri, kemudian tanyakan kepada konsultannya, “mengapa laporannya tidak tersusun menyerupai yang seharusnya ?”.

Ada 2 kemungkinan respon yang mungkin akan anda terima :

a). Dia tidak menjawab, akan tetapi dilaporan-laporan berikutnya, beliau akan menyusunnya dengan benar. Jika ini responnya, berarti si Bapak/Ibu Konsultan cuma ceroboh, atau terburu-buru.

b). Jangan kaget kalau anda menerima balasan : “Ada dilema dengan laporannya?, kan sudah rapi”. Jika ini responnya… KICK HIM/HER OUT. Cari konsultan lain, atau mulai proceed in house, alias tidak menggunakan konsultan :-) why not..?

Regardless, mau proses di dalam atau pakai konsultan yang lain, yang jelas…. Praktek konsultan menyerupai itu tidak benar, berusaha menghalangi WP untuk memahami alur proses pembuatan laporan pajak.

 Divisi akunting dan finance yaitu bab yang memegang peranan krusial dalam perusahaan Jobdesk Accounting Staff, Tugas Dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Staff Accounting

Divisi akunting dan finance yaitu bab yang memegang peranan krusial dalam perusahaan. Dengan kinerja yang baik dari bab akunting, sudah tentu kita bisa melihat bagaimana proses perkembangan perusahaan dari segi finansial secara detail. Apakah sebuah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian, kita bisa melihatnya dengan melihat laporan akuntansi yang detail dan terstruktur. Ada banyak sekali pembagian posisi dalam divisi akunting ini. Tapi tentunya salah satu yang memegang peranan paling penting yaitu staff akunting itu sendiri atau Accounting Staff bila kita menamainya dalam Bahasa Inggris.

Sebelum kita melanjutkan pembahasan mengenai Jobdesk, Tugas dan Tanggung Jawab dari seorang Accounting Staff, akan sangat pas bila anda memahami apa arti dari Accounting itu sendiri.Accounting yang berasal dari kata Account yaitu sebuah kata serapan dari bahasa Inggris dimana Account ini sendiri mempunyai arti menghitung atau perhitungan. Bila kita mengartikannya secara harfiah, staff akunting atau accounting staff yaitu seorang pekerja yang mempunyai kiprah untuk melaksanakan penghitungan terhadap aset finansial perusahaan. Jika anda berencana untuk menjadi seorang staff accounting, tentunya akan sangat cantik bila anda memahami apa kiprah seorang staff accounting terlebih dahulu.

B. Tugas Accounting Staff / Staff Akunting

Dalam kesehariannya, seorang accounting staff mempunyai banyak sekali kiprah alasannya yaitu seringkali seorang staff akunting harus bekerja secara multi tasking. Akan tetapi ada beberapa kiprah pokok dari seorang accounting staff menyerupai dibawah ini ;

1. Membuat Pembukuan Keuangan Kantor

Tugas utama dari seorang accounting staff sudah tentu yaitu menciptakan pembukuan atas transaksi keuangan perusahaan. Ada banyak sekali format pembukuan yang bisa dilakukan oleh seorang staff akunting. Biasanya masing masing perusahaan mempunyai standar pelaporan akuntansi beserta segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan dari perusahaan. Jangan khawatir salah  alasannya yaitu biasanya ada alat bantu untuk membual pembukuan menyerupai ini. Bahkan beberapa perusahaan sudah mempunyai formatnya pembukuannya masing masing. Makara anda hanya tinggal mengisikan data data saja.

2. Melakukan Posting jurnal operasional

Selanjutnya seorang staff akunting juga mempunyai kiprah untuk melaksanakan posting jurnal operasional. Mungkin istilah ini terdengar sulit, sederhananya posting jurnal operasional ini yaitu mencatat segala pengeluaran dan pemasukan dari operasional perusahaan lalu memasukkannya ke dalam buku besar akuntansi. Mengenai buku besar, ini yaitu semacam kumpulan dan rekapitulasi laporan akuntansi dari perusahaan. Biasanya buku besar perusahaan ini yaitu sebuah sistem yang terintegrasi menyerupai contohnya ERP atau SAP. Sedangkan untuk menciptakan jurnal bisa memakai Excel atau Accurate. Bagi anda yang lulusan akuntansi niscaya memahami hal ini dengan baik.

