Latest Post

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New


4 Falsafah Umum Cara Mengelola Pegawai, Terbukti Paten!



4 falsafah cara mengelola pegawai

Cara mengelola pegawai adalah sebuah perwujudan aspek artistik dari manajemen. Dan serinagkali disebut juga manajemen sumber daya manusia.
Apa yang terjadi bila kebijakan bertemu dengan kepribadian?
Bagaimana cara mengelola pegawai agar berprestasi konsisten, padahal menurut kodratnya manusia berperilaku tidak konsisten.
Perasaan pegawai tentang pekerjaannya yang merupakan cermin sebenarnya dari perasaan mereka atau refleksi pekerjaan yang sebenarnya mereka lakukan.
Apakah mereka kadang terlalu puas atau tidak tergantung pada keadaan, kesempatan dan hasil yang diperoleh.
Mengelola pegawai atau karyawan secara konsisten terkadang menghendaki agar ‘tidak konsisten secara konsisten’. Kadang harus membangun orang-orang dan adakalanya harus menurunkan ego mereka.
Ada beberapa pendekatan yang diterapkan oleh perusahaan dalam mengelola pegawai, seperti pengelolaan pegawai yang berorientasi pada orang (people oriented companies).
Salah satu slogan yang biasa mereka gunakan adalah “ orang dahulu, laba akan menyusul”.
Ada juga pendekatan lain yang kontra dengan pendekatan di atas. Mereka menganggap bahwa dalam pendekatan di atas tersirat ide bahwa perusahaan akan memperoleh yang paling baik dari para pegawainya melalui cara memotivasi yang positif.
Padahal dalam dunia nyata, tidak ada dua orang yang termotivasi oleh hal-hal yang persis sama. Dan tidak ada pegawai yang bekerja SELALU naik, namun akan mengalami TURUN NAIK.

4 Falsafah Manajemen SDM – Cara Mengelola Pegawai

Secara umum ada 4 (empat) falsafah untuk mengelola pegawai, yaitu :

#1. Menggaji pegawai sesuai dengan prestasi mereka

mengelola pegawai - menggaji pegawai sesuai prestasi
Saat mulai bekerja, sedikit sekali orang yang nilainya besar bagi perusahaan. Sebagian besar pegawai baru sebenarnya mendapat gaji yang melebihi NILAINYA.
Gaji yang berlebih itu merupakan investasi dalam diri orang itu dan masa depan.
Seiring dengan berjalannya waktu, gaji pegawai akan merayap naik. Dan pada akhirnya perusahaan akan memberikan gaji yang sesuai dengan prestasi yang telah dibuktikan oleh pegawai.
Dalam kaitan ini, sebagai penbisnis anda harus memisahkan faktor ego dalam tingkatan gaji dari nilai sesungguhnya dan kontribusi yang sebenarnya.
Hal ini penting artinya untuk menyadarkan pegawai bahwa beginilah cara yang sebaiknya dilakukan dan selanjutnya lebih menyadarkan pegawai akan pekerjaannya.
Sebagai contoh, bila kebijaksanaan perusahaan memberikan BONUS kepada pegawai dan keluarganya, hendaknya pastikan bahwa pegawai tersebut mengetahui bahwa bonus tersebut merupakan bagian dari kompensasinya.
Selain itu tak ada buruknya anda sebagai pebisnis membina interaksi yang dinamis dengan pegawai atau karyawan anda. 

