Latest Post

Account Assistant Account Officer Account Payable Account Receivable Accounting Accounting Case Study Accounting Certification Accounting Contest Accounting For Manager Accounting Manager Accounting Software Acquisition Admin Administrasi administrative assistant Administrator Advance accounting Aktiva Tetap Akuisisi Akun Akuntan Privat Akuntan Publik AKUNTAN. Akuntansi Akuntansi Biaya Akuntansi Dasar Akuntansi Management Akuntansi Manajemen Dan Biaya Akuntansi Pajak Akuntansi Perusahaan Dagang Akuntansi Perusahaan Jasa Akuntansi Syariah Akuntansi Translasi Akunting Analisis Transaksi Announcement Aplikasi Akuntansi archiving ARTICLES ARTIKEL Asumsi dasar Akuntansi Asuransi Aturan Pencatatan Akuntansi Audit Audit Kinerja Auditing Balance sheet Bank Basic Accounting Bea Cukai Bea Masuk Bidang Akuntansi Bukti Transaksi Buku Besar Calculator Capital Cara Pencatatan Akuntansi Career Cash Cash Flow Cat Certification Checker Checker Gudang COGS Collection Contest Corporate Social Responsibility (CSR) Cost Cost Analysis CPA CPA EXAM Credit Credit Policy Current Asset Custom Custom Clearence Dasar Akuntansi Data Debit Kredit Discount Diskon Distributor Dyeing Ekspor Engineering Etika Profesi & Tata Kelola Korporat Example Expense Export - Import FASB Finance FINANCIAL Financial Advisor Financial Control Finansial Foreign Exchange Rate Form FRAUD Free Download Freebies Fungsi Akuntansi GAAP GAJI Garansi Gift Goodwill Gudang Harga Pokok Penjualan Hotel HPP HRD IFRS Impor Import Import Duty Informasi Akuntansi International Accounting Investasi IT Jasa Jasa Konstruksi Job Vacant JUDUL SKRIPSI AKUNTANSI TERBARU Jurnal Khusus Jurnal Pembalik Jurnal Pembalik Dagang Jurnal Penutup Jurnal Penutup Dagang Jurnal Penyesuaian Jurnal Umum Kas Kas Bank Kas Kecil Kasus Akuntansi Kasus Legal Kasus Pajak Kepala Rekrutment Kertas Kerja Keuangan Knitting Komentar Komputer Konsolidasi Konstruksi Konsultan Laba-Rugi Laboratorium Lain-lain lainnya LANDING COST Laporan akuntansi Laporan Arus Kas Laporan Keuangan Laporan Keuangan Dagang Laporan Keuangan Jasa Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Modal laporan Rugi Laba Layanan Konsumen Lean Accounting Lean Concept Lean Manufacturing Legal Logistik Lowongan Kerja Accounting MA Accounting Macam Transaksi Dagang Management Management Accounting Manager Manajemen Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan Manajemen Stratejik Manajer Manajer Administrasi Manfaat Akuntansi Manufaktur Marketing Matching Color Mekanisme Debit Mekanisme Kredit Mencatat Transaksi Merger metode fifo dan lifo Mid Level Miscellaneous Modal Neraca Neraca Lajur Neraca Saldo Neraca Saldo Setelah Penutupan Nerasa Saldo Office Operator Operator Produksi Paint PAJAK pajak pusat.pajak daerah(provinsi dan kabupaten) payroll Pelaporan Korporate Pemasaran Pembelian Pemberitahuan Pemindahbukuan Jurnal Pencatatan Perusahaan Dagang Pendapatan Pengakuan Pendapatan Pengarsipan Pengendalian Pengendalian Keuangan Pengertian Akuntansi PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN pengertian pajak PENGERTIAN PSAK PENGGELAPAN Pengguna Akuntansi Pengkodean Akun Penjualan Perbankan Perlakuan akuntansi Perpajakan Persamaan Dasar Akun Petty Cash Piutang Posting Buku Besar PPH PASAL 21 PPh Pasal 22 PPh Pasal 26 PPn PPn Import Prefesi Akuntansi Prinsip Akuntansi PRINSIP DASAR AKUNTANSI Produksi Profesi Akuntansi Professi Akuntan Profit-Lost Proses Akuntansi Proyek PSAK PSAK TERBARU PURCHASE Purchasing QA QC Quality Assurance Quality Control Quiz Rabat Rajut rangkuman Rebate Recruitment Recruitment Head Rekrutment Retail Retur Return Revenue Review Saldo Normal Sales Sales Representative Sejarah Akuntansi SERIE ARTIKEL Sertifikasi Shareholder Shipping Agent Shipping Charge siklus akuntansi Silus Akuntansi Dagang Sistem sistem akuntansi Sistem Informasi Sistem Informasi & Pengendalian Internal Soal dan Jawaban CPA SPI Spreadsheet Accounting Spreadsheet Gratis Staff Struktur Dasar Akuntansi Supervisor system pengendalian system pengendalian gaji Tax Taxation Teknik Tekstil Template Teori-teori Akuntansi Tinta Tip n Tricks TIPS AND TRICKS Tools Top Level Transaksi Keuangan Tutup Buku Ujian CPA UPAH update situs USAP Utilities Video Tutor Warehouse Warna warranty What Is New