3. Membuat Laporan keuangan

Selanjutnya anda harus menciptakan laporan keuangan yang nantinya akan anda pertanggungjawabkan sendiri bila anda yang membuatnya. Laporan ini yaitu rekapitulasi keuangan perusahaan yang harus anda tandatangani dan anda serahkan kepada atasan eksklusif anda. Atasan akan mengecek ulang pekerjaan anda bila anda masih training. Tapi bila anda sudah usang bekerja, biasanya mereka tidak akan melaksanakan pengecekan alasannya yaitu anda yang akan bertanggung jawab secara penuh terhadap laporan tersebut.

4. Menginput data jurnal akuntansi ke dalam sistem yang dimiliki perusahaan

Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya, anda harus melaksanakan filling dokumen atau data entry akuntansi ke dalam sistem. Pastikan data data yang anda masukkan sudah benar dan akurat agar tidak membingungkan anda pada ketika terjadi cash opname nantinya.

5. Memeriksa dan melaksanakan verifikasi kelengkapan dokumen yang berafiliasi dengan transaksi keuangan 

Dalam segala transaksi akuntansi niscaya ada dokumen pendukung menyerupai misalkan kuitansi, faktur, invoice dan lain lain. Tugas anda yaitu memastikan bahwa kelengkapan dokumen menyerupai ini benar benar ada dan tersimpan rapi. Jangan hingga hilang alasannya yaitu kelengkapan dokumen ini sebagai bukti pengeluaran yang sah.

6. Rekonsiliasi dan adaptasi data finansial

Tugas anda selanjutnya yaitu melaksanakan rekonsiliasi dan adaptasi bersama kasir terkait pengeluaran perusahaan dengan mengacu pada Buku Kas dan Buku Bak atau buku rekening. Tidak hanya itu, materi contoh bisa juga berasal dari aktiva tetap perusahaan dan transaksi keuangan lainnya yang pernah dilakukan oleh perusahaan selama rentang waktu yang sudah ditentukan. Jika terdapat kesalahan, maka harus ditemukan hingga data akuntansi yang anda buat benar benar balance.

C. Tanggung Jawab Staff Akuntansi / Accounting Staff

Berdasarkan kiprah tugas yang sudah kami paparkan di atas, bisa ditarik kesimpulan kalau tanggung jawab seorang staff akunting atau accouting staff yaitu :

1. Memastikan pembukuan keuangan kantor tersedia dan terealisasi dengan baik sesuai dengan target.
2. Memastikan posting jurnal operasional ke dalam sistem terealisasi dengan baik.
3. Memastikan laporan keuangan perusahaan tersedia dan terdistribusi kepada administrasi dengan baik.
4. Memastikan data jurnal akuntansi terinput ke dalam sistem yang dimiliki perusahaan tanpa ada yang terlewatkan.
5. Memastikan pemeriksaaan dan verifikasi kelengkapan dokumen yang berafiliasi dengan transaksi keuangan terealisasi dengan baik.
6. Memastikan rekonsiliasi dan adaptasi data finansial terealisasi dengan baik.

D. Kualifikasi Staff Akunting

dikutip dari banyak sekali sumber, inilah beberapa kriteria dari seorang staff akunting yang biasanya diperlukan oleh perusahaan ;

1. Pendidikan minimal D3 Akuntansi (berpengalaman) atau S1 Akuntansi freshgraduate dengan pemahaman akuntasi yang baik.
2. Berpengalaman di bidangnya akan lebih diutamakan
3. Memiliki kemampuan untuk mengoperasikan software akuntasi menyerupai contohnya Ms. Excel atau Accurate.
4. Memiliki kemampuan untuk menciptakan laporan L/R (laba rugi), Jurnal, Neraca, dll.
5. Memiliki Serifikasi Breavet A & B akan lebih diutamakan.
6. Memiliki Loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan
7. Mampu bekerja secara tim atau perorangan
8. Mampu menghadapi sasaran dan bekerja dibawah tekanan
9. Memiliki ketelitian dan kemampuan berhitung yang baik
10. Memiliki daya tahan badan yang baik.
11. Biasanya calon pekerja yang berdomisili di sekitar perusahaan akan lebih diutamakan alasannya yaitu seringkali seorang staff akunting harus bekerja lembur hingga larut malam.