#2. Buatlah pegawai anda merasa penting dan motivasilah

cara mengelola pegawai - motivasilah pegawai
Sangat penting artinya membina pegawai, membuat mereka merasa penting dan menghargai mereka atas hal-hal yang dicapai.
Anda perlu memuji mereka secara langsung dan terbuka kepada para rekan mereka dan kepada dunia luar.
Tapi pada saat yang sama anda juga perlu mengajar tentang unsur ‘kita’ dari situasi.
Motivasilah mereka agar selalu berusaha menjual perusahaan dan pada saat yang sama memuji mereka atas prestasi tertentu.
Tidak ada yang lebih buruk daripada seorang eksekutif yang berusaha memperoleh penghargaan untuk dirinya atau sesuatu yang dilakukan oleh bawahan atau pembantunya.
Meskipun sebaiknya anda bermurah hati dengan pujian, jangan sekali-kali membiarkan pegawai anda merasa terlalu puas untuk kemudian tidak berusaha lagi dan merasa bahwa karena mereka telah mencapai sesuatu pada bulan ini lalu mereka dapat berbuat sesuka hati pada bulan-bulan selanjutnya.
Kadangkal anda dapat memotivasi para pegawai yang baik untuk menjadi lebih baik dengan menunjukkan kekurangan-kekurangan kecil mereka dan mendesak agar mereka berusaha mencapai yang lebih baik lagi.
Dalam dunia nyata, bagian dari ‘bermain untuk menjadi pemenang’ seperti yang dikatakan pelatih sepak bola dengan meningkatkan keyakinan diri tim dan kadang-kadang menurunkannya.
Bahkan mendekati intimidasi seperti “ Apakah anda kira daoat melawan musuh?” atau “Apakah anda cukup baik untuk bermain dalam tim ini?”
Baca : Dulur Bonek, Demi Persebaya Surabaya yang Engkau Cintai, Yuk Belajar Bareng Tentang Akuntansi Keuangan untuk Klub Sepak Bola
Konsistensi manajemen dan konsistensi prestasi dapat dicapai dengan jalan mengisi lembah-lembah kekurangan pegawai dan sekali-kali memotong puncaknya.
Bagaimana dengan perusahaan yang sudah lama berdiri?
Agar bisa bertahan dalam bisnis, sudah pernah dibahas dalam artikel ini : 7 Cara Praktis Agar usaha yang telah diBangun Terus Bertumbuh dan Berkembang Cetar Membahana
Salah satu musuh terbesar yang sering dihadapi oleh perusahaan yang telah mapan (established companies) ialah perasaan puas diri.
Anda harus mengatasi perasaan ini, dan bila orang-orang yang bekerja untuk anda merasa terlalu aman atau terlalu puas, maka tiba saatnya bagi anda untuk menggoyahkan perasaan seperti itu. 

#3. Buatlah pegawai anda berpikir

cara mengelola pegawai - buatlah pegawai anda berpikir
Salah satu cara untuk langsung menusuk ke inti permasalahan adalah dengan mendorong pegawai dari berbagai tingkat  untuk berpikir sendiri.
Misalnya, bila ada pegawai  yang menemui anda dan bertanya mengenai suatu persoalan khusus, maka cobalah untuk menjawabnya secara tidak spesifik.
Misalnya “… apabila kita mengadakan suatu transaksi dengan seseorang, mungkin kita akan mengatakan bahwa jika dia dapat melakukan ini, maka kita akan melakukan ini. Tidak adakah suatu cara agar kita dapat melakukan sesuatu itu di perusahaan kita ….?”
Melalui cara mengelola pegawai seperti itu, sehingga setiap pegawai saat bisa menyelesaikan suatu persoalan semakin percaya diri bahwa pemecahan itu berasal dari dirinya sendiri dan bukan dari orang lain. 