Metode Transfer Pricing Berdasarkan Harga Pokok

Metode transfer pricing berdasarkan harga pokok merupakan salah satu pendekatan dari 3 metode transfer pricing yang digunakan untuk mentukan harga transfer.
Pembahasan artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel tentang Kenapa Diperlukan Harga Transfer atau Transfer Pricing?.
Beberapa perusahaan melakukan transfer antar divisi atau bagian atas dasar harga pokok yang terakumulasi dari barang yang ditransfer dengan demikian mengabaikan unsur laba divisi penjualan.
Metode Transfer Pricing
Harga transfer yang dihitung menurut cara ini dapat didasarkan pada biaya variabel yang terlibat atau biaya tetap dapat dipertimbangkan.
Pengertian biaya tetap dan variabel, anda bisa mempelajarinya di: Begini Cara Mudah Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Sehingga harga transfer yang didasarkan pada biaya keseluruhan (biaya yang terserap) akan ter-akumulasi sampai pada saat transfer.
Meskipun penerapan pendekatan harga pokok dalam penentuan transfer pricing relatif sederhana, pendekatan tersebut tetap mempunyai beberapa kekurangan.
Dan satu hal penting yang perlu dilakukan adalah dengan selalu membuat buku transfer pricing atau transfer pricing documentation (TP Doc).
Untuk contoh dokumen transfer pricing, saya yakin anda sudah familiar atau bisa dicari sendiri dari sumber-sumber yang melimpah di internet. 

Penerapan Metode Transfer Pricing

Dengan menggunakan fungsi akuntansi biaya dan biaya standar akuntansi manajemen untuk menjelaskan 2 cara sederhana untuk menentukan harga transfer atau transfer pricing dengan harga pokok adalah sebagai berikut :
Baca juga : Inilah 10 Cara Praktis dan Akurat untuk Menghitung HPP
Misalkan suatu perusahaan multi departemen mempunyai satu departemen produksi yang memproduksi RELAY elektris.
Di mana relay elektris tersebut digunakan secara luas sebagai komponen suku cadang oleh berbagai kontraktor proyek.
contoh metode transfer pricing
Untuk memproduksi relay ini memerlukan biaya variabel Rp. 12 dan dijual dengan Rp. 20.
Untuk menyelesaikan satu relay diperlukan satu jam biaya tenaga kerja langsung dan divisi mempunyai kapasitas 50.000 relay per tahun.
Perusahaan juga mempunyai departemen MOTOR. Bagian motor ini membuat motor baru yang memerlukan relay elektris, tetapi relay elektris ini berbeda dengan relay elektris yang saat ini diproduksi oleh departemen relay.
Agar dapat memperoleh relay yang dibutuhkan, departemen motor mempunyai dua alternatif.

Alternatif 01:

Relay baru dapat dibeli dari seorang supplier luar dengan harga Rp. 15 per relay, dengan dasar pesanan 50.000 relay per tahun.

