Latest Post

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New



Dulur Bonek, demi Persebaya yang engkau cintai, Yuk belajar bareng tentang akuntansi keuangan untuk klub sepak bola




Bonekmania Persebaya Surabaya
source foto : lensaindonesia.com

Perkembangan industri sepak bola di Indonesia di masa depan berpotensi melahirkan pemain sepak bola yang andal. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 250 jiwa dan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola serta kegemarannya menonton pertandingan sepak bola di televisi.
Apalagi Persebaya, sebagai salah satu klub sepak bola ternama dan terbesar asal Surabaya sangat berpotensi melahirkan talenta-talenta yang akan menjadi motor penggerak dan penopang industri sepak bola di Indonesia.
Dengan dukungan basis masa yang fanatik, bajul ijo Bonekmania! Dan dikelola secara profesional serta konsisten, cita-cita itu bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.
Layaknya sebuah organisasi yang profesional maka sebuah klub sepakbola, seperti Persebaya Surabaya juga dituntut mampu menyajikan sebuah laporan keuangan yang memuat informasi yang berkualitas bagi para pemakainya.
Ketika sepakbola sudah menjadi sebuah industri, maka sumber pendapatan sebuah klub sepakbola bisa sangat bervariasi, bukan lagi dari penjualan tiket namun juga dari sumber-sumber lain seperti penjualan merchandise, sponsor, hak siar televisi, uang penampilan dan hadiah serta dari penjualan pemain.
Apakah ada ketetentuan yang mengatur tentang laporan keuangan sebuah klub sepak bola?
Industrialisasi yang melanda dunia sepak bola tentunya juga menarik perhatian para investor bisnis untuk berinvestasi pada klub-klub sepak bola.
Adanya investasi jual-beli saham antara investor dan perusahaan, sebuah klub sepak bola memiliki peluang untuk mendapatkan sumber pendanaan eksternal yang beragam.
Di sinilah peran penting laporan keuangan kemudian muncul sebagai media komunikasi antara para pemegang saham dan manajemen klub sepak bola.
Maka FIFA sebagai organisasi tertinggi sepak bola dunia mengeluarkan sebuah regulasi resmi yaituFIFA Regulations Club Licensing Article 10 tentang Financial Criteria yang berfokus pada pengelolaan dan pelaporan keuangan klub-klub sepak bola di dunia.
Implementasi dari financial criteria tersebut diharapkan akan memberi peningkatan jangka pendek maupun jangka panjang untuk klub dan dunia sepakbola secara umum.
Untuk memenuhi ketentuan dari financial criteria tersebut, maka sebuah klub sepakbola membutuhkan sistem akuntansi yang bisa dijadikan sebagai panduan untuk mengelola aktivitas keuangan klub-nya.
Padahal sampai saat ini belum ada prinsip akuntansi standar yang dikhususkan untuk industri sepakbola, sehingga tiap klub sepakbola harus bisa menyaring dan memilih sendiri standar yang memadai untuk diaplikasikan pada klub-nya.
Maka dari itu diperlukan seorang akuntan profesional yang memiliki pengetahuan yang spesifik tentang industri sepak bola sehingga ia bisa memutuskan serangkaian aturan akuntansi yang paling memungkinkan untuk diaplikasikan klub sepak bola dan akhirnya akan dihasilkan sebuah laporan keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan sebuah klub sepak bola.