Itulah sedikit isu yang bisa kami sampaikan mengenai apa saja yang berkaitan dengan jobdesk, kiprah dan tanggung jawab seorang staff akunting atau accounting staff. Jika artikel ini bermanfaat silakan di share kepada rekan rekan anda yang membutuhkan. Jika terdapat kesalahan atau kekurangan silahkan ditambahkan di kolom komentar.

Salam

 Bukan darimana kesalahan tersebut dimulai Jobdesk Accounting Auditor, Tugas Dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Accounting Audit

Dalam perusahaan jenis apapun, kesalahan seringkali terjadi alasannya human error (kesalahan murni manusia) ataupun machine error (kesalahan dari mesin atau alat). Bukan darimana kesalahan tersebut dimulai, tapi apa dampak dari kesalahan tersebut terhadap stabilitas perusahaan. Semakin besar kesalahan yang terjadi, tentunya akan semakin besar juga resiko yang akan ditanggung oleh perusahaan. Dari sekian banyak divisi di perusahaan, salah satu yang sangat rentan terjadi kesalahan yaitu accounting. Divisi satu ini mempunyai kerentanan yang sangat tinggi untuk terjadi salah input atau salah perhitungan. Karenanya di dalam bab akunting kita mengenal dengan baik istilah Audit. Salah satu posisi penting dalam hal audit yaitu Accounting Auditor yang merupakan salah satu posisi yang sangat berat dan seringkali ditinggalkan oleh pegawainya.

Sebelum kita eksklusif melaksanakan pembahasan mengenai jobdesk, kiprah dan tanggung jawab seorang Accounting Auditor, akan sangat pas bila anda memahami terlebih dahulu apa arti dari accounting audit itu sendiri. Accounting menyerupai kita tahu yaitu proses penghitungan dari aset, pengeluaran, pendapatan, laba dan kerugian dari perorangan ataupun sebuah perusahaan. Sedangkan audit ini sendiri yaitu istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti investigasi keuangan. Makara bisa diartikan kalau accounting audit yaitu satu posisi di dalam perusahaan yang bertugas untuk menganalisa, menyidik dan mengambil tindakan obyektif atas hasil kinerja para staff akunting. Jika terdapat kesalahan baik yang disengaja atau pun yang tidak disengaja, akan dilakukan penanganan yang diubahsuaikan dengan kesalahan tersebut. Perlu anda tahu, di beberapa peruahaan posisi accouting audit ini kadang hanya bersifat sementara dan biasanya diharapkan pada ketika terjadi opname.

B. Tugas Accouting Audit

Ada beberapa kiprah yang harus dilakukan oleh seorang accouting audit pada ketika mereka melaksanakan pekerjaannya semoga kondisi akunting perusahaan menjadi lebih maksimal.

1. Melakukan investigasi laporan keuangan

Nomor pertama ini yaitu kiprah utama dari seorang audit yakni melaksanakan pengecekan terhadap laopran keuangan. Tidak hanya pada kesalahan saja, seringkali terjadi penggelembungan dana yang ditujukan untuk menutupi hilangnya dana perusahaan. Tim audit bertugas mengecek hal hal menyerupai ini dan menanyakan berkas berkas penunjang dari transaksi tersebut menyerupai contohnya kwitansi, faktur, invoice, dan memastikan keaslian dari dokumen pendukung tersebut, lakukanlah komunikasi dengan pihak terkait menyerupai contohnya vendor atau penyedia jasa yang mengeluarkan kwitansi sebagai salah satu cara pembuktian. Jika terdapat kejanggalan maka dilakukan penelusuran lebih lanjut dan dilakukan penanganan serius.

2. Membuat dan atau melaksanakan review SOP perusahaan terkait akunting

Jika dirasa terdapat celah bagi karyawan untuk melaksanakan manipulasi terhadap dokumen akunting, sudah sepatutnya posisi accounting auditor melaksanakan review terhadap SOP bab akuntansi, Jika diharapkan tidak apa dilakukan pembaruan demi kemajuan perusahaan kedepannya serta supaya terjadi transparansi dalam laporan akuntansi perusahaan.