Alternatif 02:

Relay baru dapat diproduksi oleh departemen relay milik perusahaan. Pembuatan relay baru oleh departemen relay ini akan memaksa departemen relay menghentikan bisnisnya yang sedang berjalan saat ini.
Oleh karena itu, pembuatan relay baru akan memerlukan seluruh kapasitas divisi relay.
Satu jam biaya tenaga kerja langsung akan diperlukan untuk membuat masing-masing relay (waktu yang diperlukan sama dengan waktu yang diperlukan oleh relay lama).
Biaya overhead variabel akan berjumlah Rp. 10 per relay.Di samping relay, setiap motor akan memerlukan masukan biaya variabel lain sebesar Rp. 25,-. Motor akan dijual dengan harga Rp. 60,- per motor.
Penerapan Metode Transfer Pricing

Pertanyaannya :

Apakah departemen relay harus menghentikan bisnis relay-nya yang sedang berjalan saat ini dan mulai memproduksi relay baru untuk departemen motor.
Atau apakah divisi relay harus  melanjutkan bisnis relay-nya yang sedang berjalan saat ini dan mengijinkan departemen motor untuk membeli relay baru dari supplier luar? 

Pemecahan masalah :

Pertama : Membeli relay dari supplier luar.
Kita beranggapan bahwa divisi motor memutuskan relay baru dari supplier luar dengan harga Rp. 15 per relay, sehingga departemen relay yang diinginkan selanjutnya dapat memproduksi dan menjual relay lama.
Untuk menunjukan akibat keputusan tersebut terhadap masing-masing divisi dan terhadap perusahaan sebagai satu kesatuan yang utuh, maka kita lihat perhitungan biaya produksi dan contribution margin berikut ini :

# Pengaruh Penentuan harga transfer antar departemen menurut harga pokok:

Departemen MOTOR membeli relay dari pemasok luar dengan harga Rp. 15,- per relay. Departemen relay melanjutkan untuk memproduksi dan menjual relay lama.

# Jumlah pesanan 50.000 per tahun

Metode Transfer Pricing - Contoh 1
Tabel 1. Membeli Produk dari Supplier Luar
Perhatkan dari tabel di atas, bahwa masing-masing departemen akan mempunyai contribution margin positif.
Dan bahwa perusahaan sebagai satu kesatuan utuh akan mempunyai margin kontribusi Rp. 1.400.000 selama satu tahun bila alternatif ini disetujui. 

Kedua : Membeli Relay dari Departemen Relay

Departemen MOTOR memberi relay baru dari divisi relay dengan harga transfer interen Rp. 10,- per relay (harga pokok variabel divisi relay untuk pembuatan relay baru).
Hal ini menuntut divisi relay menghentikan bisnisnya keluar yang berjalan saat ini.
Metode Transfer Pricing - Membeli Produk dari Divisi Internal
Tabel 2. Membeli Produk dari Divisi Internal
Dari tabel kedua di atas, di mana divisi motor membeli relay baru dari departemen relay dengan harga transfer Rp. 10,- per relay (harga variabel per satuan divisi relay).
Permintaan dari divisi MOTOR ini akan memaksa divisi relay menghentikan bisnisnya dan keluar sementara dari bisnis yang sedang berjalan saat ini.
Penerapan Metode Transfer Pricing.1

Kelemahan Metode Transfer Pricing melalui Harga Pokok

Sekilas hal ini akan tampak seperti sebuah KEPUTUSAN yang baik, oeh karena itu biaya variabel divisi relay hanya akan sebesar Rp. 10,- untuk setiap pembelian relay baru dibandingkan dengan Rp. 12,- untuk relay lama.
Dan divisi motor kalau tidak seperti ini harus membeli dari supplier luar dengan harga Rp. 15,-
Tetapi bila kita melihat data dari tabel kedua di atas, pilihan kedua ini ternyata akan mengurangi contribution margin perusahaan sebagai satu kesatuan sebesar Rp. 150.000,-  per tahun.
Di sinilah letak salah satu kelemahan pendekatan harga pokok dalam penentuan harga transfer.
Harga transfer berdasarkan harga pokok dapat menjurus pada keputusan yang disfungsional dalam perusahaan.
Tapi pendekatan ini tidak membentuk sendiri mekanisme pemberitahuan kepada manajer mengenai kapan transfer seharusnya atau tidak seharusnya dilakukan divisi relay.
Atau seharusnya meneruskan penjualan relay lama ke kontraktor, dan divisi motor atau seharusnya membeli relay baru dari supplier luar.
Walaupun hal ini sudah jelas bila melihat perhitungan dar tabel pertama dan kedua di atas.
Tetapi masalah tersebut dapat kabur bila berkaitan dengan divisi multi produk jadi, sebagai akibat penggunaan harga pokok sebagai harga transfer.
Laba perusahaan sebagai satu kesatuan utuh dapat terpengaruh dengan hal yang sifatnya bertentangan dan manajer mungkin tidak pernah mengetahui hal ini.
Dari tabel pertama dan kedua di atas, kita juga jadi mengetahui tentang kelemahan dari metode atau cara penentuan transfer pricing berdasarkan harga pokok.
Yakni bagian yang menunjukan LABA perusahaan hanya bagian yang melakukan penjualan akhir ke pihak luar.
Sedangkan divisi lain, seperti departemen relay, seperti yang ditunjukkan dalam kedua tabel di atas tidak akan menunjukkan laba atas aktivitasnya.
kelemahan metode transfer pricing
Dengan demikian evaluasi melalui pendekatan rumus ROI atau melalui pendekatan hasil sisa tidak akan dimungkinkan.
Pengertian ROI dan contohnya bisa anda pelajari di artikel  Contoh Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Tbk: Telkom dan Gudang Garam
Kelemahan lain dari metode ini adalah ketidakmampuannya dalam merangsang pengendalian biaya.
Pengalaman membuktikan bahwa pemborosan dan ketidakefisienan hampir selalu berkembang, kecuali biaya tunduk pada beberapa bentuk tekanan yang bersaing di saat transfer. 