Format Laporan Keuangan Klub Sepak Bola

Untuk menilai laporan keuangan klub sepak bola di Indonesia, termasuk Persebaya Surabaya, tak ada salahnya kita mempelajari laporan keuangan yang dibuat oleh klub-klub profesional di benua biru, Eropa.
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa perkembangan industri klub sepak bola di Indonesia masih berada di bawah industri sepak bola di Eropa.
Industri sepak bola yang maju di Eropa tentunya juga akan memengaruhi pelaporan keuangan masing-masing klub seperti Manchester United (MU).
Manchester United adalah contoh klub sepak bola berstatus Public Limited Company yang telah dikelola secara profesional.
Guna memenuhi aspek akuntabilitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan, mereka dituntut agar mampu mempertanggungjawabkan dan melaporkan segala bentuk pengelolaan dana dari seluruh aktivitas yang dilakukan secara terbuka dan transparan dalam bentuk informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.
Laporan keuangan klub-klub sepak bola yang berbentuk PLC (Public Limited Company) hampir sama dengan perusahaan biasa.
Terdapat consolidated balance sheet, consolidated income statement, consolidated statement of change in equity, consolidated statement of cash flow dan notes to the consolidated financial statements.
Hanya saja terdapat sedikit perbedaan dalam susunan item-item pada neraca dan Laporan Rugi Laba-nya.
Di bawah ini akan diuraikan mengenai consolidated balance sheet, consolidated income statement, consolidated statement of cash flow dari klub sepak bola yang memasukkan pemain sepak bola sebagai aktiva tak berwujud.
Saya mengambil contoh laporan keuangan Manchester United (MU).

Neraca

Kelompok Aset

nerasa klub sepak bola
Berdasarkan Consolidated Balance Sheet di atas terlihat bahwa dalam menyajikan kelompok Aset, Manchester United mengelompokkannya sesuai dengan IAS 1 (International Accounting Standard) yaitu Current Asset dan Non-current asset.
Non-current asset terdiri dari Property, plant and equipment, Investment property, Goodwill, Players’ registration and other intangible assets, Trade and other receivables, Deffered tax asset.
Sedangkan Current assets terdiri dari Derivative financial instruments, Trade and other receivables, Current tax receivable, dan Cash and cash equivalents.
Sebagai klub sepak bola, aktivitas transfer pemain adalah hal penting yang harus disajikan di dalam laporan keuangan.
Untuk itulah Manchester United melaporkan biaya, amortisasi, dan durasi kontrak pemainnya pada akun Players’ registration and other intangible assets.
Dari susunan neraca di kelompok aset tersebut dapat diketahui bahwa nilai dari kontrak pemain pada periode tahun 2015 cukup besar yaitu 238.944.000,- poundsterling, kira-kira mendekati nilai property, plant, and equipment yang dimiliki oleh klub tersebut. 

Kelompok Liabilities

kelompok liabilitis di neraca klub sepak bola
Dari laporan equity and liabilities di atas dapat dilihat bahwa dalam menyajikan kelompok Liabilities, Manchester United mengelompokkan akun tersebut ke dalam Current liabilities dan Non-current liabilities.
Sedangkan dari kelompok equity dapat dilihat pula bahwa Manchester United telah melaporkan sumber permodalan klub selama satu periode. 

Laporan Laba Rugi

laporan rugi laba
Berdasarkan penyajian Income Statement di atas, informasi yang disajikan Manchester United terlihat Revenue terdiri dari Commercial revenue, Broadcasting revenue, Matchday revenue.
Di mana Commercial revenue berasal dari : Sponsorship revenue,Retail, merchandising, apparel & products licensing revenue,Mobile & Content revenue.
Dalam penyajian Expenses. Informasi yang disajikan Manchester United hanya mengelompokan Expenses secara garis besar terdiri dari Employee benefit expenses, Other operating expenses, Depreciation, Amortization, dan Finance costs
Dan Dalam catatan atas laporan keuangan Manchester United dapat membantu pengguna dalam memahami informasi yang disajikan. 

Cash flow

cash flow klub sepak bola
Dari laporan penyajian Cash Flow di atas terlihat bahwa Manchester United mengklasifikasikan Laporan Arus Kasnya ke dalam tiga aktivitas utama, yaitu : Net cash generated from operating activities, Net cash used in investing activities, Net cash generated from/(used in) financing activities. Di laporan tersebut juga disajikan rincian dari tiap aktivitas.
Hasil analisis atas laporan keuangan Manchester United secara keseluruhan menunjukkan bahwa keseluruhan laporan keuangan Manchester United tersebut telah memenuhi informasi yang disyaratkan dalam regulasi oleh lembaga yang berwenang, yang artinya telah mencerminkan aktivitas utama perusahaan yang bergerak dalam industri sepak bola.
Lalu bagaimana dengan laporan keuangan Persebaya Surabaya Dulur Bonekmania?