#4. Pisahkan kehidupan kantor dari kehidupan sosial

Manajemen SDM - Cara mengelola pegawai
Memisahkan kehidupan kantor dari kehidupan sosial bukan berarti sama sekali tidak boleh. Namun pada waktu dan kondisi tertentu.
Zaman terus berubah dan sebagai pebisnis anda tidak bisa terlalu mengekang pegawai untuk tidak bersosialisasi.
Waktu berubah, pekerjaan berubah dan tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah perkembangannya pada tingkat manapun.
Yang bisa dilakukan adalah anda pun harus berubah dan menjadikan perubahan itu untuk pertumbuhan bisnis anda.
Memang sosialisasi yang kelewatan akan dapat menimbulkan persoalaan.
Misalnya, anda tidak mungkin bersikap bebas dengan seseorang pada suatu malam dan menunjukkan diri anda yang sebenarnya.
Sedangkan keesokan harinya anda harus memarahi, memberi tugas lain atau dengan cara tertentu berhubungan dengan orang itu atas dasar bisnis.
Demikian juga dan si pegawai, ia tidak akan bisa mengubah sikapnya dalam waktu singkat.
Sebagai kaidah umum, sebaiknya anda tidak mempersulit hubungan bisnis dalam perusahaan dengan segala macam perasaan terselubung yang timbul dari interaksi sosial.
Apabila seseorang sedang berhubungan, segala macam persoalan konfidensial akan timbul karena hubungan pribadi umumnya akan mewarnai situasi bisnis dan konfidensialitas.
Demikian pembahasan mengenai 4 falsafah umum cara mengelola pegawai dalam manajemen SDM.
Masihkah ada yang perluh ditambahkan?
Bila masih ada yang akan ditambahkan, silahkan.


Inilah Pengertian Hutang dan modal



analisis-cash-in-cash-out

Bagaimana pengertian hutang dan modal serta jenis-jenisnya?
Hutang dan modal adalah bagian dari kelompok passiva yang merupakan bagian dari neraca.
Hutang secara sederhana bisa didefinisikan sebagai kewajiban kepada pihak luar perusahaan. Sedangkan Modal adalah kewajiban terhadap pemilik perusahaan.
Selain pengertian di atas, dalam artikel ini akan dibahas juga secara tuntas tentang jenis-jenis hutang dan modal serta cara pencatatannya di neraca.
Harapannya,  kita akan lebih mudah dalam memahami laporan keuangan terutama di Neraca.
Langsung yuk kita mulai satu per satu….
Agar pembahasan kedua hal itu lebih sistematis dan terstruktur maka saya akan membagi menjadi dua pembahasan yaitu :

#1. Pengertian Hutang dan Jenis-jenisnya

Hutang adalah pengorbanan manfaat ekonomis yang akan timbul di masa yang akan datang.
Hutang timbul karena adanya kewajiban-kewajiban di saat sekarang dari perusahaan yang akan dipenuhi dengan memindahkan aktiva atau memberikan jasa kepada perusahaan lain di masa datang sebagai akibat dari transaksi-transaksi yang sudah lalu.

Jenis-jenis Hutang:

(a) Hutang Lancar

Hutang lancar atau hutang jangka pendek adalah hutang-hutang yang pelunasannya akan memerlukan penggunaan sumber-sumber yang digolongkan dalam aktiva lancar atau dengan menimbulkan hutang baru.
Yang termasuk dalam kelompok hutang lancar adalah:
  • Hutang dagang, yaitu hutang-hutang yang timbul dari pembelian barang-barang dagangan atau jasa.
  • Hutang Wesel, yaitu hutang-hutang yang memakai bukti-bukti tertulis berupa kesanggupan untuk membayar pada tanggal tertentu.
    Ada artikel menarik yang membahas masalah hutang wesel, silahkan baca juga: Inilah Pengertian Hutang Wesel.
  • Taksiran hutang pajak, yaitu jumlah pajak penghasilan yang diperkirakan untuk laba periode yang bersangkutan.
    Untuk alokasi pajak penghasilan saya sarankan untuk membaca artikel: Cara Alokasi Pajak Penghasilan di Laporan Laba Rugi.
  • Hutang biaya, yaitu biaya-biaya yang sudah menjadi beban tapi belum dibayar. Misalnya hutang gaji, hutang bunga.
  • Hutang-hutang lain yang akan dibayar dalam waktu 12 bulan. Dalam kelompok ini biasanya hanya dimasukkan hutang-hutang yang pelunasannya akan menggunakan sumber-sumber dari aktiva lancar.
Hutang-hutang yang tidak dilunasi dari aktiva lancar tidak termasuk dalam kelompok ini.
Misalnya hutang obligasi yang sudah jatuh tempo dan akan dibayar dari dana pelunasan obligasi.
Maka hutang obligasi ini tidak termasuk hutang lancar, begitu juga hutang-hutang lancar yang akan dilunasi dari dana-dana khusus yang sudah disediakan.

