Latest Post

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New


Menyusun Buku Besar, Terbukti Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan



Cara Membuat Buku Besar

Buku Besar adalah kumpulan rekening-rekening yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan.
Sebagai kita pahami bahwa Laporan Keuangan merupakan sajian ringkas dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam periode tertentu.
Untuk dapat menyediakan data dalam bentuk laporan keuangan, maka setiap transaksi keuangan harus dikelompok-kelompokkan, diringkas dan kemudian baru bisa disajikan.
Setiap terjadi transaksi akan dicatat dalam buku jurnal. Selanjutnya catatan tersebut akan dipindahkan ke dalam rekening-rekening yang sesuai.
Rekening-rekening transaksi ini sebaiknya disusun menurut susunan yang akan memudahkan dalam penyusunan Laporan Keuangan.

01. Jenis Rekening Buku Besar

Rekening-rekening dalam buku besar ini dipisahkan menjadi 3 kelompok, yaitu:

Kelompok #1. Rekening Riel

Rekening riel adalah rekening-rekening aktiva, utang dan modal yang merupakan pos-pos neraca, sehingga bisa disebut juga sebagai rekening neraca.
Yang termasuk dalam rekening riel adalah sebagai berikut :
rekening-rekening riel laporan keuangan

Kelompok #2. Rekening Nominal

Rekening nominal adalah rekening-rekening pendapatan, laba, biaya dan rugi yang merupakan pos-pos dalam laporan Laba Rugi.
Rekening nominal disebut juga rekening laba rugi.
Yang termasuk dalam rekening nominal adalah sebagai berikut :
Rekening-rekening nominal di buku besar - laporan keuangan

Kelompok #3. Rekening Campuran

Rekening campuran adalah rekening-rekening yang saldonya mengandung unsur-unsur rekening riel dan nominal.
Bila digambarkan dalam sebuah chart, rekening-rekening campuran adalah sebagai berikut :
Rekening-rekening campuran di buku besar - laporan keuangan
Rekening-rekening campuran ini di setiap akhir periode perlu dianalisa dan dipisahkan menjadi rekening riel dan nominal.
Contoh rekening-rekening campuran adalah rekening bahan pembantu kantor yang didalamnya terdiri dari jumlah bahan pembantu yang digunakan dan persediaan bahan pembantu. 

Proses Menyusun Buku Besar

Untuk memudahkan pembukuan ke dalam rekening-rekening maka masing-masing rekening diberi nomor kode yang disesuaikan dengan kelompoknya.
Kemudian ada rekening-rekening yang dibuat sebagai pengurang rekening-rekening lain yang disebut rekening-rekening kontra atau rekening negatif.
Contoh dari rekening kontra adalah rekening Cadangan Kerugian Piutang yang akan dikurangkan pada piutang. Rekening Retur Penjualan yang akan mengurangi hasil penjualan.
Sedangkan rekening-rekening yang merupakan tambahan bagi rekening yang lain di sebut ‘adjunct accounts’.
Misalnya rekening Biaya Angkut merupakan penambahan terhadap rekening Pembelian.
Rekening-rekening yang digunakan dapat dibuat dalam beberapa bentuk yang berbeda yaitu bentuk T dan bentuk saldo.
Berikut ini bentuk masing-masing rekening di atas :
Perhatikan rekening bentuk huruf T berikut ini:
Rekening bentuk huruf T - Buku Besar

Perhatikan juga rekening bentuk saldo :
rekening bentuk saldo - Buku Besar

Rekening bentuk saldo bisa juga dibuat dengan kolom saldo debit dan kredit seperti berikut ini :
rekening bentuk saldo alternatif - buku besar