Cara Menghindari Kelemahan Metode Transfer Pricing

Untuk menghindari kelemahan tersebut maka harga pokok tersebut harus berupa HARGA POKOK STANDAR daripada harga pokok yang sesungguhnya.
Hal ini akan menghindari pelimpahan ketidakefisienan dari satu departemen ke departemen lainnya.
Selain cara tersebut, maka untuk menghindari kelemahan-kelemahan metode penentuan transfer pricing dengan harga pokok adalah dengan menggunakan rumus umum untuk menghitung harga transfer.
Rumus tersebut adalah sebagai berikut :
Harga Transfer = Harga Pokok Variabel per satuan + Hilangnya margin kontribusi per satuan atas penjualan keluar.
Dengan menggunakan rumus ini, maka harga transfer yang tepat untuk divisi relay untuk dibebankan pada relay baru akan menjadi :
Harga Transfer :
= Rp 10 + Rp. 8 = Rp. 18 per satuan
Dengan melihat harga transfer ini akan menjadi jelas bagi manajemen bahwa transfer tidak seharusnya dilakukan antara divisi relay dan divisi motor.
Oleh karena itu divisi motor dapat membeli relay dari supplier luar hanya dengan harga Rp. 15,- per satuan.
Jadi harga transfer membimbing pengelola perusahaan untuk mengambil keputusan yang TEPAT dan pengaruh yang sifatnya bertentangan dengan Laba dapat dihindari.
Demikianlah pembahasan mengenai metode transfer pricing berdasarkan harga pokok.
Semoga bermanfaat.
Terima kasih

Cara Sederhana Mewujudkan Impian Anda melalui Perencanaan Keuangan

Dimensi-Spiritual
“Mimpilah setinggi langit”
Beberapa tahun yang lalu terjadi demam ‘ Laskar Pelangi ‘. Sebuah narasi tentang perjalanan dan perjuangan anak manusia untuk menggapai mimpi-mimpinya.
Sekilas diceritakan bagaimana kisah orang-orang yang mempunyai mimpi dan berani memperjuangkannya dengan gigih, tulus, ulet, tekun, dan sabar menjalani proses untuk menuju apa yang diimpikan.
Cara Mewujudkan Impian .1
Akhir cerita yang manis pun akhirnya bisa diwujudkan.
‘Mimpilah setinggi langit’ sebuah kalimat ungkapan yang tidak asing lagi bagi kita.
Sejak kecil, kita sudah tidak asing lagi dengan kalimat itu. Ketika itu, kebanyakan orang tua bertanya kepada anak-anaknya :
“kalau besar nanti ingin jadi apa nak?”
dokter” jawab salah seorang anak,
pilot” jawab anak yang lain.
… dan jawaban-jawaban polos lainya.
Waktu terus berjalan detik demi detik, jam demi jam, hari berganti hari, dan tahun berganti tahun, lalu apa yang terjadi dengan mereka mantan anak-anak itu?
Di antara mereka ada yang benar-benar menjadi seperti apa yang di-impikan saat kecil dulu, namun tidak sedikit dari mereka yang melenceng jauh dari apa yang di-impikan saat kecil.
(Cerita unik ini barangkali ingin anda baca : Sepenggal Kisah Tentang Daya Resiliensi dan Kepedulian)
Cara Mewujudkan Impian.2