3. Melakukan penyusunan kegiatan audit untuk dijadikan paduan dalam pelaksanaan audit

Sebagaimana halnya posisi lain di perusahaan, Accounting Auditor juga mempunyai standar kiprah utama dan metode melakukannya. Sebelum melaksanakan proses auditing, seorang Accouting Audit bertugas untuk menciptakan susunan kegiatan audit semoga proses audit yang dilakukan nantinya benar benar sistematis dan terorganisir dengan baik sehingga menghasilkan hasil auditing yang maksimal dan menyeluruh

4. Melakukan review atas temuan Audit dan memilih penanganan yang tepat

Apabila terdapat temuan yang menyalahi hukum perusahaan pada ketika terjadi audit, hal yang harus anda lakukan yaitu melaksanakan review secara mendalam untuk lalu menciptakan keputusan yang sempurna terhadap duduk kasus tersebut serta melaksanakan penanganan yang sempurna semoga hal tersebut tidak terjadi lagi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan dari mulai melaksanakan pengarahan sampai laporan ke sentra sehingga terjadi Surat Peringatan bagi karyawan tersebut atau bahkan pemecatan semoga bisa menawarkan imbas jera.

5. Melakukan pemantauan terkait diterapkan atau tidaknya keputusan audit yang sudah ditetapkan

Setelah proses audit dilakukan, seorang accounting auditor mempunyai kiprah untuk melaksanakan pemantauan terhadap hukum gres atau keputusan gres yang dibentuk sebagai kesimpulan dari proses audit yang sudah dilakukan. Misalkan dalam satu kasus, dulunya dalam suatu perusahaan reimburstmen tidak harus memakai struk. Kemudian audit menetapkan bahwa proses reimburstmen bensin harus menyertakan struk orisinil sebagai solusi atau keputusan terbaru, maka karyawan yang reimburst bensin tanpa struk tidak akan dicairkan reimburst nya. keputusan kecil menyerupai ini harus terus dipantau dengan teliti oleh para accouting auditor.

6. Melakukan Input transaksi harian

Selain kiprah tugas di atas, seorang accounting auditor juga harus melaksanakan data entry transaksi harian yang terjadi selama ia melaksanakan audit. Bersama dengan staff accounting, mereka melaksanakan data entrytransaksi tersebut dan memastikan tidak ada kesalahan yang terjadi di dalam proses data entry transaksi perusahaan tersebut.

7. Membuat laporan keuangan hasil audit

Tugas lain yang harus dilakukan oleh seorang Accounting Auditor yaitu menciptakan laporan hasil audit dan menyerahkannya kepada atasan atau orang yang berwenang terhadap proses audit tersebut. Jika lalu terdapat kesalahan atau penyalahgunaan dana dari pihak accounting, maka seorang auditor harus melaksanakan penanganan dengan segera semoga tidak terjadi kesalahan yang sama kedepannya.

8. Membuat laporan stock opname atau cash opname

Bila padasaat yang bersamaan sedang terjadi stock opname atau cash opname di perusahaan kawasan diadakannya audit, seorang accounting auditor juga bertugas untukmembantu proses opname tersebut dan menciptakan laporan opname sebagaimana biasa.

9. Melakukan rekonsiliasi kas dan Bank

Sebagai sub kiprah dari poin yang pertama, seorang accounting auditor harus melaksanakan rekonsiliasi atau pembiasaan antara data data kas dengan data data Bank yang dimiliki perusahaan dan memastikan tidak terjadi kesalahan sehingga data menjadi balance.

10. Melakukan rekonsiliasi utang dan piutang

Sama menyerupai poin di atas, terhadap data utang dan piutang perusahaan juga dilakukan hal yang sama. Biasanya untuk kondisi utang dan piutang ini harus dilakukan koordinasi dengan staff Account payable(staff utang) dan staff account receivable (staff piutang).