Buku Besar Pembantu

Daftar rekening-rekening yang digunakan disebut kerangka rekening (chart of account).
Untuk memerinci rekening-rekening tertentu dalam buku besar seringkali diperlukan pembuatan buku besar tersendiri.
Buku besar seperti itu dan berisi perincian  suatu rekening tertentu disebut BUKU BESAR PEMBANTU atau disebut juga sebagai Buku Pembantu.
Sedangkan buku besar yang berisi rekening-rekening neraca dan laba rugi di sebut Buku Besar Umum atau biasa disebut Buku Besar.
Misalnya dalam buku besar umum terdapat rekening Piutang. Karena ada beberapa debitur maka rincian piutang untuk masing-masing debitur dicatat dalam buku pembantu piutang.
Sedangkan rekening Piutang dalam buku besar disebut rekening kontrol, yaitu rekening yang hanya menunjukkan jumlah total di mana rinciannya sudah ada di buku buku besar pembantu. 

Manfaat Penggunaan Buku Besar Pembantu

Penggunaan buku pembantu mempunyai beberapa kelebihan antara lain :
  • Memudahkan penyusunan Laporan Keuangan, karena buku besar umum terdiri dari rekening-rekening yang jumlahnya lebih sedikit. Selain itu akan bisa mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku besar umum.
  • Ketelitian pembukuan dapat diuji dengan cara membandingkan saldo dalam rekening buku besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
  • Memudahkan dalam pembagian tugas untuk pengerjaan akuntansi sehingga tanggung jawab akan lebih jelas.
  • Memungkinkan pembukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi ke dalam buku pembantu.
  • Jumlah dan jenis elemen akan bisa segera diketahui.
Penyusunan rekening-rekening merupakan salah satu tahapan dalam proses penyusunan Laporan Keuangan.
Penyusunan rekening-rekening yang baik dan sistematis akan memudahkan dan meningkatkan akurasi laporan.
Oleh karena itu perlu diperhatikan ketika Anda akan membuat dan menyusun rekening-rekening karena akan memudahkan pekerjaan Anda dan meningkatkan kualitas dalam menyusun Laporan Keuangan.


Membedah 2 Jenis Jurnal Khusus: Jurnal Penjualan dan Jurnal Penerimaan Uang



Membedah 2 Jenis Jurnal Khusus : Jurnal Penjualan dan Jurnal Penerimaan Uang

Jurnal penjualan dan jurnal penerimaan uang adalah dua jenis jurnal khusus.
Sebagaimana kita pahami bahwa pencatatan transaksi-transaksi dalam buku jurnal adalah salah satu tahapan proses akuntansi.
Transaksi-transaksi yang sama dan sering terjadi akan dicatat dalam jurnal khusus atau spesial.
Analisa terhadap transaksi-transaksi itu perlu dilakukan agar transaksi-transaksi yang terjadi dapat dicatat dalam rekening-rekening yang benar dan dapat diketahui akibat dari transaksi-transaksi itu.
Analisa dilakukan dengan mencari paling sedikit 2 (dua) rekening, karena sistem yang digunakan adalah pembukuan berpasangan (double entry).
Atau biasa dikenal dalam kesamaan debit dan kredit.
Bagaimana cara menyusun rekening-rekening transaksi?
( Baca : Begini Cara Menyusun Rekening yang akan Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan) 

Jenis Transaksi Akuntansi

Transasksi yang terjadi dalam suatu perusahaan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu :

#1. Transaksi-transaksi ekstern

Merupakan transaksi-transaksi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan, antara lain penjualan, pembelian, pengeluaran dan penerimaan uang.