Tapi berapa banyak yang dengan konsisten memperjuangkan mimpi-mimpinya itu hingga terwujud?
Tidak ada yang benar atau salah dari contoh di atas. Itulah kehidupan! Namun dari contoh itu kita bisa mengambil pelajaran bahwa setiap orang mempunyai mimpi.
Apalagi saat kita membaca artikel-artikel motivasi, mengikuti training motivasi, dan pelatihan soft skill lainnya, ajakan, himbauan, serta narasi agar kita mau bermimpi terus bergaung, seakan menjadi kata magic yang membuai.
Namun, berapa banyak yang berusaha dengan gigih untuk mewujudkannya?
Demikian juga di bidang keuangan, sebenarnya banyak orang sudah mengerti tentang rencana keuangan dan mimpi-mimpinya, mereka memimpikan rumah yang indah, mobil yang bagus, aset yang produktif, dan uang pensiun yang cukup.
Namun, berapa banyak dari mereka yang benar-benar mau memulai dan menjalankan rencananya itu?
Cara Mewujudkan Impian.3
Kebanyakan orang pun tahu bahwa memiliki rumah yang nyaman adalah salah satu indikator hidup yang indah. Rumah juga bisa menjadi aset investasi yang menarik.
Kebanyakan orang tua pun ingin melihat anak-anak tumbuh bahagia dan mengantarkan mereka menjadi yang terbaik, tanpa khawatir dengan dana pendidikan.
Mereka pun menyadari bahwa biaya pendidikan dari waktu ke waktu terus meningkat, sehingga perlu mempersiapkan dana pendidikan anak-anak mereka sejak dini.
Selain itu, kebanyakan orang tua juga menyadari bahwa memberi pelajaran tentang konsep keuangan pada anak juga sangat diperlukan sehingga anak-anak bisa menyusun dan mengelola rencana keuangan secara apik dan tepat sejak remaja.
Cara Mewujudkan Impian.4
Namun kebanyakan orang masih mengalami masalah mengenai implementasi rencananya.
Salah satu faktor penyebabnya karena ketiadaan komitmen, selain juga karena minim pengetahuan untuk memulainya terutama dalam menentukan prioritas.
Padahal proses implementasi rencana keuangan membutuhkan waktu, komitmen, dan disiplin yang tinggi. 

Bagaimana agar implementasi rencana keuangan berhasil?

rencana-keuangan-untuk-wujudkan-mimpiBacalah dan telusuri halaman demi halaman bukuMake It Happen! Karya Prita Hapsari Ghozie yang memberikan panduan praktis implementasi rencana keuangan agar mimpi-mimpi Anda bisa diwujudkan.
Buku dengan tebal 244 halaman yang diterbitan PT Gramedia Pustaka Utama ini akan membimbing langkah demi langkah agar mimpi-mimpi itu tidak sekedar mimpi yang hilang menguap ketika terbangun dari tidur.
Buku ini merupakan buku pintar tentang rencana keuangan dengan tujuan membantu lebih banyak orang untuk mewujudkan mimpinya.
Bukan sekadar berencana namun dibimbing dan diberitahu untuk mulai bertindak mewujudkan impian itu.
Full tutorial begitulah istilah untuk menyebut buku ini. Tutorial untuk menyusun rencana keuangan yang apik dan tepat, lalu cara mengimplementasikannya langkah demi langkah, sampai tahap mencapai impian itu.

Isi Buku Make It Happen!