C. Tanggung Jawab Accounting Audit

Setelah melihat kiprah tugas dari para Accounting Auditor di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa tanggung jawab dari posisi tersebut yaitu ;

1. Memastikan proses investigasi keuangan terealisasi dengan baik.
2. Memastikan SOP perusahaan menjadi efektifdan efisien serta menunjang kemajuan akuntansi perusahaan.
3. Memastikan ketersediaan kegiatan audit secara menyeluruh sebelum melaksanakan audit.
4. Memastikan penanganan kesalahan dalamaudit dilakukan dengan baik dan sesuai dengan mekanisme perusahaan.
5. Memastikan keputusan audit yang sudah ditetapkan terealisasi dengan baik.
6. Memastikan ketersediaan data data dan laporanaudit sesudah proses audit selesai dilaksanakan.

D. Kualifikasi Accounting Auditor

Agar pekerjaannya bisa terealisasi dengan baik, seorang accounting auditor harus mempunyai kriteria sebagai berikut ;

1. Pendidikan S1 Akuntansi / S2 Akuntansi
2. Berpengalaman menjadi audit minimal 1 tahun
3. Memiliki daya analisa yang baik.
4. Memiliki abjad yang tegas
5. Memiliki kemampuan bicara yang baik
6. Memiliki mental yang kuat
7. Bersedia bekerja di bawah tekanan.
8. Bersedia bekerja mobile dan berpidah tempat.
9. Memahami proses akuntansi dengan baik.

Itulah sedikit klarifikasi yang bisa kami paparkan mengenai apa saja yang berkaitan dengan Jobdesk, Tugas dan Tanggung Jawab dari seorang staff accounting audit. Jika artikel ini bermanfaat, silakan di share kepada sobat sahabat yang membutuhkan. Jika terdapat kekurangan atau kesalahan, silahkan ditambahkan di kolom komentar.

Salam

 divisi accounting terbagi menjadi banyak sub divisi yang mempunyai peranan penting masing  Jobdesk Accounting & Tax Officer, Tugas dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Accounting - Tax Officer

Di dalam perusahaan apapun, divisi accounting terbagi menjadi banyak sub divisi yang mempunyai peranan penting masing masing. Akan tetapi ada juga beberapa perusahaan yang mengkombinasikan dua posisi pribadi untuk dipegang oleh satu orang saja. Biasanya kondisi ini berada di perusahaan kelas menengah yang tidak terlalu banyak transaksi akuntansinya. Dalam hal ini yang akan kita bahas ialah posisi Accounting - Tax Officer yang mana di perusahaan lain seringkali dijadikan dua posisi yakni staff accounting dan tax officer. Sebenarnya dua posisi ini ialah posisi yang saling berkesinambungan sehingga tidak heran jikalau ada beberapa perusahaan yang mengkombinasikannya.

Tahukah anda apa pengertian dari Accounting Tax Officer? Sebelum kita melanjutkan pembahasan ke kiprah dan tanggung jawab posisi tersebut, akan sangat sempurna jikalau anda memahami bahwa istilah satu ini berasal dari bahasa Inggris yang berasal dari tiga kata yaitu Accounting, Tax, dan Officer. Accounting ini sendiri mewakili arti akunting dalam Bahasa Indonesia, sedangkan Tax berarti Pajak dan Officer berarti petugas. Posisi Accounting Tax Officer bisa diartikan seseorang yang mempunyai kiprah untuk melaksanakan segala pencatatan dan pengawasan terkait segala proses yang berkaitan akuntansi dan pajak dari sebuah perusahaan.

B. Tugas Accounting - Tax Officer

Dalam kesehariannya ada banyak sekali kiprah yang harus dilakukan oleh seorang Accounting - Tax Officer alasannya ialah biasanya posisi ini bersifat multitasking, akan tetapi ada beberapa kiprah utama yang harus dilakukan oleh mereka diantaranya ialah sebagai berikut.

1. Berkorespondensi via email dan telepon terkait keterlambatan pembayaran, menuntaskan perselisihan, pertanyaan dan problem kasus lainnya

Sebagaimana umumnya para staff akunting di sebuah perusahaan, seorang Accounting - Tax Officer juga bertugas melaksanakan follow up dengan memakai email serta telepon apabila ada keterlambatan dalam pembayaran atau apabila ada perselisihan yang terjadi antara perusahaan dengan pihak lainnya. Biasanya problem kasus ini berkutat di permasalahan piutang perusahaan (Receivable), utang perusahaan (Payable), Tax (Pajak), Reimburstment (klaim dari karyawan) dan banyak sekali aspek lain yang berkaitan dengan finansial perusahaan menyerupai contohnya melaksanakan pengaturan proses penerimaan kas, melaksanakan pencatatan pendapatan dan piutang perusahaan atau bahkan melaksanakan analisa akuntansi secara umum dan melaksanakan rekonsiliasi alias pembiasaan dari data data perbankan, aset tetap, akruals, dan uang muka. Tidak lupa juga bahwa sebagai seorang staff accounting anda harus melaksanakan penghitungan laporan keuangan menyerupai laporan keuntungan rugi, dan neraca.