#2. Transaksi-transaksi intern

Adalah pembagian kembali biaya-biaya dalam perusahaan, seperti depresiasi aktiva tetap, pemakaian bahan baku untuk produksi, transfer dari barang dalam proses ke barang jadi.
Transaksi-transaksi ekstern biasanya akan lebih mudah dianalisa karena sebagian besar dari transaksi-transaksi itu akan mengakibatkan penambahan atau pengurangan harta perusahaan.
Sebagaimana telah disebutkan pada paragraf awal artikel ini bahwa transaksi-transaksi yang terjadi  berulang-ulang biasanya tidak dicatat dalam buku jurnal debit kredit.
Tapi dicatat dalam buku jurnal spesial yang berkolom-kolom.
Buku jurnal seperti ini khusus dirancang untuk pencatatan transaksi-transaksi tertentu dengan tetap memperhatikan rekening-rekening yang harus di debit dan di kredit.
Cara seperti ini akan mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan memudahkan pembukuan ke rekening-rekening.
Sedangkan untuk transaksi-transaksi yang tidak sering terjadi dan merupakan transaksi intern maka dibuatkan jurnal umum dengan kolom debit dan kredit.
Buku jurnal spesial biasanya dibuat berpasangan untuk transaksi-transaksi yang sering terjadi seperti BUKU JURNAL PENJUALAN dan PENERIMAAN UANG, BUKU JURNAL PEMBELIAN dan PENGELUARAN UANG.
Selanjutnya akan kita bahas satu per satu dari jurnal khusus…
Untuk bagian pertama akan dibahas tentang Buku Jurnal Penjualan dan Penerimaan Uang. 

Buku Jurnal Penjualan

Salah satu contoh bentuk buku jurnal penjualan adalah sebagai berikut :
Contoh Jurnal Penjualan
Semua penjualan kredit dicatat dalam buku jurnal penjualan. Pembukuan ke masing-masing rekening dalam buku pembantu piutang dapat dilakukan dari:

#1. Buku Jurnal Penjualan

Bila pembukuan ke dalam buku pembantu piutang berasal dari jurnal penjualan maka kolom tanda posting diisi dengan tanda v sesudah dilakukan pembukuan.

#2. Salinan Faktur Penjualan

Bila pembukuan ke dalam buku pembantu piutang berasal dari salinan faktur penjualan maka kolom tanda posting diisi tanda check (v) ketika dilakukan pencatatan dalam buku jurnal penjualan.
Setiap akhir bulan buku jurnal penjualan dijumlahkan dan dibukukan ke buku besar, yakni debit Rekening Piutang Kontrol dan kredit rekening penjualan.
Nomor-nomor rekening piutang kontrol dan penjualan dituliskan di dalam kolom tanda posting, ini berarti jumlah tersebut sudah dibukukan.
Bila sering terjadi penjualan penjualan return dan pemberian potongan harga maka dapat dibuatkan Buku Jurnal Retur Penjualan dan potongan yang bentuknya sebagai berikut :
Jurnal Retur Penjualan dan Potongan
Transaksi-transaksi yang dikreditkan ke rekening piutang langganan yang terjadi karena retur penjualan dan potongan-potongan dicatat dalam jurnal ini.
Kredit dalam buku pembantu piutang dapat dilakukan dari :

#1. Jurnal Retur Penjualan dan Potongan

Bila buku pembantu piutang di kredit dari catatan dari catatan dalam buku jurnal maka kolom tanda posting dalam buku jurnal retur penjualan dan potongan diisi dengan tanda v ketika dilakukan pembukuan ke rekening buku pembantu.

#2. Salinan Kredit Memo

Apabila buku pembantu piutang dikredit dari salinan kredit memo, maka pada saat mencatat transaksi tersebut dalam buku jurnal, kolom tanda posting diisi dengan tanda check (v).
Setiap akhir bulan kolom jumlah dijumlahkan dan dibukukan ke rekening Retur Penjualan dan Potongan debit, rekening piutang kontrol kredit.
Selanjutnya nomor rekeningnya dituliskan dalam kolom tanda posting. 