Sejak awal yaitu dalam bab pendahuluan, Prita menuliskan panduan bagi pembaca untuk mendapatkan manfaat dari bukunya. Ia memandu bab apa yang harus dibaca untuk mendapatkan manfaat sesuai kebutuhan.
Setiap bab dari buku ini memandu Anda untuk meraih impian yang berbeda.
Mulai keuangan personal dan pasangan, impian memiliki rumah dan cara mewujudkannya, rencana keuangan untuk masa depan anak, hidup tenang bebas utang, menyiapkan hari tua, dan utamanya keseluruhan isi buku ini membantu Anda untuk mencapai hal utama yakni meraih kebebasan finansial.
Anda bisa menjelajahi buku Make It Happen!  halaman demi halaman dan kemudian lakukan action. Langsung beraksi, gak nunggu lama.
Pembaca bisa langsung mengisi kolom-kolom yang disediakan dalam buku ini untuk merencanakan keuangannya sendiri.
Karena memang buku ini mengajak Anda melakukan aksi nyata bukan lagi sekadar menyusun rencana apalagi sekadar membayangkan impian.
Cara Mewujudkan Impian.5

Anda bisa mewujudkan impian jadi nyata dan menjalaninya step by step.

Dengan menyusun rencana keuangan yang apik dan tepat, kita bisa mengetahui dan melihat secara kesuluruhan gambar besar, the big picture atau gambaran perjalanan hidup kita.
Dari gambar besar itu selanjutnya masuk ke detailnya. Dari hal yang detail dan relatif kecil itu, langkah demi langkah implementasi akan dilakukan.
Ini akan memudahkan untuk mencapai keberhasilan, dan prosesnya berlangsung secara smooth, tidak mengagetkan, apalagi bikin shock.
Sehingga Anda akan tetap bisa menjalani gaya hidup dengan enjoy, bisa jalan-jalan, dan menikmati kesejahteraan hingga masa pensiun. Sebagaimana sebuah ungkapan “untuk menempuh jarak 100 km, dimulai dari langkah pertama
Seperti petikan di halaman 62, “membuat rencana keuangan adalah sebuah proses di mana seorang individu berusaha memenuhi tujuan-tujuan finansialnya melalui pengembangan dan implementasi dari sebuah rencana dan manajemen keuangan yang komprehensif.
Perencanaan keuangan yang baik akan menghasilkan sebuah pembukuan yang jelas dan memudahkan untuk mencapai tujuan finansial”
Pendekatan pribadi untuk setiap orang sangat diperlukan, agar implementasi dari rencana keuangan bisa berhasil.
Karena setiap orang memiliki orientasi, tujuan, dan kondisi keuangan yang berbeda, sehingga tidak bisa gebyah uyah diterapkan untuk setiap orang.
Meski begitu, ada satu hal yang umumnya ditemui pada setiap pribadi terkait kondisi keuangan.
Prita mengatakan banyak orang yang tidak memiliki hal yang sifatnya esensial padahal sudah bekerja lama lantaran banyak terjebak masalah gaya hidup.
Buku ini menyuguhkan kemudahan bagi pembaca yang materinya disajikan dengan bahasa yang lugas dan ilustrasi yang menarik.
Buku ini berbalur ungkapan santun dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau dengan kata lain pesan yang ingin disampaikan oleh penulis dapat dipahami langsung oleh pembaca.
Selain itu, buku ini juga didukung dengan tampilan tata letak yang baik, disain dan ilustrasi yang menarik, sehingga pembaca tidak merasa bosan.
Oleh karena itu tidak akan rugi memiliki buku bermanfaat ini. percayalah….
Bagaimana berminat buku bagus tersebut?

Cara Mudah dan Praktis Membuat Neraca Lajur dengan Microsoft Excel

Cara Mudah dan Praktis Membuat Neraca Lajur dengan Excel
Neraca Lajur dibuat untuk memudahkan pekerjaan menyusun Laporan Keuangan. Setelah membuat neraca lajur ini, selanjutnya bisa disusun laporan keuangan dengan memindahkan kolom-kolom yang ada di neraca lajur.
Selain itu neraca lajur ini memungkinkan perusahaan menyusun laporan keuangan jangka pendek seperti bulanan, triwulan, kuartalan, atau enam bulanan.
Penyusunan neraca lajur adalah salah satu proses dari siklus akuntansi. Dimulai dari analisis dan pencatatan transaksi-transaksi ke dalam jurnal umum atau jurnal khusus.
Penyusunan neraca lajur dimulai dengan menyusun neraca saldo, yaitu daftar saldo rekening-rekening dari buku besar.
Neraca saldo ini disusun setelah semua transaksi di jurnal sesuai dengan nomor akunnya, sehingga saldo akhir dari setiap akun sudah diketahui.
Untuk memudahkan pekerjaan, biasanya dalam satu neraca lajur terdiri dari beberapa kolom.
Misalnya kolom neraca saldo, kolom untuk jurnal penyesuaian, kolom neraca saldo sesudah penyesuaian, kolom laba rugi dan neraca.
Tidak ada keharusan dalam menentukan jumlah kolom, semua kembali kepada kondisi dan kebutuhan perusahaan.
Perhatikan contohnya seperti berikut ini:
neraca lajur
***