Untukmu Karyawan yang Merasa Sengsara dengan Pekerjaan – Putuskan Pindah atau Sengsara hingga Ajal Menjemput!



forklift-gudang

“Survey JobsDB Indonesia menemukan bahwa 73% pekerja di Indonesia merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka sekarang”
suasana kerja di sini gak enak mas
karir gini-gini aja, gaji tidak cukup, utang di mana-mana, gimana bisa kerja dengan tenang kalau seperti ini 
Pernah mendengar komentar-komentar seperti itu?
Tentu pernah dong. Di banyak instansi baik perusahaan swasta, BUMN, dan pemerintahan komentar-komentar miring dari beberapa karyawan selalu ada.
Komentar-komentar seperti itu adalah tanda bahwa mereka tidak bahagia alias sengsara ditempat kerjanya. Berdasarkan survey JobsDB Indonesia, angkanya bahkan mencapai 73%.
Kenapa bisa seperti itu?
Tempat kerja tidak kondusif?
Sistem dan budaya perusahaan tidak mendukung?
atau SDM yang kurang bagus dan sulit dikelola?
Mari coba meng-uliknya satu per satu.
Agar memenuhi sarat keseimbangan ( seperti neraca aja ) ðŸ™‚ atau both cover side penulis akan menguliknya dari dua sisi, sisi karyawan dan sisi tempat kerjanya atau perusahaannya.

• Sisi Karyawan

Setiap orang berhak untuk merasa bahagia dalam bekerja. Memperjuangkan kebahagiaan adalah sesuatu banget, dan itu memang layak untuk diperjuangkan dalam hidup Anda.
Bila Anda sebagai karyawan yang tidak ingin sengsara selama hidup di tempat kerja Anda, sebelum memutuskan untuk tetap di situ atau pindah ke tempat kerja baru dengan pekerjaan baru maka perhatikan hal-hal berikut ini

1. Apa tujuan hidup Anda

apa-tujuan-hidupmu
Anda yang berhak untuk menentukan tujuan hidup yang ingin dicapai. Apakah tujuan hidup Anda itu layak untuk diperjuangkan dengan sungguh-sungguh atau tidak?
Ada 2 tujuan dalam setiap impian yang ingin dicapai seseorang: tujuan dalam karir dan tujuan ingin dianggap seperti yang orang tertentu.
Tujuan dalam karir adalah tujuan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Seperti menjadi akuntan, ahli pajak, atau auditor. Bila pekerjaan yang diinginkan itu tecapai, maka tujuan dalam karir seseorang sudah selesai.
Sedangkan tujuan dalam mengasosiasikan dengan sesuatu adalah keinginan untuk diasosisikan dengan sifat yang umumnya dimiliki kebanyakan orang di pekerjaan tersebut.
Misalnya kebanyakan orang menganggap auditor itu biasanya teliti dan curigaan.
So, apakah pekerjaan Anda saat ini sudah sesuai dengan tujuan hidup Anda yang sebenarnya?
( Baca juga : 2 Cara Sederhana dan Praktis Menyelesaikan Pekerjaan Kantor Tepat Waktu ) 

2. Identifikasi kesenangan Anda

identifikasi-kesenangan-anda
Setiap orang adalah unik
Tuhan menciptakan setiap manusia berbeda satu dengan yang lain, kalaupun ada yang disebut sebagai kembar identik, namun tidak akan benar-benar sama.
Demikian juga dengan Anda, Anda pasti memiliki kecenderungan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Kesenangan Anda akan berbeda dengan orang lain. Sehingga jenis pekerjaan setiap orang pun tentu akan berbeda.
Ada orang yang suka bekerja di belakang meja dalam ruangan dengan aktivitas rutin serta peraturan yang jelas.
Sebaliknya ada orang yang senang bekerja di luar ruangan, dan tidak harus bekerja di belakang meja, merasa nyaman bertemu dengan orang-orang baru, dan alergi di ruangan berpendingin.