Jurnal Penerimaan Uang

Semua penerimaan uang dicatat dalam jurnal penerimaan uang.
Kolom kas debit diisi dengan jumlah bersih uang yang diterima, debit dan kredit yang lain diisikan dalam kolom-kolom lain yang ada.
Di bawah ini adalah contoh buku jurnal penerimaan uang :
Contoh Jurnal Penerimaan Uang
Kredit rekening-rekening dalam buku pembantu piutang dapat dibutuhkan dari jurnal penerimaan uang, sesudah dilakukan pembukuan maka kolom tanda posting diberi tanda check (v).
Jika tiap hari terjadi banyak transaksi penerimaan uang dapat ditempuh dengan cara lain yaitu denga menjumlahkan penerimaan uang dalam daftar penerimaan uang.
Jumlahnya dicatat dalam jurnal penerimaan uang dan pembukuan ke rekening-rekening dalam buku pembantu piutang dilakukan dari daftar tersebut.
Kolom macam-macam dibukukan ke masing-masing rekeningnya dalam buku besar dan nomor rekeningnya diisikan dalam kolom tanda posting.
Tiap akhir bulan jurnal penerimaan uang dijumlahkan dan dibukukan ke rekening-rekening penjualan dan piutang dikredit, kas dan potongan penjualan di debit.
Jika catatan dalam kolom sudah dibukukan sendiri-sendiri ke rekening dalam buku besar (misalnya dalam kolom macam-macam) maka jumlahnya tidak dibukukan lagi dan di bawah jumlah dituliskan tanda check (v).
Jika jumlahnya dibukukan ke rekening-rekening dalam buku besar maka sesudah dilakukan pembukuan, nomer rekeningnya dituliskan di bawah jumlah. 

Contoh Bentuk Jurnal

Kadang-kadang diperlukan bentuk jurnal yang berbeda dan lebih kompleks, misalnya :
  • Penjualan dibedakan antara penjualan biasa dan angsuran
  • Piutang dibedakan antara piutang biasa dan angsuran
  • Semua penjualan dicatat dalam jurnal penjualan, termasuk penjualan tunai
  • Setiap penjualan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Sehingga contoh jurnal bisa dibuat seperti  berikut ini :
Jurnal Penjualan - kasus yang kompleks
Setiap penjualan dibedakan menjadi penjualan biasa dan angsuran serta dicatat dalam kolom yang sesuai.
Bila setiap hari terjadi banyak penjualan maka pencatatan dalam buku jurnal hanya jumlahnya saja dan dipisahkan antara penjualan biasa dan angsuran.
Debit dalam buku pembantu piutang berasal dari bukti-bukti yang mendukung transaksi.
Penjualan tunai juga dicatat dalam jurnal ini sehingga semua penjualan dapat diketahui dari jurnal ini.
Kolom penjualan tunai (debit) menghapus penjualan tunai yang ada dalam jurnal penerimaan uang sedangkan kolom piutang mencatat piutang yang timbul dari penjualan biasa dan angsuran.
Kolom penjualan kredit mencatat harga penjualan bersih yang terjadi sedangkan kolom utang PPN kredit mencatat jumlah PPN yang harus disetorkan ke kas negara.
Bila jurnal penjualan dibuat seperti contoh yang terakhir maka jurnal penerimaan uangnya disusun sebagai berikut :
Jurnal Penerimaan Uang
Jurnal Penerimaan Uang
Di jurnal penerimaan uang dibedakan antara penerimaan dari piutang angsuran dan piutang biasa.
Jika setiap hari terjadi banyak transaksi maka penerimaan piutang dijumlahkan dan jumlahnya dicatat dalam jurnal.
Kredit ke rekening dalam buku pembantu piutang dibuat langsung dari bukti-bukti pendukung transaksi.
(Baca : Bila Piutang Usaha Anda Sulit Ditagih, Jalankan Cara Pengelolaan Piutang Usaha yang Layak Dilakukan)
Kolom macam-macam kredit dipakai untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak disediakan kolom tersendiri. Misalnya penerimaan dari piutang wesel, bunga.
Ingin mengetahui piutang wesel dengan berbagai cara pencatatan akuntansinya?
( Baca : Bila Anda Tidak Ingin “Gagal Paham” tentang Keuangan, Inilah Pengertian Piutang Wesel)
Dan tahap berikutnya adalah menjumlahkan jurnal itu di tiap akhir bulan.
Demikian bagian pertama pembahasan mengenai jurnal khusus atau jurnal spesial, yaitu jurnal penjualan dan jurnal penerimaan uang.