(b) Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang adalah hutang-hutang yang pelunasannya tidak menggunakan sumber-sumber yang digolongkan sebagai aktiva lancar, misalnya hutang obligasi, hutang wesel jangka panjang dan hutang lain-lain yang sifatnya sama.
Bagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo dan akan dilunasi dalam waktu 12 bulan dan menggunakan sumber-sumber aktiva lancar akan dilaporkan dalam kelompok hutang lancar.

(c) Hutang-hutang Lain

Hutang-hutang yang tidak apat dilaporkan dalam jenis-jenis hutang yang telah disebutkan di atas, dilaporkan dalam kelompok hutang-hutang lain.
Misalnya hutang obligasi yang akan jatuh tempo tapi akan dilunasi dari dana pelunasan obligasi, hutang jangka panjang kepada pejabat perusahaan atau kepada anak perusahaan.
Hutang-hutang yang mungkin timbul karena aktivitas di masa yang lalu di sebut hutang-hutang yang yang belum pasti (contingent liability).
Hutang-hutang seperti ini ditunjukkan dalam neraca dengan cara catatan kaki (footnotes).
Yang termasuk hutang-hutang yang belum pasti adalah piutang wesel di-diskontokan, sengketa hukum, pajak dan beban-beban lain yang belum pasti dan garansi-garansi yang diberikan. 

#2. Pengertian Modal

Modal adalah hak milik sisa (residual interest) dalam aktiva perusahaan yang tersisa sesudah dikurangi Hutang Hutang. Dalam perusahaan modal sendiri adalah hak dari pemilik.
Di perusahaan perseorangan, modal ditunjukkan dalam satu rekening yang diberi nama modal.
Dalam perusahaan yang berbentuk firma, modal ditunjukkan dalam rekening modal masaing-masing anggota.
Sedangkan dalam perusahaan yang berbentuk perseroan, modal ditunjukkan dengan rekening modal yang terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut :

(a) Modal disetor

Modal disetor adalah jumlah uang yang disetorkan oleh pemegang saham dan biasanya dibagi dalam dua kelompok yaitu :
  • Modal saham, adalah jumlah nominal saham yang beredar.
  •  Agio/disagio saham , adalah selisih antara setoran pemegang saham dengan nilai nominal saham.
Agio adalah selisih di atas nominal, sedangkan disagio adalah selisih di bawah nominal.
Cara pencatatan di Neraca, agio akan ditambahkan pada modal saham beredar, sedangkan disagio dikurangkan.

(b) Laba tidak dibagi

Pembahasan lengkap tentang laba tidak dibagi ada di artikel : perubahan modal.
Cara mencatatkan laba tidak dibagi di Neraca adalah sebagai berikut :
cara mencatat laba tidak dibagi di neraca

(c) Modal Penilaian Kembali

Apabila diadakan penilaian kembali terhadap aktiva-aktiva perusahaan, maka selisih antara nilai buku lama dengan nilai buku yang baru dicatat sebagai modal penilaian kembali.
Di dalam neraca, modal penilaian kembali dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan elemen-elemen modal yang lain.

(d) Modal Sumbangan

Modal Sumbangan timbul apabila perusahaan memperoleh aktiva yang berasal dari sumbangan.
Aktiva yang diterima dicatat dalam rekening aktiva dengan cara yang biasa dan diimbangi dengan pencatatan dalam rekening modal sumbangan.
Pencatatan Modal Sumbangan di Neraca, dilaporkan dalam kelompok modal dan dijumlahkan dengan elemen-elemen modal yang lain.

(e) Modal Lain-lain

Kelompok modal ini adalah modal perusahaan yang tidak dapat dimasukkan dalam salah satu kelompok di atas.
Demikian pembahasan mengenai hutang dan modal serta jenis-jenisnya, moga bermanfaat.
Terima kasih.