2. Bertanggung jawab untuk menangani pajak bulanan dan tahunan dengan memakai e-SPT all taxes, E-Billing, E-Faktur, E-Filling

Bagi anda yang pernah menangani pajak, pastinya sudah tidak perlu dijelaskan lagi apa istilah istilah di atas, akan tetapi bagi anda yang mungkin belum berpengalaman dalam penanganan pajak perusahaan, istilah di atas ialah beberapa aplikasi dari kantor pajak yang biasa dipakai oleh para tax officer untuk melaksanakan transaksi pajak secara online. Tidak hanya itu, anda bisa juga melihat semua rekaman data pajak perusahaan dengan mengandalkan aplikasi berbasis online dari kantor pajak di atas. Seorang Account Tax Officer bertugas menghandle penggunaan aplikasi di atas demi kelancaran pajak perusahaan.

3. Menghitung dan melaporkan semua pembayaran pajak perusahaan

Hal selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang Account Tax Officer ialah melaksanakan penghitungan dan menciptakan laporan pajak perusahaan dengan form yang dimiliki oleh perusahaan. Biasanya data data ini akan disimpan dalam sebuah aplikasi masing masing perusahaan jadi perusahaan mempunyai salinan data ajak sehingga gampang untuk diakses bilamana sewaktu waktu dibutuhkan data datanya.

4. Menyiapkan dan Mendokumentasikan Faktur Pajak (SSP)

Apabila kiprah tugas di atas sudah dilaksanakan secara menyeluruh, seorang Accounting Tax Officer juga mempunyai tanggung jawab untuk mendokumentasikan seluruh Faktur Pajak yang keluar dari pembayaran pajak yang dimiliki oleh perusahaan. Hal ini bertujuan untuk fasilitas data data bilamana sewaktu waktu terjadi kesalahan atau hal hal yang tidak diinginkan.

5. Melakukan proses dan perekaman transaksi utang perusahaan dan memastikan bahwa semua invoice beserta reimburstment dari karyawan

Tugas Account Tax Officer selanjutnya ialah melaksanakan perekaman atas segala transaksi yang berkaitan dengan utang perusahaan yang harus dibayarkan termasuk pajak beserta segala reimburstment dari para karyawan baik itu klaim kesehatan, cuti, pembiayaan, dan lain lain. Seorang Account Tax Officer harus menangani semua itu dengan serius dan memastikan bahwa semua poin yang kami paparkan di atas dibayar secara akurat dengan mengacu pada ketentuan dan mekanisme finansial perusahaan

C. Tanggung Jawab Accounting - Tax Officer

Berdasarkan kiprah tugas dari accounting tax officer di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa tanggung jawab dari posisi ini ialah :
1. Memastikan proses pelaksanaan dan pencatatan akuntansi serta finansial perusahaan terealisasi dengan baik.
2. Memastikan semua aplikasi yang berkaitan dengan pajak dioperasikan dengan baik dan tidak ada keterlambatan dalam pembayaran pajak perusahaan.
3. Memastikan semua pengeluaran pajak perusahaan dihitung dan didokumentasikan dengan baik untuk selanjutnya dilaporkan kepada manajemen.
4. Memastikan dokumentasi faktur pajak terealisasi dengan baik.
5 Memastikan kalau perekaman transaksi utang perusahaan dan reimburstment karyawan terbayarkan sempurna waktu dan sesuai dengan mekanisme perusahaan.