Inilah Pengertian Aktiva dan Jenis-jenisnya



pengertian aktiva adalah

Pengertian Aktiva adalah atau aset adalah manfaat ekonomis di masa yang akan datang yang diharapkan akan diterima oleh suatu badan usaha sebagai hasil dari transaksi-transaksi di masa lalu.
Selain definisi umum seperti itu ada dua pertanyaan yang sering ditanyakan berkenaan dengan aktiva yaitu:
Bagaimana sesuatu dapat dikategorikan sebagai aktiva?
Apa saja jenis-jenis Aset atau Aktiva?
Jenis-jenis Aktiva
Blog manajemen keuangan akan membahas secara sistematis dan terstruktur,
yuk kita mulai membahasnya step by step ya….

01. Sifat Aktiva/Aset

Aktiva mempunyai tiga sifat pokok, yaitu :
  • Mempunyai kemungkinan manfaat di masa datang yang berbentuk kemampuan baik sendiri.
    Atau kombinasi dengan aktiva lainnya untuk menyumbang pada aliran kas masuk di masa datang baik langsung maupun tidak langsung.
  • Badan usaha tertentu dapat memperoleh manfaatnya dan mengawasi manfaat tersebut.
  • Transaksi-transaksi yang menyebabkan timbulnya hak perusahaan untuk memperoleh dan mengawasi manfaat tersebut sudah terjadi.
Ada sifat-sifat lain yang tidak harus selalu ada pada aktiva yaitu diperoleh dengan jumlah sebesar harga perolehan, berwujud, dapat ditukar dengan aktiva lain atau mempunyai kekuatan hukum.
Sifat -sifat Aktiva/aset

02. Jenis-jenis Aset / Aktiva

Jenis-jenis aset terdiri dari:

Aktiva Lancar/Aset Lancar

Adalah uang kas dan aktiva-aktiva lain atau sumber-sumber yang diharapkan akan direalisasi menjadi uang kas atau dijual atau dikonsumsi selama siklus usaha perusahaan yang normal atau dalam waktu satu tahun.
Pembahasan lengkap tentang kas ada di artikel ini : Tingkatkan Ketepatan Pengelolaan Kas Kecil dengan 2 Metode Ampuh ini
Siklus usaha perusahaan ditentukan dengan menghitung rata-rata waktu yang diperlukan sejak pengeluaran uang untuk membeli barang atau jasa sampai dengan saat di mana barang-barang atau jasa tadi dapat diubah kembali menjadi uang.
Jadi merupakan waktu rata-rata sejak pengeluaran uang, disimpan sebagai persediaan, dijual dan berubah menjadi piutang dan penerimaan kas serta pelunasan piutang.

Di neraca, aktiva lancar disusun dengan urutan sesuai pada tingkat likuiditas-nya.

Jadi yang paling likuid dicantumkan paling atas kemudian disusul dengan pos-pos yang likuiditasnya semakin berkurang dan seterusnya.
Elemen-elemen aktiva/aset lancar
Perhatikan elemen-elemen yang termasuk dalam aktiva lancar adalah :
  • Kas yang tersedia untuk usaha saat ini dan elemen-elemen yang dapat disamakan dengan kas misalnya check dan money order.
  • Persediaan barang dagangan, bahan mentah, barang dalam proses, barang jadi, bahan-bahan pembantu dan bahan-bahan serta suku cadang yang dipakai dalam pemeliharaan alat-alat atau mesin.
  • Piutang dagang dan piutang wesel (notes receivable).
  • Piutang pegawai, anak perusahaan dan pihak-pihak lain jika akan diterima dalam waktu satu tahun.
  • Piutang (account receivable) angsuran dan piutang wesel angsuran, jika merupakan hal yang umum dalam perdagangan dan akan dilunasi dalam jangka waktu satu tahun.
  • Surat-surat berharga yang merupakan investasi jangka pendek.
  • Biaya-biaya yang dibayar di muka seperti asuransi, bunga, sewa, pajak-pajak, bahan pembantu dan lain-lain.
Ditinjau dari batasan bahwa aktiva lancar adalah kas atau aktiva lain yang diharapkan dapat segera diubah menjadi uang.
Maka sesungguhnya biaya-biaya yang dibayar di muka tidak dapat memenuhi kriteria sebagai aktiva lancar, karena biaya dibayar di muka tidak akan kembali menjadi uang.
Tapi jika tidak dibayar di muka maka biaya-biaya tersebut akan dibayar dengan menggunakan sumber aktiva lancar.
Oleh karena itu maka biaya dibayar di muka dimasukkan dalam kelompok aktiva lancar.
jenis-jenis aset - investasi jangka panjang

Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang merupakan aktiva tidak lancar yang di dalamnya termasuk beberapa macam investasi yang bisa berbentuk surat-surat berharga dan penyisihan dana serta investasi jangka panjang yang lain.
Elemen-elemen yang termasuk dalam kelompok investasi jangka panjang adalah :
  • Investasi jangka panjang dalam surat-surat berharga seperti saham, obligasi dan wesel jangka panjang.
  • Investasi dalam surat berharga biasanya ditujukan untuk memperoleh pendapatan yang tetap, mengawasi perusahaan lain atau menjaga kontinuitas supply bahan baku.
  • Investasi dalam anak perusahaan, termasuk uang muka jangka panjang.
  • Investasi dalam bentuk aktiva tetap berwujud seperti tanah dan mesin tapi belum digunakan untuk usaha saat ini.
  • Penyisihan dana untuk tujuan jangka panjang seperti dana pelunasan dana obligasi, dana ekspansi, dana pembelian saham sendiri, dana pembayaran pensiun, dana penggantian gedung.
  • Cash surrender value dan polis asuransi jiwa
jenis-jenis aset - aset berwujud

Aktiva Tetap Berwujud

Yang termasuk dalam aktiva tetap berwujud adalah aktiva-aktiva yang dapat digunakan lebih dari satu periode seperti tanah, gedung-gedung, mesin, alat produksi, perabot dan kendaraan.
Cara untuk mencantumkan di dalam neraca dimulai dari yang paling tetap atau yang paling panjangumurnya disusul dengan yang lebih pendek umurnya.
Untuk aktiva yang di-depresiasi di neraca harus ditunjukkan harga perolehan dan akuntansi depresiasinya.
jenis-jenis aset - aset tidak berwujud

Aktiva Tetap Tidak Berwujud

Adalah hak-hak jangka panjang yang sifatnya tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan seperti goodwill, hak patent, merk dagang dan hak cipta,
Yang juga termasuk dalam kelompok ini adalah saldo debit dari pengeluaran-pengeluaran yang belum diakui sebagai biaya tapi pembebanannya ditunda seperti biaya pendirian perusahaan (organization costs).
jenis-jenis aset - aktiva lain

Aktiva / Harta Lain-lain

Termasuk dalam aktiva atau harta lain-lain adalah aktiva-aktiva yang tidak dapat dimasukkan dalam kelompok-kelompok lain.
Seperti misalnya titipan kepada penjual untuk menjamin kontrak, bangunan dalam pengerjaan, piutang-piutang dalam jangka panjang dan uang muka pada pejabat perusahaan.
Selain dari lima jenis atau kelompok aktiva di atas, pada saat penyusunan neraca mungkin masih ada hak-hak atau klaim-klaim tertentu yang belum pasti.
Karena haknya yang belum pasti maka dianggap sebagai aktiva yang belum pasti (contingent assets).
Aktiva sejenis ini akan dilaporkan dalam neraca dengan catatan kaki (footnotes).
Contoh dari aktiva yang belum pasti ini misalnya klaim terhadap perusahaan asuransi, klaim atas pajak dan klaim terhadap penjual barang.
Demikan pembahasan topik tentang aktiva atau aset dan jenis-jenis aset..
Dengan penjelasan ini semoga kita lebih memahami aktiva adalah harta perusahaan yang dilaporkan di neraca.
Bagaimana pendapat Anda?

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.