Mengintip 4 Kebiasaan Karyawan Hebat



Mengintip 4 Kebiasaan Hebat Karyawan

Bagaimana kebiasaan hebat yang bisa mempercepat peningkatan karir seorang karyawan?
Saya pernah mendengar, membaca dan cerita ada orang yang beri sesuatu yang gratis, mereka akan berkata, “itu Jebakan Batman”
Bila diminta untuk melakukan sedikit investasi, mereka menjawab “untungnya kecil atau nggak ada uang”
Bila diminta untuk mencoba sesuatu yang baru, mereka berkata, “tidak ada pengalaman”
Bila akan berbisnis dan diberi tahu ini model bisnis baru, mereka ngomong, “ itu mah susah guys” atau” ini MLM”
Bila diberi alternatif lain dengan  membuka warung, mereka berkilah “tidak ada kebebasan”
Sobat…..
Mumpung jantung kita masih berdenyut kencang, bagaimana kalau kita lakukan kerja-kerja nyata dengan kecepatan tercepat.
Dan dari pada mencari berbagai alasan serta asyik berfikir yang tidak ada habisnya, lebih baik lakukan SESUATU”
Apapun peran-peran yang sedang kita jalani….
Dan bila kita sebagai pegawai kantoran, coba kita mengintip kebiasaan apa saja yang dilakukan karyawan hebat :

Kebiasaan Hebat #1. Mengenali Kebiasaan Kerja Sendiri

kebiasaan hebat #1 - kenali kebiasaan kerja

Mereka mengenali kebiasaan kerja sendiri dan kemudian menyusun jadwal yang sesuai dengan kebiasaan kerjanya.
Bila kita sudah menyusun jadwal kerja tersebut dengan cara yang paling baik bagi kita, maka kita harus berpegang padanya.
Kebanyakan orang lebih suka bekerja di pagi hari dan mulai berkurang setelah makan siang. Namun ada orang yang justeru sebaliknya, yang bertambah momentumnya dan menambah kecepatannya sejalan dengan bertambahnya usia hari.
Yang penting adalah kita mengetahui saat produktivitas kita dan dapat merencanakan hari kerja sesuai dengan saat-saat itu.
Dengan mengelola  dan mengorganisasi diri kita sendiri berdasarkan cara yang sesuai dengan kebiasaan kerja kita sendiri dan dengan mencatat semuanya, kita akan bisa membebaskan otak dari berbagai pikiran yang berhubungan dengan pekerjaan saat kita sedang tidak bekerja. 

Kebiasaan Hebat #2. Komunikasi Kantor

kebiasaan hebat #2 - komunikasi yang baik
Kecepatan penyelesaian pekerjaan di kantor atau cepatnya perolehan informasi bergantung pada atau lebih banyak ditentukan oleh style daripada sistem.
Ada yang menyukai pertukaran informasi secara informal daripada dalam suasana yang lebih formal.
Untuk mendapatkan informasi, ada orang yang senang mendatangi kantor orang lain daripada mereka datang ke kantornya.
Ada yang lebih cenderung meminta informasi ringkas atau buletin tentang suatu hal daripada  sebuah laporan formal.
Apapun style yang kita sukai, yang penting bagaimana sebuah informasi bisa tersampaikan secara baik.
Pertukaran informasi yang dilakukan secara informal dan cepat cenderung mengalir ke semua karyawan sebagai suatu style komunikasi.
Biasanya gaya atau style atasan akan ditiru oleh anak buahnya. Bila seorang atasan pandai menukar informasi dengan cepat, sebagian besar orang-orang dalam timnya juga akan pandai dalam hal itu.
Sebaliknya bila seorang atasan lamban dan cenderung mengulang hal-hal yang telah jelas atau menghabiskan lebih banyak waktu dari yang seharusnya untuk mengatakan sesuatu yang perlu dikemukakan, maka seluruh anggota timnya juga hampir berperilaku seperti itu.
Gaya pribadi seorang atasan dan kemampuanya bertukar informasi lebih mempengaruhi tingkat efisiensi suatu departemen dibandingkan dengan hasil kepandaian gemilang yang terstruktur dalam mengorganisasi.