Berikut ini pertanyaan yang bisa mengidentifikasi di mana kecenderungan kerja Anda :
  • Apakah Anda menyukai rutinitas yang sama?
  •  Apakah Anda memiliki kemampuan beradaptasi yang mengesankan?
  • Apakah Anda senang bertemu dengan dengan orang asing?
  • Apakah Anda menyukai tantangan?
  • Apakah Anda tipe orang yang mandiri?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan membantu Anda untuk melakukan identifikasi terhadap kecenderungan kerja Anda.
Bila saat ini Anda sudah berada pada tipe pekerjaan yang cocok dengan tipe Anda maka bersyukurlah dan teruslah berkarya dengan baik, namun bila pekerjaan Anda tidak sesuai dengan tipe Anda, maka tidak ada salahnya bila mencoba untuk mendiskusikan dengan atasan Anda.Sehingga Anda tidak terus berada dalam kesengsaraan.
( Baca artikel keren ini juga : Memburu Pekerjaan Impian Bidang Akuntansi Keuangan ) 

3. Buka Mata Buka Telinga ; cari penyebab sengsara di tempat kerja

Buka-Mata-Buka-Telinga
Hukum sebab-akibat selalu ada di dunia ini. Sengsara di tempat kerja adalah akibat dari sesuatu. Maka carilah penyebabnya. Dan setiap penyebab diperlukan solusi yang berbeda-beda.
Berikut ini 3 penyebab dan tips ampuh menghindarinya :

– Budaya kerja yang tidak mendukung

Bila ditempat kerja Anda budaya kerja-nya tidak mendukung kinerja Anda, apakah Anda akan pasrah dan menyerah begitu saja? Sebagai pejuang tangguh tentu tidak dong, be your self.
Ikan laut tidak menjadi asin saat hidup di laut. Apalagi Anda sebagai manusia yang merupakan makhluk sempurna, seburuk apapun budaya kerja di tempat kerja Anda, teruslah berusaha untuk mencari hal-hal positif.
Pelan-pelan anda akan bisa mewarnai lingkungan kerja Anda. Bukan malah diwarnai.
Beberapa tips yang bisa dilakukan agar kinerja Anda tetap bagus :
  • Buat sistem kerjamu sendiri
    Bila Anda seorang yang bekerja di bagian keuangan&akunting pilah-pilah pekerjaan Anda menjadi beberapa bagian, misalnya bagian pertama Anda mengumpulkan dan memvalidasi bukti-bukti transaksi. Bagian kedua, memasukkan data ke sistem. Ketiga, memeriksa, mengoreksi data dan menyusun laporan keuangan perusahaan. Proses dan alur kerja yang jelas seperti itu, akan memudahkan Anda untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas dan tepat waktu.
  • Selalu berpikir positif
    Awali hari-hari Anda dengan berusaha untuk selalu berpikir positif. Percayalah pada kemampuan diri sendiri dan hal-hal baik yang ada disekitar Anda.
  • Berolah raga rutin
    Walau ungkapan “ di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat ” tidak sepenuhnya benar, namun percayalah dengan olah raga rutin selama 15 menit setiap pagi akan membuat badan dan pikiran Anda fresh.
  • Berdo’a
    Lakukan aktivitas ini setiap pagi sebelum berangkat kerja. Dengannya akan siap menghadapi hari-hari Anda dengan penuh gairah, percaya diri dan dalam keberkahan.

– Atasan yang tidak tepat dalam mengelola anggota tim-nya

Bila atasan Anda tidak bisa mengelola timnya secara arif dan bijaksana. Ia sering bertindak sewenang-wenang, kurang care terhadap tim dan pekerjaan Anda, tenanglah, itu pertanda Anda akan disegerakan untuk menggantikannya.
Kalau pun tidak di tempat kerja Anda saat ini, mungkin di tempat lain.
Maka teruslah berprestasi di tempat kerja Anda saat ini. Berilah masukkan positif untuk atasan Anda dengan cara yang baik.