D. Kualifikasi Accounting - Tax Officer

Agar semua tugasnya terealisasi dengan baik, seorang Accounting Tax Officer diharapkan mempunyai kualifikasi sebagai berikut ;

1. Pendidikan minimal S1 Akuntansi / Pajak / Finance
2. Memiliki pengalaman di bidang terkait minimal 1 tahun
3. Memiliki pemahaman akuntansi yang baik
4. Memiliki pemahaman pajak perusahaan yang baik
5. Memiliki kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi akuntansi
6. Memiliki kemampuan untuk mengoperasikan aplikasi perpajakan
7. Memiliki daya ingat yang besar lengan berkuasa dan ketelitian yang tinggi
8. Mampu bekerja di bawah tekanan dan bersedia kerja lembur.
9. Memiliki kemampuan perundingan yang baik
10. Memiliki kemampuan bahasa inggris lebih diutamakan.

Itulah sedikit isu yang bisa kami sampaikan terkait jobdesk, kiprah dan tanggung jawab dari seorang Accounting Tax officer. Jika dirasa artikel ini bermanfaat silakan di share, jikalau terdapat kesalahan atau kekurangan silahkan ditambahkan di kolom komentar.

Salam

 Tax Serta Peranan Assistant Manager Dalam Posisi Tersebut Jobdesk Accounting & Tax Assistant Manager, Tugas dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Accounting & Tax Serta Peranan Assistant Manager Dalam Posisi Tersebut

Di dalam dunia kerja, selalu ada posisi dan jabatan yang terperinci semoga integrasi pekerjaan bisa terealisasi dengan baik. Di semua bagian, selalu ada posisi dan hirarki menyerupai contohnya dalam bab akunting yang akan kita bahas ini. Pada kesempatan kali ini kami akan menawarkan anda sedikit klarifikasi mengenai jobdesk, kiprah dan tanggung jawab dari seorang accounting & tax assistant manager. Tapi sebelumnya sudahkah anda memahami arti dari accounting dan tax itu sendiri?

Perlu anda tahu, accounting berasal dari kata account yang merupakan perubahan dari count dan berasal dari bahasa Inggris. Kata ini mempunyai arti menghitung. Kurang lebih accounting yaitu bab yang mengurusi segala penghitungan perusahaan dari mulai produksi, keuangan, stok, dan lain lain. Kaprikornus kata accounting ini tidak hanya disematkan pada bab keuangan saja. Sedangkan kata Tax juga masih berasal dari Bahasa Inggris yang mempunyai arti pajak. Staff accounting & Tax bisa diartikan satu posisi dalam perusahaan yang bertugas menangani penghitungan keuangan perusahaan dan pajak yang menjadi tanggung jawab dari perusahaan. Sedangkan Assistant Manager ini mempunyai kiprah yang cukup signifikan yakni membantu seorang manager accounting dan tax dalam melaksanakan tugasnya.

B. Tugas Accounting & Tax Assitant Manager

Dalam kesehariannya di perusahaan, seorang accounting & tax manager mempunyai kiprah yang tidak jauh berbeda dengan seorang wakil manager, hanya saja assistant menyerupai ini tidak mempunyai kapasitas sebagai decision maker di dalam perusahaan khususnya di bab akunting. Dia hanya mempunyai kapasitas sebagai kepanjangan tangan dari seorang manajer semoga pekerjaan terealisasi dengan baik. Jika dijabarkan lebih lanjut, inilah beberapa kiprah accounting & tax assistant manager :

1. Melakukan kiprah tugas seorang accounting dan tax serta memastikan SOP perusahaan dilaksanakan dengan baik.

Sebagai seorang asiten manager akunting dan pajak, kiprah utama dari Accounting & Tax Assistant Manager yaitu mengerjakan kiprah tugas terkait akuntansi dan pajak yang dibebankan kepadanya oleh seorang manager. Seorang staff accounting & tax memang tidak mempunyai kapasitas untuk menciptakan keputusan, tapi mempunyai wewenang untuk melaksanakan pengecekan terhadap kinerja akuntansi dan pajak di perusahaan daerah ia bekerja.

2. Melakukan koordinasi dengan bawahan dan memastikan kinerja akunting di perusahaan dilaksanakan dengan baik dan memenuhi sasaran serta ekspektasi perusahaan.

Selain melaksanakan kiprah tugas yang dibebankan kepadanya, seorang accounting & tax manager juga mempunyai kiprah untuk melaksanakan koordinasi dengan staff akunting dan staff pajak yang berada di dalam perusahaannya. Dia bertugas melaksanakan pengecekan dan penilaian terhadap kinerja akunting dan memastikan SOP perusahaan terealisasi dengan baik dan tidak terkendala oleh apapun.