01. Langkah-langkah Membuat Neraca Lajur dengan Excel

Dan dalam artikel ini penulis akan memberikan panduan atau tutorial membuat neraca lajur dengan menggunakan rumus-rumus Microsoft Excel.
Panduan ini bisa langsung diterapkan dan hasilnya juga bisa langsung digunakan untuk menyusun laporan keuangan, jadi bukan teori doang J
Penyusunan neraca lajur ini biasanya tidak digunakan untuk perusahaan yang sudah menggunakan software/aplikasi akuntansi.
Langkah-langkah menyusun neraca lajur :
#1. Membuat tabel dengan beberapa kolom.
Seperti contoh bentuk neraca lajur di atas terdiri dari 12 kolom, yaitu nomor rekening, nama rekening, neraca dengan saldo debit kredit, jurnal penyesuaian dengan sisi debit kredit, neraca saldo sesudah penyesuaian dengan kolom debit kredit,  laba rugi, dan neraca akhir.
Jumlah kolom ini disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
#2. Mengisi kolom-kolom tersebut dengan menggunakan rumus Microsoft Excel
Kolom Kode Rekening/Akun
Untuk membantu mempermudah penyusunan neraca lajur, buatlah satu tabel yang berisi daftar akun-yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan.
Perhatikan contohnya seperti ini:
tabel daftar akun
Isi kolom nomor akun dan nama akun dengan mengambil data dari tabel daftar akun.
Untuk kolom nomor akun bisa dibuatkan list nomor akun, sehingga user tinggal memilih nomor akun caranya seperti ini :
Pilih menu DATA –> Data Validation –> Data Validation –> isi seperti ini :
data validation-fungsi excel
Allow : isi dengan List
Source : ambil data dari tabel daftar akun dengan rumus excel :
=Akun!$A$2:$A$53
Maksud dari rumus di atas adalah, mengambil data dari  sheet akun pada kolom A2 sampai A53.
Salin ke bawah sampai nomor akun terakhit. 

Kolom Nama Rekening/akun

Kolom ini di-isi dengan nama-nama rekening yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Kita tidak perlu mengetik satu per satu nama rekening tersebut, namun menggunakan rumus excel untuk mengambil nama-nama rekening di tabel daftar rekening/akun.
Cara  mengambil datanya adalah sebagai berikut :
Letakkan kursor di sel B6 (sel paling atas kolom nama rekening) , kemudian tuliskan rumus excel seperti ini :
=VLOOKUP(A6;Akun!A1:B52;2;FALSE)
rumus excel vlookup
Artinya : Dengan acuan/patokan sel A6, kita akan mengambil data dari sheet Akun kolom A1 sampai B52. Kolom tersebut merupakan kolom kedua dari tabel daftar rekening.
Kemudian salin rumus excel tersebut ke bawah sampai nama rekening terakhir. 

Kolom Neraca Saldo

Kolom ini di-isi dengan saldo rekening-rekening dari buku besar. Isikan sesuai dengan posisinya. Bila saldo rekening di sisi Debit maka letakkan di kolom Debit. Bila saldo rekening di sisi Kredit maka letakkan di kolom Kredit.
Jumlah kolom Debit dan kolom Kredit HARUS SAMA.
Cara mengisi data saldo rekening di neraca saldo adalah sebagai berikut :
Letakkan kursor di sel paling atas pada Neraca Saldo kolom Debit, lalu tuliskan rumus excel seperti ini :
=IF(‘Neraca Saldo 2’!C2>0;VLOOKUP(‘Neraca Lajur’!A6;’Neraca Saldo 2′!$A$2:$C$53;3;FALSE);0)
neraca saldo
Artinya : jika di kolom Debit pada sheet Neraca Saldo nilainya lebih besar dari nol alias positif maka ambil data dari tabel di sheet Neraca Saldo dengan acuan/patokan sel A6 (kode akun) dari sel A2 sampai C53.
Untuk mengisi kolom kredit, caranya sama dengan mengisi kolom debit namun data yang diambil adalah saldo di sisi kredit pada neraca saldo.
Untuk memastikan kebenaran pengisian data adalah dengan menjumlahkan kolom debit dan kredit, jika jumlahnya sama maka pengisian data sudah benar.