– Sistem dan peraturan yang tidak mendukung

Ada beberapa perusahaan atau instansi yang belum memiliki sistem penggajian, insentif, bonus, dan peraturan yang belum jelas. Sehingga sering terjadi ada karyawan yang tingkat kinerjanya bagus kurang mendapatkan penghargaan yang layak.
Namun Anda berusaha untuk terpengaruh dengan kondisi ini, atau bahkan menurunkan kinerja Anda, nanti Anda sendiri yang akan rugi. Terus bekerja dengan baik adalah cara menghadapi kondisi ini.
Bila Anda tetap tidak ‘dilihat’ oleh perusahaan tempat kerja Anda, percayalah akan ada tempat kerja yang layak untuk Anda. 

4.Bila ketiga upaya Anda sudah mentok, cari pekerjaan baru

cari-pekerjaan-baru
Memang tidak mudah untuk mencari pekerjaan, namun tetap masih bisa diupayakan kan? Itu terjadi karena terbatasnya jumlah lowongan pekerjaan, sedangkan jumlah pencari kerja banyak.
Atau posisi lowongan banyak, namun syarat-syaratnya tidak bisa dipenuhi oleh pencari kerja.
Berikut ini tips yang bisa dijalankan :

1. Perbaiki cara penulisan curriculum vitae Anda

Kesan pertama begitu menggoda”. Ungkapan ini sebaiknya Anda perhatikan dan terapkan saat menulis curriculum vitae. Buat pembaca CV Anda terkesan.
Curriculum vitae adalah gambaran diri Anda. Bagaimana mungkin orang akan tertarik kepada Anda bila gambaran Anda buruk, atau sebenarnya Anda orang yang dicari sesuai kriterianya, namun cara Anda menyajikan informasi itu tidak menarik maka orang jadi kurang tertarik.
Melalui ‘sedikit’ usaha, misalnya ketik “cara membuat CV yang baik” di mesin pencari Google maka anda akan memperoleh informasi mengenai cara membuat CV yang baik.
Terapkan informasi itu. Atau bila Anda malas menulis CV sendiri, carilah jasa penulis CV berkualitas.

2. Cari informasi perusahaan yang Anda bidik

Walaupun melamar pekerjaan melalui portal pencari kerja online adalah praktis dan mudah, namun tingkat persaingannya juga tinggi.
Oleh karena itu tidak adalahnya untuk melakukan cara lain yang beda dari biasanya ( anti mainstream) ðŸ™‚
Telusuri website perusahaan yang Anda bidik, buka menu ‘karir’. Bila perusahaan sedang mencari karyawan, biasa mereka akan mengumumkannya di menu itu, sekaligus diinformasikan cara mengirim lamaran.

3. Perhatikan Etika mengirim email

Berdasarkan survey, tingkat open read email adalah 30% maka bila Anda mengirim email sebanyak 1000, kemungkinan akan dibaca oleh penerima adalah 300.
Agar email lamaran yang Anda kirim tidak masuk dalam kategori untuk di-delete maka buatlah email yang bagus, mulai subject, isi email, dan attachment.
Subyek diisi dengan kalimat yang menarik, agar penerima mau membuka email. Selanjutnya isi email juga harus ditulis menarik sejak bagian pembukaan, inti, dan penutup, dengan begitu penerima mau membaca email.
Kemudian pada bagian attachment, usahakan file yang dilampirkan volume-nya tidak besar, sehingga penerima akan mudah dan cepat membukanya.
Bila terpaksa harus mengirim file dengan volume yang besar, maka pecah-pecahlah menjadi beberapa file.

4. Bangunlah jaringan pertemanan dengan berbagai kalangan

Berdasarkan pengalaman penulis, banyak job diperoleh melalui kenalan, teman, temannya teman, komunitas, dan iklan gratis.
Pengalaman ini penulis kira bisa juga Anda terapkan, jalinlah persahabatan yang baik dengan berbagai macam orang. Sesama satu sekolah, kampus, dan komunitas.