Kebiasaan Hebat #3. Pertimbangan Menulis atau tidak menulis

kebiasaan hebat #3 - menulis atau tidak
Jika ada alasan untuk menulis, yakni mencatat untuk pedoman di masa depan, menegaskan suatu kesepakatan, mencatat serangkaian fakta rumit atau angka-angka, kita sebaiknya menulis.
Walaupun hanya untuk melindungi diri atau menyatakan posisi kita bila posisi tersebut akan dipersoalkan, maka hal tersebut sudah merupakan alasan yang benar untuk menulis.
Hal penting yang perlu diingat mengenai komunikasi tertulis ialah bahwa bentuk komunikasi ini menimbulkan pekerjaan lebih banyak dan karenanya membutuhkan waktu kita dan waktu orang lain untuk membacanya.
Namun bila tidak ada alasan khusus, tanyalah diri kita sendiri apakah komunikasi lisan tidak lebih baik, lebih sederhana, dan lebih efisien.
Ada seorang pimpinan perusahaan yang cenderung senang dengan bentuk komunikasi lisan. Dan ada juga yang senang dengan tulisan.
Alasan pimpinan perusahaan yang senang komunikasi lisan adalah karena segala macam kemungkinan dapat timbul dan harus dipertimbangkan. Bagaimana harus menanggapinya? Apa sebenarnya yang ingin dikatakan si pengirim?Apakah terdapat implikasi tertentu?
Hal yang sama sebenarnya berlaku sama untuk komunikasi tulisan, dengan komunikasi tulisan juga ada implikasi yang harus dipertimbangkan.
Ada sebuah kisah tentang seorang pimpinan perusahaan yang saat karyawannya sudah pulang, ia menghampiri  meja mereka dan membuang semua kertas yang ditemuinya di atas meja.
Keesokan harinya ia berkata kepada karyawan yang merasa kehilangan, dan berkata “ Bila anda tidak menyelesaikannya sebelum meninggalkan kantor, itu berarti tidak cukup bernilai untuk dikerjakan.”
Dan dengan cara seperti itulah, ia memastikan bahwa karyawannya menyadari penggunaan WAKTU mereka.
Bila anda sebagai karyawan ingin meningkatkan skill dalam menulis procedur, ikuti langkah-langkahnya di Cara Praktis Menyusun Standard Operating Prosedur (SOP) 

Kebiasaan Hebat #4. Rapikan Kantor Anda

kebiasaan hebat #4 - merapikan kantor
Penampilan sebuah kantor, kerapian dan kebersihannya akan sangat mempengaruhi efektivitas dan efisiensinya.
Bila kita memasuki sebuah kantor yang tampak tidak terorganisasi, kita akan merasa tidak terorganisasi. Atau bagaimana perasaan kita saat memasuki sebuah kantor yang kondisinya kacau dan kotor? Tidak nyaman kan?
Kalau kita merasakan seperti itu, apakah kita akan mengikutinya? Tidak kan?
Maka sebelum pengaruh buruk terjadi pada diri kita, segerelah rapikan kantor kita, tidak usah ditunda-tunda.
Penataan kantor sebaiknya dilakukan dengan tepat. Bagaimana menempatkan bagian produksi,accounting, keuangan, dan kearsipan secara efisien?
Letakkan sesuatu pada tempatnya. Bila kita masih sering melihat pegawai yang makan siang di meja kerjanya, cobalah untuk memberikan pengertian dengan baik.
Sehingga ia akan dengan senang hati makan siang ditempat yang disediakan, bukan di meja kerja.
Ingatlah bahwa efisiensi kantor sebanding dengan PENAMPILANNYA yang efisien.
Apakah anda pernah menemui sebuah kantor perusahaan hebat yang kondisinya kotor dan semrawut?
Bila ada suatu kebaikan yang sudah terbukti hasilnya, maka daripada kita mencari-cari alasan, lebih baik tiru dan lakukan kebiasaan hebat itu, lalu kita lihat hasilnya…
Demikian 4 kebiasaan hebat seorang karyawan yang terbukti dapat meningkatkan karir, bagaimana dengan Anda?

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.