3. Membuat Laporan SPT Tahunan dan eksklusif dengan baik serta bisa dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya kiprah accounting & tax assistant manager yaitu membantu manager dalam melaksanakan pembuatan Laporan SPT Tahunan dan eksklusif serta memastikan bila laporan tersebut sudah benar benar akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan.

4. Melakukan pengecekan laporan pajak bulanan dan melaporkannya kepada manager.

Karena bekerjasama dengan Tax alias pajak, seorang accounting & tax assistant manager juga bertugas untuk melaksanakan pengecekan laporan pajak bulanan yang dibentuk oleh divisi accounting dan memastikan bila data data dalam laporan pajak bulanan tersebut sudah benar/

5. Mengecek laporan keuangan dan melaksanakan validasi sebelum menyerahkannya kepada manager.

Terakhir, seorang accounting & tax assistant manager juga bertugas untuk melaksanakan investigasi laporan keuangan perusahaan dan memastikan informasinya sesuai dengan kondisi lapangan serta bisa dipertanggungjawabkan.

C. Tanggung Jawab Accounting & Tax Assistant Manager

Berdasarkan kiprah tugasnya di atas, bisa ditarik kesimpulan bila Tanggung Jawab seorang Accounting & Tax Assistant Manager yaitu ;

1. Memastikan tugasnya sebagai bab dari accounting dan tax terealisasi dengan baik
2. Memastikan SOP perusahaan dilaksanakan dengan baik
3. Memastikan keberadaan Laporan SPT Tahunan terealisasi dengan baik.
4. Memastikan Laporan Pajak bulanan perusahaan sudah di cek dan diverifikasi dengan baik.
5. Memastikan koordinasi dengan para staff akunting terealisasi dengan baik dan memastikan kondisi kerja berjalan dengan kondusif.
6. Memastikan laporan keuangan yang akan diberikan pada administrasi sudah di cek dan diverifikasi dengan baik.

D. Kualifikasi Accounting & Tax Assistant Manager

Agar pekerjaannya terealisasi dengan maksimal biasanya perusahaan mencari seorang ajun manajer akunting dan pajak dengan kualifikasi sebagai berikut ;

1. Memiliki background pendidikan S1 Akuntansi
2. Memiliki kemampuan akuntansi yang bagus
3. Memiliki pengetahuan yang baik ihwal pajak
4. Memiliki kemampuan mengoperasikan software akuntansi.
5. Memiliki Sertifikat Brevet A & B lebih diutamakan.
6. Memiliki pengalaman kerja di bidang akuntansi dan pajak minimal 3 tahun
7. Memiliki kemampuan interpersonal yang baik
8. Memiliki kemampuan untuk memimpin.
9. Memiliki kemampuan untuk menuntaskan masalah.
10. Ulet dan pekerja keras, bersedia bekerja di bawah tekanan.

Itulah sedikit pembahasan yang bisa kami paparkan mengenai apa saja yang berkaitan dengan jobdesk, kiprah dan tanggung jawab seorang accounting & tax assistant manager di sebuah perusahaan. Jika artikel ini bermanfaat silakan di share kepada rekan rekan anda yang membutuhkan. Jika terdapat kesalahan atau kekurangan, silahkan ditambahkan di kolom komentar.

Salam.

Bagi seorang Pemeriksa Pajak (tax auditor) maupun bagi Praktisi Perpajakan, istilah ekualisasi pajak tentu sudah tidak gila lagi, tapi bagi sebagian orang yang lainnya (mungkin sebagian besar) walaupun sudah pernah berguru mata kuliah perpajakan, bahkan pegawai accounting sudah pernah menciptakan laporan pajak, tetapi belum mengetahui Ekualisasi Pajak.
-baca-]
Short Description :
Artikel yang memberi pengetahuan mudah mengenai pehaman dan menavigasi laporan pajak, semoga laporan pajak anda menjadi lebih precisely antar satu halaman dengan lembar halaman yang lain, penting untuk memuluskan proses pelaporan di kantor pajak [-baca-]

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.