5. Berdo’a

Apa pun kondisinya, jangan pernah meninggalkan aktivitas yang satu ini.
( Baca ini : Hobimu Berpindah-pindah Pekerjaan akan Melejitkan Karir Keuanganmu, Bila 3 Hal ini dilakukan  

• Sisi Perusahaan

Komentar-komentar negatif karyawan terhadap tempat kerjanya adalah tanda bahwa mereka tidak bahagia alias sengsara ditempat kerjanya. Penyebabnya tidak hanya dari sisi karyawan itu sendiri, namun bisa juga dari sisi perusahaannya.
Berikut ini 3 hal yang perlu diperhatikan agar pengelola perusahaan bahagia dan karyawan tidak sengsara :

1. Membangun sistem yang kredibel

membangun-sistem-yang-kredibel
Kelemahan sistem dan manajemen perusahaan adalah penyebab utama ketidak beresan dalam mengelola perusahaan, salah satu akibatnya adalah karyawan yang tidak bahagia, stress, dan akhirnya timbul keinginan untuk pindah ke perusahaan lain.
Oleh karena itu maka perusahaan harus membuat sistem dan peraturan baku yang bisa digunakan sebagai pedoman pengelolaan perusahaan. Selanjutnya pengelola perusahaan harus melakukan sosialisasi sistem dan peraturan itu ke semua karyawan.
Ketidaktahuan karyawan terhadap peraturan dan kebijakan perusahaan, karena terbatasnya sosialisasi akan merangsang terjadinya penolakan terhadap peraturan dan kebijakan tersebut.
Sosialisasi dan penjelasan yang memadai secara terus menerus sampai karyawan mengerti dan memahami adalah sangat perlu dan merupakan keharusan bagi perusahaan.

2. Membangun sistem kendali yang efektif

membangun-sistem-kendali-yang-efektif
Bila point-1 sudah dilakukan selanjutnya adalah menerapkan sistem dan peraturan perusahaan secara tegas, adil, dan tidak pandang bulu.
Agar penerapan sistem bisa berjalan sesuai rencana maka diperlukan sistem pengawasan.
Pengawasan adalah penting untuk sebuah organisasi apalagi organisasi yang berorientasi keuntungan.
Namun yang lebih penting adalah bagaimana menciptakan suatu sistem pengawasan di mana pengawasan dilakukan oleh pelaku-pelaku kegiatan yang bersangkutan.


Karyawanlah yang dengan kesadaran tinggi mengawasi diri mereka sendiri.
Untuk melakukan cara itu tidaklah mudah, namun masih bisa.
Cari cara yang ampuh untuk sehingga model seperti itu bisa diwujudkan, jika 75% karyawan bisa mengawasi diri mereka sendiri, itu sudah sangat baik, dan sisanya yaitu sebesar 25% pengawasan dilakukan oleh atasan dari karyawan.

3. Membangun sisi kemanusiaan

Membangun-sisi-kemanusiaan
‘Karyawan juga manusia’ karena sebagai manusia, maka sisi-sisi kemanusiaan pasti ada dan itu harus menjadi pertimbangan pihak perusahaan. Mereka bukanlah robot yang beraktivitas hanya berdasarkan sistem. Perusahaan harus ‘nguwongke’ karyawan.
Setiap karyawan adalah unik dan berbeda dari yang lain, maka tugas dari perusahaan untuk mengelola ke-unikan–keunikan itu menjadi sebuah tim yang kokoh dan berdampak bagi kemajuan perusahaan.
Kesimpulannya adalah semua orang ingin hidup bahagia, tak ada yang ingin hidupnya sengsara, baik itu karyawan maupun pemilik perusahaan.
Banyak aspek yang berpengaruh terhadap tingkat kebahagiaan seorang karyawan, baik aspek dari karyawan itu sendiri maupun aspek dari perusahaan.
Agar keinginan itu bisa diwujudkan maka diperlukan sistem pengelolaan yang baik.
Sehingga pemilik perusahaan bahagia dan karyawan tidak sengsara dengan pekerjaannya.
Bagaimana pendapata Anda?

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.