Kolom Jurnal Penyesuaian

Kolom ini di-isi dengan transaksi-transaksi yang memerlukan penyesuaian, seperti biaya dibayar dimuka, pendapatan diterima dimuka, dan persediaan.
Untuk mengisi kolom ini tidak diperlukan rumus Excel, yang diperlukan adalah kemampuan membuat jurnal akuntansi.
Bila Anda belum mahir atau ingin belajar bagaimana cara membuat jurnal, baca artikel ini : Begini Cara Membuat Jurnal Akuntansi yang Benar, Simpel, Cepat dan Akurat
Setelah membaca dan mempraktekkan panduan di artikel tersebut dijamin 99% tidak akan salah dalam menjurnal sebuah transaksi.
Di kolom jurnal penyesuaian ini, jumlah sisi debit harus sama dengan jumlah di sisi kredit. 
Kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian
Kolom ini di-isi dengan hasil penjumlahan yang berasal dari neraca saldo ditambah atau dikurangi jumlah pada kolom penyesuaian.
Seperti di kolom penyesuaian dan neraca saldo, di kolom ini jumlah sisi debit dan sisi kredit juga harus sama.
Cara mengisi datanya adalah sebagai berikut :
Letakkan kursor di baris paling atas dari kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian, kemudian tuliskan rumus excel berikut ini :
=IF(OR(C6+E6-F6<0;D6<>0);0;C6+E6-F6)
neraca saldo setelah penyesuaian

Kolom Laba Rugi
Kolom ini di-isi dengan saldo debit dan kredit di rekening-rekening pendapatan dan biaya.
Pengisiannya adalah dengan mengambil data saldo rekening-rekening pada kolom neraca saldo sesudah penyesuaian.
Cara pengambilan datanya dengan menggunakan rumus excel sebagai berikut :
=IFERROR(IF(LEFT(A23;1)>”3″;$G$6:$G$57;0);””)
kolom laba rugi

Penjelasan rumus:
Rekening yang akan dimasukkan dalam laporan laba rugi adalah rekening yang kode rekeningnya dimulai dengan angka 4 dan 5.
Oleh karena itu, jika nomer kode rekening diawali dengan dengan 4 dan 5 maka ambil datanya di kolom neraca saldo setelah penyesuaian.
Untuk mengambil karakter pertama dari kode rekening, digunakan fungsi microsoft excel LEFT.
Selisih antara jumlah jumlah debit dengan jumlah kredit merupakan laba atau rugi perusahaan untuk periode yang bersangkutan.
Apabila jumlah kredit lebih besar daripada jumlah debit, maka selisihnya adalah laba dan sebaliknya. 
Kolom Neraca
Kolom ini berisi semua saldo rekening yang termasuk dalam elemen yang menyusun sebuah neraca yaitu aktiva, hutang dan modal.
Pengisiannya datanya diambil dari neraca saldo setelah penyesuaian.
Cara pengambilan datanya dengan menggunakan rumus Excel seperti berikut ini :
Letakkan kursor pada baris tertinggi dari kolom neraca, lalu tuliskan rumus excelnya seperti ini :
=IFERROR(IF(LEFT(A6;1)<“4″;$G$6:$G$57;0);””)
kolom neraca

Penjelasan rumus :
Rumus excel yang digunakan hampir sama dengan saat mengisi kolom Laba Rugi, yang membedakan adalah besar angka dari kode rekening yang dijadikan acuan.
Kalau di kolom laba rugi, nomor kode rekening yang digunakan adalah yang lebih kecil dari 4 (empat).
Selisih jumlah debit dan kredit sama dengan selisih dalam kolom laba rugi.
Bila di kolom laba rugi jumlah kredit lebih besar dari jumlah debit, maka dalam kolom neraca jumlah kolom debit akan lebih besar daripada jumlah kolom kredit.
Jika anda masih kesulitan atau tidak ada waktu untuk membuatnya, kenapa tidak ke Accounting Tools & SOP Akuntansi Keuangan, anda tinggal pakai saja.
Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.